Ayah Sudah Meninggal Dunia, Bocah Ini Rela Jualan Bantu Perekonomian Sang Ibu

Di usianya yang masih anak-anak, dia justru banting tulang. Meninggalkan sekolah demi membantu orangtua mencari penghidupan.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Ayah Sudah Meninggal Dunia, Bocah Ini Rela Jualan Bantu Perekonomian Sang Ibu
Bocah Ini Rela Jualan Bantu Perekonomian Sang Ibu. Instagram @memomedsos ©2022 Merdeka.com

Usia dini sudah selayaknya bagi anak-anak untuk bebas bermain dan belajar. Namun, hal itu bukan sesuatu yang mudah bagi sosok bocah berikut ini.

Di usianya yang masih anak-anak, dia justru banting tulang. Meninggalkan sekolah demi membantu orangtua mencari penghidupan.

Lantas, bagaimana kehidupan memilukan yang harus dilewati bocah tersebut setiap hari? Berikut ulasan selengkapnya.

Akun Instagram @memomedsos mengungkap cerita kehidupan seorang bocah berusia 10 tahun. Di usianya yang masih dini, dia terpaksa berhenti sekolah guna membantu sang ibunda berjualan makanan kecil dengan berkeliling.

"Enggak (sekolah), keluar dulu. Bantu mamah jualan," terangnya.

Dengan mengandalkan tangan serta kaki-kaki kecilnya, bocah tersebut menyusuri jalanan, berharap datang para pembeli. Keputusan tersebut merupakan keinginan dirinya seorang diri untuk meringankan beban sang ibunda.

"Ini keinginan sendiri, bantu mamah," jelasnya.

Yang mengharukan, dia sama sekali tak sempat bertemu dengan sosok ayah. Dia merupakan anak yatim yang tak pernah merasakan kasih sayang ayah sejak kecil. Sebab, sang ayah diungkapnya telah berpulang sejak dirinya masih di dalam kandungan sang ibu.

Kini, bocah ini hanya tinggal bersama sang ibunda.

"Ayah sudah meninggal waktu aku masih di dalam kandungan," ceritanya.

Kehidupan berat bocah tersebut tak cukup sampai di sana. Beberapa kali, dia mengalami perundungan saat berkumpul bersama teman-teman sekolah.

Sehingga, hal tersebut membuatnya kian enggan untuk bermain. Waktunya untuk bermain bersama teman-teman direlakannya demi mencari pundi-pundi rupiah bagi keluarga.

"Kalau pulang jualan ngapain?" tanya sang pemilik video.

"Istirahat dulu," jawabnya.

"Nggak main?" tanyanya kembali.

"Nggak, karena banyak yang bully. Misalnya aku bawa uang Ro10 ribu, suka banyak yang minta. Terus kalau aku nggak bawa uang, suka didorong-dorong," ceritanya.

Cerita pilu bocah tersebut pun sukses membuat publik banjir air mata. Lantaran hal tersebut, banyak doa yang senantiasa disematkan bagi dirinya dan keluarga. Banyak yang berharap, bocah tersebut bakal menjadi sosok yang sukses di masa depan.

"Yang sabar ya dek, semoga kelak jadi orang yang sukses..aamiin," tulis akun @tri_putri_bali

"Sabar ya adek sayang. Insya Alla derajatmu suatu saat akan Allah SWT angkat. Calon orang sukses , amiin," tulis akun @lepiwiradani

"Semoga jadi orang sukses dan bisa angkat derajat keluarga. Aamiin," tulis akun @niena.nann

"Semoga rezeki ya berlimpah ya dek," tulis akun @panda_phiolet

"Doa terbaik untukmu dek," tulis akun @imamfrawi

Meski video tersebut berdurasi singkat, namun banyak dari warganet yang masih memberikan tanggapan haru.

Berikut video selengkapnya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by memomedsos (@memomedsos)

Halaman Berikutnya Panduan Pencairan PIP 2026, Mulai dari Syarat, Cara Cek Penerima, hingga Besaran Bantuan
Rekomendasi