7 Kumpulan Pantun Lucu Melayu, Mulai dari 3 Sampai 6 Bait Bikin Tertawa

Kumpulan pantun lucu Melayu bisa dijadikan hiburan untu mengatasi rasa suntukmu. Pantun sebenarnya merupakan hasil cipta rasa dan karsa dari budaya Melayu. Hasilnya diwujudkan dalam bentuk karya sastra berjenis puisi lama.

Billy Adytya Kurniawan
Oleh Billy Adytya Kurniawan - Reporter
7 Kumpulan Pantun Lucu Melayu, Mulai dari 3 Sampai 6 Bait Bikin Tertawa
ilustrasi tertawa. © genius.com

Kumpulan pantun lucu Melayu bisa dijadikan hiburan untu mengatasi rasa suntukmu. Pantun sebenarnya merupakan hasil cipta rasa dan karsa dari budaya Melayu.

Hasilnya diwujudkan dalam bentuk karya sastra berjenis puisi lama. Ada beberapa ciri-ciri dalam sebuah pantun, salah satunya yang sudah tidak asing adalah rima (aaaa, aabb atau bahkan abab).

Pantun ini disusun atas beberapa baris kata yang termuat dalam bait-bait dan mempunyai kata-kata yang indah serta makna mendalam di setiap pantun. Pantun umumnya terdiri atas macam jenis yang didasarkan pada penyampaian isinya.

Di antaranya adalah pantun jenaka, pantun nasihat dan masih banyak lagi. Dirangkum dari beragam sumber dan RuangSeni, berikut adalah 7 kumpulan pantun lucu Melayu yang bisa Anda baca agar tertawa.

