Hingga kini, dunia masih terus berperang melawan penyebaran Covid-19. Berbagai upaya dilakukan demi tercapainya kesembuhan dunia. Baik oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemerintah setiap negara, institusi, lembaga hingga segala elemen masyarakat dunia.
Namun siapa sangka, akibat pandemi ini banyak masyarakat yang lebih menjaga kesehatan terutama keluarga. Bahkan, niat sehat tersebut justru bisa menghasilkan pemasukan tambahan di tengah masa pandemi ini. Seperti yang dirasakan oleh Miftahul Jannah, ibu satu anak yang menjual diffuser.
Simak informasi wawancara oleh merdeka.com berikut ini.
Advertisement
Dapat Cuan Double
Covid-19 juga berdampak di sejumlah sektor kehidupan. Tak sedikit pula para pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi ini. Namun, Miftahul Jannah ini justru bisa mendapatkan pemasukan tambahan selain profesinya sebagai perawat.
"Awalnya aku cuma iseng saja memang karena kepingin diffuser nya sudah dari kuliah. Untungnya (saat jualan diffuser) ga cuma dapat 1, saat bulan pertama join langsung dapat 5 yang beli paket," ungkapnya.
"Langsung deh dapat bonus hampir Rp3 jutaan melebihi gaji saat itu jadi perawat. Saat pandemi orang kehilangan pekerjaan aku malah dapat cuan double ðŸ¤ðŸ¤," terangnya saat dihubungi merdeka.com.
Bisa Menyehatkan Keluarga
Melihat peluang tersebut, Miftahul Jannah memutuskan untuk kerja di rumah saja dan melanjutkan bisnis diffuser. Wanita yang akrab disapa Itak ini mengaku saat itu pandemi masih belum tinggi di Kalimantan. Akan tetapi saat sudah merajalela, tekad untuk bekerja di rumah pun kian bulat.
Apalagi diketahui Covid-19 bisa menyerang siapa saja dan tidak pandang bulu. Sehingga dia memutuskan untuk giat berbisnis diffuser tersebut. Terlebih Itak tidak perlu mengantar barang ke rumah masing-masing konsumen. Hal itu membuatnya lebih aman dan terhindar dari infeksi Covid-19.
"Ditambah lagi dengan diffuser YL ini sangat support banget buat daya tahan tubuh keluarga dan membantu banget meringankan gejala- gejala covid," jelasnya.
"disclaimer ya, bukan menyembuhkan dan bukan obat," tambahnya.