Niat Sholat Dhuha dan Doanya, Ketahui Pula Keutamaannya Ketika Dikerjakan Tiap Hari

Niat sholat dhuha dan doanya beserta keutamaannya ketika dikerjakan setiap hari.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Niat Sholat Dhuha dan Doanya, Ketahui Pula Keutamaannya Ketika Dikerjakan Tiap Hari
ilustrasi sholat dhuha. ©2020 Merdeka.com

Sholat merupakan salah satu ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat Islam. Dalam agama Islam, muslim dan muslimah wajib mengerjakan sholat fardhu yang terdiri dari subuh, dhuhur, ashar, magrib dan isya. Selain wajib dikerjakan, sholat fardhu juga tidak boleh untuk ditinggalkan sekali pun. Sebagaimana dalam hadis dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, yang mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan." (HR. Ath Thobariy).

Tidak hanya sholat fardhu, umat Islam juga dapat mengerjakan ibadah sunnah. Selain memberikan kebaikan, amalan sunnah juga berfungsi untuk menutupi kekurangan dari amalan wajib yang dikerjakan. Salah satu ibadah sunnah yang bisa dikerjakan adalah sholat dhuha. Sholat dhuha dikerjakan di waktu matahari mulai naik kurang lebih tujuh hasta sejak terbit hingga waktu zuhur tiba. Sholat dhuha dikerjakan minimal dua rakaat, sehingga tidak mengganggu aktivitas di pagi hari.

Niat sholat dhuha dan doanya pun sedikit berbeda dengan sholat fardhu. Usai melaksanakan sholat dhuha, sebaiknya untuk tidak buru-buru beranjak pergi. Sebab, alangkah baiknya tetap duduk dan membaca doa sholat dhuha. Karenanya, umat Islam harus mengetahui niat sholat dhuha dan doanya.

Lantas bagaimana niat sholat dhuha dan doanya beserta keutamaannya ketika dikerjakan setiap hari? Melansir dari berbagai sumber, Senin (28/3), simak ulasan informasinya berikut ini.

Tata Cara Sholat Dhuha

Sebelum mengetahui niat sholat dhuha dan doanya, ketahui pula tata caranya. Sebenarnya, tata cara sholat dhuha tidak ada bedanya dengan sholat sunnah lainnya. Perbedaannya terletak pada waktu pengerjaan, bacaan niat sholat dhuha dan doanya. Sholat dhuha juga dapat dilakukan minimal dua rakaat dan maksimal delapan rakaat.

Adapun tata cara sholat dhuha yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut ini:

  1. Takbirotul Ihram
  2. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
  3. Membaca Surah Al-Fatihah
  4. Membaca Surah Ad-Dhuha
  5. Ruku’ dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  11. Membaca Surah Al-Fatihah
  12. Membaca Surah As-Syams
  13. Ruku’ dengan tuma’ninah
  14. I’tidal dengan tuma’ninah
  15. Sujud dengan tuma’ninah
  16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  17. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  18. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
  19. Salam
  20. Membaca doa Sholat Dhuha

Niat Sholat Dhuha dan Doanya

Umat Islam kini beralih ke bacaan niat sholat dhuha dan doanya. Sebelum mengerjakan ibadah, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk mengucapkan niat. Bahkan, niat menjadi salah satu syarat sah sholat. Niat sholat pun berbeda-beda sesuai dngan ibadah yang hendak dikerjakan. Adapun niat sholat dhuha adalah sebagai berikut:USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.Artinya:
"Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala."

Doa Sholat Dhuha

Melansir dari laman rumaysho.com, doa sholat dhuha terdapat dalam hadis dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, yang berkata, Rasulullah SAW selesai sholat Dhuha, beliau mengucapkan,Allohummaghfir-lii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rohiim.Artinya:

"Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) sampai beliau membacanya seratus kali." (HR. Bukhari).

Adapun bacaan doa sholat dhuha yang sering kali dibaca oleh masyarakat adalah sebagai berikut:Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihiinArtinya:
"Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih."Doa sholat dhuha ini disebutkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam I’anatuth Tholibiin. Akan tetapi doa tersebut tidak dikatakan sebagai hadist.

Keutamaan Sholat Dhuha

a. Diampuni Dosanya

Salah satu hadis Rasulullah SAW berbunyi yang artinya,"Siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (HR. Tirmidzi).b. Sebagai Pengganti Sedekah

Hal ini tertuang dalam hadis dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,"Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at." (HR. Muslim).

c. Dapat Pahala Haji dan Umrah

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,"'Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.' Beliau pun bersabda, 'Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.'" (HR. Tirmidzi).d. Dicukupkan Urusan di Akhir Siang

Dari hadis dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda,"Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang." (HR. Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, Ad Darimi).e. Dibuatkan Istana di Surga

Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadis pernah bersabda,"Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Rekomendasi