Cara mengatasi burnout di tempat kerja bisa dilakukan dengan beberapa hal. Salah satunya meditasi. Burnout sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi saat seseorang mengalami stres berat akibat pekerjaan.
Secara sederhana, burnout adalah kondisi stres kronis di mana pekerja merasa lelah secara fisik, mental, dan emosional yang disebabkan tekanan pekerjaannya. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja dan perlu diatasi dengan tepat, karena dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental.
Burnout biasanya ditandai oleh tiga hal. Pertama, rasa lelah dan kehabisan energi. Kedua, meningkatnya perasaan berjarak, merasa sinis dan negatif terhadap pekerjaan. Ketiga, menurunnya performa dan produktifitas kerja.
Kondisi ini biasanya terjadi pada orang-orang yang memaksakan diri untuk terus bekerja, pegawai yang merasa kurang mendapatkan apresiasi pekerjaan dari atasan, memiliki beban kerja berat, atau kegiatan kerja yang monoton.
Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya dlansir dari Alodokter dan berbagai sumber, Kamis (6/1/2022):
Advertisement
Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa burnout dipicu oleh stres berat di tempat kerja yang tidak teratasi sehingga membuat penderitanya kehilangan semangat bekerja, bahkan kehilangan minat untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Burnout bukanlah diagnosis medis. Beberapa ahli menyatakan, bahwa kondisi lain seperti depresi adalah penyebabnya. Setiap orang tentu pernah merasa kelelahan dan stres dalam bekerja. Akan tetapi, seorang yang mengalami burnout cenderung akan merasakan atau menampakkan ciri-ciri seperti:
- Hilangnya semangat bekerja dan selalu merasa kelelahan
- Benci dengan pekerjaan yang digeluti
- Performa kerja menurun
- Mudah marah
- Menarik diri dari lingkungan sosial
- Mudah sakit
Penyebab dari burnout syndrome ini sendiri bisa dikarenakan oleh beberapa hal, di antaranya:
Advertisement
Burnout dapat disebabkan karena ketidakmampuan untuk membuat keputusan yang memengaruhi pekerjaan. Seperti jadwal, penugasan, atau beban kerja.2. Dinamika Disfungsional Tempat KerjaBurnout syndrome juga bisa dipicu saat seseorang merasa diintimidasi di kantor. Atau saat mereka merasa diremehkan oleh kolega atau atasan di tempat kerja. 3. Kurangnya Dukungan SosialJika Anda merasa terisolasi di tempat kerja dan dalam kehidupan pribadi, Anda mungkin akan merasa lebih stres dan tertekan. Terlebih lagi tidak ada seseorang yang bisa mendampingi saat merasa terintimidasi. 4. Ketidakseimbangan Kehidupan KerjaJika pekerjaan Anda menghabiskan begitu banyak waktu dan upaya sehingga Anda tidak punya energi untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman Anda, Anda mungkin dapat mengalami burnout parah.
Advertisement
Burnout syndrome yang tidak teratasi dengan baik dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, jika gejala atau ciri-ciri burnout muncul, segeralah untuk mengatasinya dengan melakukan langkah-langkah berikut: 1. Buat PrioritasBuatlah prioritas pekerjaan dari yang penting ke yang kurang penting. Dengan begitu, Anda tahu mana yang perlu dikerjakan terlebih dahulu, sehingga energi yang terkuras tidak terlalu banyak.2. Bicarakan dengan Atasan Jika Anda merasakan ada hal yang menganggu di tempat kerja, jangan ragu untuk komunikasikan dengan atasan. Contoh, jika merasa atasan terlalu banyak memberikan pekerjaan, cobalah untuk sampaikan bahwa Anda terbebani dan membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikannya. 3. Kurangi Ekspektasi Atur pola pikir dan bersikaplah realistis, sehingga Anda dapat menurunkan ekspektasi terhadap pekerjaan yang tengah dikerjakan. Dengan begitu, kecemasan dan stres di tempat kerja dapat berkurang. Selain itu, jangan lupa untuk memberi apresiasi terhadap diri sendiri atas hal-hal yang sudah dilakukan.
Advertisement
Jika Anda merasa stres atau tertekan terhadap pekerjaan, cobalah kurangin beban Anda dengan bercerita dengan teman terdekat. Meski tidak selalu mendapatkan solusi, cara ini dapat membantu melepaskan emosi negatif dan mengurangi stres pekerjaan.5. Jaga Keseimbangan Hidup dan Pekerjaan Burnout juga bisa diatasi dengan selalu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Cobalah untuk bertemu dengan teman-teman selesai bekerja. Hal ini akan membuat pikiran kembali jernih. Atau, jika diperlukan ambil lah cuti untuk berlibur atau beristirahat.
Advertisement
Terapkan gaya hidup sehat dengan cara mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup. Hal-hal ini dapat mendukung tubuh yang sehat dan pikiran yang lebih mudah fokus, sehingga menurunkan risiko terjadinya burnout.7. Lakukan MeditasiMeditasi adalah cara yang terbukti ampuh untuk mengurangi gejala pada sejumlah gangguan kesehatan fisik dan mental, termasuk kecemasan dan juga burnout syndrome. Lakukan secara rutin setiap hari minimal selama 10 menit untuk melatih otak agar lebih rileks.