Ciri-ciri hipertensi serta segala penyebabnya perlu untuk diketahui. Hipertensi sendiri adalah istilah medis bagi suatu kondisi tubuh yang memiliki tekanan darah tinggi.
Artinya, tubuh wajib memompa darah lebih banyak untuk mengalirkan ke seluruh bagian. Tak jarang, penyebabnya tak lain adalah menyempitnya pembuluh darah di sejumlah arteri tubuh.
Kondisi tekanan darah yang tinggi tersebut secara lanjut dapat memicu beragam penyakit lainnya. Sehingga, para penderitanya menjadi rentan mengalami komplikasi kesehatan yang tentu mengancam jiwa.
Beberapa penyakit yang rentan muncul apabila hipertensi terjadi yakni seperti stroke, jantung, hingga kematian mendadak. Maka dari itu, ciri-ciri hipertensi wajib untuk dipahami sehingga kita senantiasa dapat menerapkan pola pencegahan sejak dini.
Lantas, apa saja ciri-ciri hipertensi hingga cara mencegahnya tersebut? Simak rangkuman dari merdeka.com berikut ini mengenai ciri-ciri hipertensi hingga cara pencegahannya.
Advertisement
Sebenarnya, gejala serta ciri-ciri hipertensi dapat diamati melalui perubahan kondisi yang dialami oleh penderitanya. Secara umum, perubahan kondisi tubuh penderita hipertensi yakni terbagi menjadi dua yakni ringan hingga berat.
Adapun gejala dan ciri-ciri hipertensi ringan yang umumnya terdapat pada penderitanya yakni sebagai berikut.
- Mengalami masalah penglihatan.
- Sering mengidap sakit kepala.
- Memiliki kondisi yang seringkali nyeri dada.
- Sering mengalami mimisan.
- Telinga yang seringkali berdengung.
- Mengalami sesak napas.
- Aritmia.
Sementara itu, gejala dan ciri-ciri hipertensi berat yakni lebih kompleks. Perubahan kondisi tersebut pada suatu waktu dapat mengganggu aktivitas dari si penderita. Adapun gejala dan ciri-ciri hipertensi berat tersebut yakni sebagai berikut.
- Merasa kelelahan secara berulang kali.
- Seringkali merasa kebingungan hingga lupa.
- Merasa cemas dan khawatir atas hal-hal yang belum terjadi.
- Seringkali mengalami mual hingga muntah yang tak tertahankan.
- Seringkali merasa sakit pada bagian dada hingga terasa nyeri.
- Mengalami tremor otot yang dapat mengakibatkan nyeri atau pegal pada bagian tubuh tertentu.
- Munculnya bercak darah pada urine yang ditemukan secara berkesinambungan.
Advertisement
Selain gejala dan ciri-ciri hipertensi, hal selanjutnya yang patut diwaspadai yakni mengenai penyebabnya. Dalam dunia medis, penyebab dari hipertensi tersebut secara umum terbagi menjadi dua golongan.
Di antaranya yakni berupa hipertensi primer dan sekunder. Beberapa tandanya yakni sebagai berikut.
1. Hipertensi Primer
Penyebab hipertensi yang pertama yakni digolongkan pada kategori primer. Hipertensi primer sebenarnya cenderung tidak dapat diamati atau diidentifikasi.
Namun, hipertensi primer justru berkembang secara bertahap hingga semakin fatal jika tak segera mendapatkan tindakan. Maka dari itu, hipertensi primer cenderung berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.
2. Hipertensi Sekunder
Sementara itu, hipertensi kategori yang kedua yakni digolongkan dengan istilah sekunder. Artinya, penyakit hipertensi bukan menjadi hal utama penyebab dari munculnya beragam gangguan lain.
Sebalinya, hipertensi sekunder justru muncul sebagai akibat dari gangguan kesehatan lain yang menjadi dasarnya. Beberapa kondisi kesehatan yang rentan menyebabkan hipertensi tersebut antara lain sebagai berikut.
- Gangguan Pada Ginjal.
- Tumor Kelenjar Adrenal.
- Gangguan Pada Kelenjar Tiroid.
- Cacat Bawaan di Bagian Pembuluh Darah.
- Mengonsumsi Obat-obatan.
Advertisement
Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang memiliki faktor risiko. Artinya, seseorang dengan deretan faktor risiko tersebut cenderung rentan untuk mengalami serangan hipertensi.
Sehingga, hal tersebut membuat ciri-ciri hipertensi dapat ditemui di banyak kalangan usia. Hipertensi tak terbatas pada para penderitanya yang dianggap telah lanjut usia.
Maka dari itu, seseorang dengan daftar faktor risiko penyakit hipertensi berikut ini wajib mengetahui.
- Seseorang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.
- Seseorang dengan asupan makanan yang tinggi kandungan garam.
- Berusia lebih dari 65 tahun.
- Seseorang dengan kebiasaan merokok secara aktif.
- Seseorang yang jarang melakukan aktivitas fisik atau berolahraga.
- Seseorang yang seringkali mengalami stres dan memiliki penyakit kronis seperti diabetes, ginjal, hingga sleep apnea.
- Seseorang yang merupakan anggota keluarga dengan riwayat penyakit hipertensi.
- Seseorang yang memiliki kandungan kafein terlalu tinggi.
Advertisement
Setelah mengetahui penyebab hingga ciri-ciri hipertensi, maka hal selanjutnya yang patut diketahui adalah cara pencegahannya. Sebelum terjadi hal yang tak diinginkan lantaran penyakit hipertensi, ada baiknya Anda selalu menerapkan metode pencegahan yang efektif.
Selain mengelola stres yang seringkali datang menghampiri, Anda juga dapat menerapkan beberapa cara. Adapun cara mencegah penyakit hipertensi tersebut antara lain sebagai berikut.
- Selalu rutin dan secara tegas mengurangi asupan garam. Pastikan Anda hanya mengonsumsi kurang dari 5 gram setiap harinya.
- Mengurangi kandungan kafein yang umumnya terdapat pada kopi, teh, hingga cokelat. Batasi konsumsinya setiap hari.
- Menerapkan komitmen positif untuk berhenti dari aktivitas merokok dan kebiasaan buruk lainnya.
- Rutin mengonsumsi makanan sehat berupa sayuran serta buah-buahan segar.
- Mengurangi konsumsi atas bahan pangan yang mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi.