Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi menegur para pedagang yang mendirikan lapak di atas trotoar. Politikus Partai Golkar ini menyasar para pedagang di dekat Pasar Rebo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Salah satu pedagang yaitu penjual buah tampak mengamuk hingga menendang dagangannya. Ternyata pedagang buah ini mengadu ke Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. Lantas bagaimana pedagang buah yang dimarahi Dedi Mulyadi mengadu ke Wakil Gubernur Jawa Barat?
Melansir dari akun YouTube Uu Ruzhanul Ulum [Wagub Jabar], Selasa (19/4), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Pedagang buah yang kena tegur Dedi Mulyadi mengadang mobil Wakil Gubernur Jawa Barat. Saat mobil berhenti, dia langsung menuju ke arah pintu belakang tempat Wagub Jabar duduk.
"Ada apa?," tanya Wakil Gubernur Jawa Barat kepada seorang pria yang menghadang mobilnya.
"Saya selaku warga Jawa Barat minta keadilan, minta kebijaksanaan," ujar pria ini.
"Ada apa?" tanya Wagub Jawa Barat langsung turun dari mobilnya.
Advertisement
Melihat hal tersebut, Wagub Jabar mengajak pedagang buah ini duduk untuk membicarakan masalahnya. Rupanya, pedagang ini ngadu lapaknya dibongkar dan dijadikan konten oleh Dedi Mulyadi.
"Ada apa tadi cegat saya di jalan habis acara safari ramadan di Cimahi? Ada apa sebenarnya sampai ribut gini?," tanya Wagub Jabar."Kemarin yang jadi masalahnya yaitu saya mempunyai masalah yaitu tempat jualan saya. Kalau dilarang jualan mah enggak, cuma dibongkar gitu pak," kata pedagang buah ini mengadu."Saya juga merasa kalau saya salah soalnya saya jualan di trotoar. Cuma iya yang bikin saya enggak enaknya kok langsung dibikin konten gitu. Sedangkan konten tersebut tidak ada izin dari saya," sambungnya.
Advertisement
Akibat dijadikan konten tersebut, dia mengaku merasa dibikin malu. Hingga dia juga merasa keluarga besarnya ikut merasakan dampaknya.
"Saya juga sadar kalau saya salah, tapi kenapa itu sampai gitu. Kan yang dibikin malu nya saya selaku kepala rumah tangga. Sampai yang merasakan dampaknya juga semuanya. Orang tua saya tahu, saudara-saudara saya juga tahu," ungkap pedagang ini."Malahan dampaknya ke saya juga banyak Pak, seolah-olah saya itu salahnya keterlaluan," tambahnya.
Advertisement
Pedagang buah ini juga mengatakan lapaknya kini menjadi sepi pembeli. Hal itu akibat pembongkaran kali kedua yang dirasakannya.
"Terus dampaknya ke dagangan bagaimana?" tanya Wagub Jabar."Kan dibongkar itu dua kali Pak. Kalau yang pertama tidak jadi masalah, cuma kerugiannya cukup besar yang pertama. Nah kalau yang sekarang barang-barang enggak hancur, cuma kalau yang sekarang jadi pelanggan itu seolah-olah cuma lewat saja. Kaya enggak mau mampir gitu," jawabnya.
Advertisement
Mendengar keluh kesah warganya, Wagub Jawa Barat memberikan jawaban yang bijak. Dia juga bersyukur, pedagang buah ini telah mengaku bersalah.
"Jadi gini ya Alhamdulillah sudah merasa salah, sadar diri dan memang orang itu susah untuk merasa diri bersalah, perasaannya benar terus. Tapi Anda sudah merasa bersalah melanggar aturan pemerintah kota yang ada di wilayah tersebut. Sudah bagus itu," jelas Wagub Jabar."Cuma ketika merasa bersalah harus taat ke pemerintah, jangan melawan. Sebab tidak ada keputusan pemerintah untuk menyengsarakan atau memudaratkan masyarakat. Seluruh keputusan pemerintah juga untuk kebermanfaatan," lanjutnya."Nanti ke depannya, berdagang memang berdagang tapi ikuti aturan dari pemerintah. Kalau ikuti aturan pemerintah mah tenang, nyaman, enggak bakal ribet dan bermasalah," tambahnya.
Advertisement
Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi menegur para pedagang yang mendirikan lapak di atas trotoar dekat Pasar Rebo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.Salah satu pedagang yaitu penjual buah tampak mengamuk hingga menendang dagangannya. Ternyata pedagang buah ini mengadu ke Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.