Seorang warga bernama Mede Nurlatu (49), menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh anggota Brimob di area tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Maluku, Sabtu lalu.
Korban tewas ditempat setelah ditembak di bagian kepala, kaki, dan pinggang menggunakan senjata api jenis AK 47 kaliber 5,56 mm.
Kejadian berdarah itu disebut berawal dari adu mulut antara anggota Brimob yang diketahui bernama Bripka Andre Batuwael, dengan seorang penambang emas terkait lahan kolam tambang.
Video yang merekam momen saat Bripka Andre melepaskan tembakan ke arah korban pun ramai beredar di media sosial. Berikut ulasannya dilansir dari Instagram @majeliskopi08, Rabu (2/2/2022):
Advertisement
Kejadian berdarah itu terjadi pada Sabtu (29/1) lalu, sekitar pukul 15.00 WITA di sekitar kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku. Menurut saksi mata, sebelum insiden itu terjadi pelaku penembakan sempat terlibat cekcok dengan seorang penambang emas.
Keributan disebut dipicu akibat kolam penambangan milik seorang warga bernama Andi Latbual rusak akibat aktifitas penambangan metode tembak larut milik Toni Batuwael, kakak dari Bripka Andre Batuwael.
Saat ketegangan memuncak, anggota Brimob tersebut justru langsung mengambil senjata api miliknya dari dalam tenda dan langsung menembakkan ke arah korban (Made Nurlatu) yang sedang bekerja membersihkan talang.
Advertisement
Dalam video yang dibagikan di akun Instagram @majeliskopi08, tampak Bripka Andre awalnya terlibat cekcok dengan warga di kawasan pertambangan. Merasa emosi, ia pun langsung berlari ke arah tenda dan mengambil senjata.Menggunakan senjata api jenis AK 47 kaliber 5,56 mm, Bripka Andre menembak korban hingga jatuh tersungkur. Korban pun tewas ditempat setelah mendapat luka tembakan di bagian kepala, pinggang, dan paha. Tak sampai disitu, dalam keterangan, disebutkan pula jika Bripka Andre sempat kembali mengeluarkan rentetan tembakan yang membuat para penambang ketakutan.
"Kalau ada anggota kami yang tidak benar, dapat melaporkan langsung kepada kami," kata Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Guntur dikutip dari Antara, Rabu (2/2).
Advertisement
Setelah kejadian, penambang lain yang menyaksikan kejadian itu disebut baru berani mengevakuasi korban saat Bripka Andre sudah pergi dari lokasi. Saat ini, Bripka Andre diketahui sudah dibawa ke Ambon untuk menjalani proses hukum oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku. Tak hanya itu, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku juga disebut langsung melakukaan pemeriksaan dari sisi kode etik. Disebutkan, bahwa Bripka Andre ternyata membekingi aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Botak.
"Kami turut berduka, dan akan memproses pelaku secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Pelaku saat ini sudah ditahan di Ambon," tutur Guntur.
Advertisement
Berikut video merekam momen saat anggota Brimob terlibat cekcok hingga menembak seorang warga, dilansir dari laman Instagram @majeliskopi08, Rabu (2/2/2022):