Kumpulan Pantun Lucu Melayu 3 Bait

Orkes melayu gambus tampil disini

Banyak orang bersuka cita

Hendak jadi apa kau ini

Sekolah tak tamat shalat pun kau lupa

Mengenakan kain sarung diikat disini

Lebih tepatnya pada pinggang dikenakan

Hendak jadi apa kau ini

Sekolah tak mau hanya bermalas-malasan

Ribut sekali makcik arisan

Suara liar macam cambukan cemeti

Jika hanya bermalasan

Entah bagaimana hidupmu nanti

Kumpulan Pantun Lucu Melayu 4 Bait

Membawa gandum dan padi sekarung

Sang datuk malang membawa sambil batuk-batuk

Pergi ke surau memakai sarung

Sarung kebesaran warisan datuk

Bocah kepanasan hingga mimisan

Kenapa pula ia berpanas-panasan di sanan

Memakai peci kebesaran

Warisan datuk juga rupanya

Para berandal pembuat rusuh

Kemana polisi yang harusnya menangkapnya

Mengenakan safari kebesaran dan lusuh

Ternyata dari datuk juga

Nenek sudah sangat tua

Merajut kain sambil batuk-batuk

Lalu apa yang kau punya

Semua yang kau pakau milik datuk

Kumpulan Pantun Lucu Melayu 4 Bait Bermakna

Pakcik dan makcik salng berkedip mata

Bercanda mesra sambil makan kue serabi

Sekelompok Lanun memegang senjata

Dikira hendak merampok malah bernyanyi

Alangkah elok emas dan intan

Mencari logam itu setengah mati

Kelompok lanun berlayar ke lautan

Tak tau apa yang ia cari

Anggota laskar pelangi bernama Harun

Meski ia begitu namun elok hatinya

Sekelompok lanun mencari harta karun

Tak tahu pasti dimana berada

Bangsawan Jawa bernama priyayi

Bangsawan melayu entah apa namanya

Sekelompok lanun bernyanyi-nyanyi

Alangkah gembiranya hati mereka

Kumpulan Pantun Lucu Melayu 6 Bait

Duduk-duduk santai di serambi

Minum teh tak baik sambil berdiri

Bercermin ria sehabis mandi

Tergaget ngeri melihat rupa sendiri

Alangkah indahnya pantai melayu pesisir

Dihiasi langit yang dipenuhi awan

Bercermin ria sambil menyisir

Mengasihani diri dengan rupa tak menawan

Penjaga mushala bernama Muhaimin

Seorang pemuda gagah dan sopan

Kawan terbahak melihat diri bercermin

Mengolok-olok seolah mereka tampan

Penyayi orkes melayu jatuh terpelanting

Benar-benar jatuh bukan gurauan

Kukatakan satu hal yang penting

Kau pun tak tampan kawan

Hendak ke Johor begitu kutanya

Seorang musafir pergi seorang diri

Kuajukan cermin ke depan wajahnya

Dia pun ngeri melihat rupa sendiri

Puluhan pasang mata terbelalak

Memanggang lemang di atas kawat berduri

Riuh tertawa terbahak-bahak

Menertawakan keburukan rupa sendiri

Kumpulan Pantun Lucu Melayu 6 Bait Bikin Ngakak

Lebaran haji makan ketupat

Beli ketupat di kedai makcik Maklumat

Jadilah lelaki yang mermartabat

Jangan jadi lelaki yang tak tau adat

Alangkah ramah Cik Gu menyapa

Manis senyumnya macam gula

Sudahlah buruk rupa

Tak tahu adat pula

Tak pernah mandi banyak kuman

Orang tak waras alias gila

Sudahlah tak tampan rupawan

Jarang sembahyang pula

Wanita jelita datang tak tahu siapa

Membawa kopi dan sekarung gula

Sudahlah buruk rupa

Tak bisa mengaji pula

Saling tegur sapa saat berpapasan

Senyum mengembang diantara mereka

Sudahlah tak tampan rupawan

Kelakuan macam setan pula

Telah pulang ke tanah melayu sang Haji

Bawa kopiah putih dab buah tangannya

Sudahlah tak pandai mengaji

Dengan orang tua melawan pula

Kumpulan Pantun Lucu Melayu 6 Bait Seru

Berjalan kaki menuju Jimbaran

Cuaca hujan segera muncul pelangi

Alangkah senangnya menyambut lebaran

Keluarga besar datang mengunjungi

Mengait benang dengan peniti

Hati-hati terkena jemari

Gembiranya perasaan hati

Melihat anak cucu datang kemari

Kau bagai parasit dan benalu

Mandirilah agar elok dipandang mata

Pengantin baru tersipu malu

Melihat pasangan yang dicinta

Khitanan masal ramai rupanya

Anak-anak menangis tiada tara

Sederet pantun dan puisi dihaturkannya

Mempelai wanita girang sekali nampaknya

Hendak membuat lemang tak ada ketannya

Pergi ke pasar mebeli ketan serta bambunya

Mempelai pria semakin berupaya memperdaya

Yang wanita semakin tak kuat hatinya

Ke mana arah pasar kiranya

Tak jauh dari kuburan cina rupanya

Pengantin pria makin panjang hidungnya

Pengantin wanita semakin meleleh dibuatnya

Kumpulan Pantun Lucu Melayu 6 Bait Kocak Banget

Listrik padam tak ada lilim

Biar jadilah gelap gulita

Menari-nari adat di depan pengantin

Bersuka ria semua bahagia

Bernyanyi kencang ayam serama

Nyaring bunyinya indah suaranya

Tamu-tamu undangan terkesima

Melihat pengantin yang elok rupanya

Intan berlian mahal harganya

Hendak membeli entahlah kapan

Setelah terkesima lapar juga rupanya

Bersegera mengambil nampan di prasmanan

Gadis menor amatlah kemayu

Padahal dirinya biasa saja

Perut kerocongan bak orkes melayu

Menyanyikan lagu bunga seroja

Dari Johor hingga ke Abung Semuli

Di Lampung mebeli pisang muli

Makan yang lahap tak peduli

Yang penting perut terisi kembali

Menikah tentu perlu penghulu

Untuk mencatat pernikahan yang terjadi

Jika kau tak tahu malu

Bungkuslah makanan prasmanan ini

Rekomendasi