Sosok Zulfan Lindan, Politisi NasDem yang Bikin Surya Paloh Murka

Sosok Zulfan Lindan kader partai yang baru saja dinonaktifkan dari NasDem

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Sosok Zulfan Lindan, Politisi NasDem yang Bikin Surya Paloh Murka
Surya Paloh dan Zulfan Lindan. Foto: Istimewa ©2022 Merdeka.com

Ketua Umum partai NasDem Surya Paloh memberikan peringatan keras pada salah satu kadernya, yakni Zulfan Lindan. Ini merupakan buntut dari beberapa pernyataan kontroversional yang dikeluarkan Lindan hingga mengakibatkan perdebatan di media massa.

Paloh menilai, jika pernyataan Zulfan sangat melenceng dari semangat jati diri NasDem yang mengedepankan politik gagasan. Sehingga, ia pun mengeluarkan peringatan keras berupa penonaktifan Lindan dari kepengurusan partai.

Sejak kabar ini beredar, nama Zulfan Lindan pun langsung ramai menjadi sorotan. Lalu, seperti apakah sosok kader NasDem yang baru saja dinonaktifkan itu? Simak ulasannya:

Zulfan Lindan Dinonaktifkan dari Kepengurusan NasDem

Surya Paloh secara keras memberikan peringatan kepada Zulfan Lindan sebagai anggota Partai NasDem terkait pernyataan-penyataan kontroversional yang sempat dilontarkan.

Sebelumnya, Lindan sempat menyampaikan pernyataan yang memicu perdebatan di media massa. Misalnya, menyebut Anies Baswedan antitesis Jokowi. Hal ini pun langsung memicu kemarahan dari PDIP.

Menurut Paloh, tindakan Lindan itu dianggap tidak produktif dan jauh dari semangat jati diri NasDem yang mengedepankan politik gagasan. Karena hal itu, Paloh pun memberikan teguran keras dan juga sanksi penonaktifan.

"DPP NasDem kemudian memberikan peringatan keras kepada saudara Zulfan Lindan berupa, pertama menonaktifkan dari kepengurusan DPP NasDem. Kedua melarang keras untuk memberikan pernyataan di media massa dan media sosial atas nama fungsionaris NasDem," kata Surya Paloh dalam siaran persnya, Kamis (13/10).

Alasan Surya Paloh Nonaktifkan Zulfan Lindan

Menurut Surya Paloh, NasDem merupakan partai yang sejak awal mendeklarasikan diri sebagai partai gagasan yang ingin berjuang untuk melakukan perubahan yang diisi dengan perdebatan produksif dan kualitatif.

Maka dari itu, dalam setiap gerak dan tindakan politik NasDem selalu memiliki latar dan landasan pemikiran yang kuat dalam kerangka kebangsaan. Pernyataan yang dilontarkan oleh Lindan itulah yang dianggap tak selaras dengan jati diri partai.

"NasDem ingin perdebatan politik penuh dengan gagasan dan substansi bukan sekadar kulit yang hanya menimbulkan sensasi dan kegaduhan...Tentu NasDem memiliki tanggung jawab moral dan praksis agar masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan dan informasi politik yang menerahkan dan memberi pemahaman yang baik," tegas Paloh.

Sosok Zulfan Lindan

Sanksi yang diberikan Paloh kepada Lindan itupun diharapkan bisa menjadi pelajaran untuk seluruh kader NasDem agar bisa selalu menjaga karakter dan jati diri partai. Usai kabar ini beredar, sosok Lindan pun langsung jadi sorotan. Zulfan Lindan merupakan pria kelahiran Banda Aceh 1 November 1956. Dia menamatkan sekolah dasar sampai menengahnya di Banda Aceh. Dia menamatkan sekolah dasar sampai menengahnya di Banda Aceh. Dia merupakan alumni dari Universitas Jayabaya dan merupakan mantan Ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tahun 1983.

Dikutip dari website fraksinasdem.org, Zulfan merupakan salah satu pendiri Partai NasDem yang kini dipercaya sebagai Ketua DPP bidang Organisasi dan Industri dan Tenaga Kerja. Dia bukanlah sosok baru di politik nasional.

Sebelum bergabung dengan NasDem, ia merupakan anggota DPR RI Komisi IX yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan tahun 1999-2004 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Zulfan juga pernah tercatat sebagai pimpinan di Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) sebelum akhirnya bergabung dengan NasDem pada tahun 2013 lalu.

Di Pemilu 2014 Zulfan Lindan maju dari dapil Aceh II dan terpilih menjadi anggota DPR. Dia kemudian dipercaya untuk duduk di Komisi VI DPR RI bidang; perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, dan Standardisasi Nasional sesuai dengan jabatannya di DPP Partai Nasdem.Kemudian pada Juni 2020, Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat Zulfan Lindan sebagai Wakil Komisaris Utama/Independen Jasa Marga.

Rekomendasi