Gejala Gangguan Bipolar, Pahami Pula Penyebab dan Cara Mengobatinya

Gejala gangguan bipolar perlu diketahui setiap individu. Karena, timbulnya gejala bipolar tidak bisa dianggap sepele dan dibiarkan begitu saja serta harus segera mendapatkan pengobatan.

Billy Adytya Kurniawan
Oleh Billy Adytya Kurniawan - Reporter
Gejala Gangguan Bipolar, Pahami Pula Penyebab dan Cara Mengobatinya
ilustrasi bipolar. ©www.earthwalkcommunity.com

Gejala gangguan bipolar perlu diketahui setiap individu. Karena, timbulnya gejala bipolar tidak bisa dianggap sepele dan dibiarkan begitu saja serta harus segera mendapatkan pengobatan.

Gangguan bipolar sendiri merupakan gangguan mental yang ditandai dengan adanya perubahan emosi dengan drastisnya. Individu yang merupakan penderita bipolar biasanya akan merasakan gejala mania (terlalu senang) dan juga depresif (begitu terpuruk).

Terdapat beberapa gejala gangguan bipolar yang harus menjadi perhatian Anda. Berikut adalah gejala gangguan bipolar lengkap beserta penyebab dan cara mengobatinya seperti dirangkum dari Alodokter:

Penyebab Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar umumnya yang ditandai dengan perubahan emosi drastis, mulai dari sangat bahagia menjadi sangat sedih. Dari percaya diri menjadi sangat pesimis, dari bersemangat menjadi begitu malas melakukan aktivitas.

Tiap fase emosi ini berlangsung dalam hitungan minggu atau juga bisa bulan. Tak hanya pada orang dewasa saja, gangguan bipolar juga dapat terjadi pada anak. Penyebab terjadinya gangguan bipolar belum diketahui.

Akan tetapi ada dugaan bahwa gangguan bipolar merupakan dampak dari adanya gangguan senyawa alami yang berfungsi menjaga otak (neurotransmitter). Gangguan ini sendiri diduga dapat dipicu beberapa faktor, antara lain:

- Genetik
- Sosial
- Lingkungan
- Fisik

Pengobatan Gangguan Bipolar

Ketika menangani gangguan bipolar, dokter akan mengajukan penggunaan obat atau pun terapi khusus. Guna menentukan metode yang tepat, pasien ini memerlukan pemeriksaan langsung ke dokter.

Gangguan bipolar yang tanpa mendapat penanganan akan menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan penderitanya. Dampak buruk yang akan dialami antara lain adalah:

- Performa di sekolah atau tempat kerja memburuk

- Kecanduan alkohol hingga penyalahgunaan NAPZA

- Rusaknya hubungan sosial, misalnya dengan pasangan, kerabat, atau orang lain

- Permasalahan keuangan (finansial)
Menimbulkan keinginan hingga percobaan bunuh diri

Gejala Pengidap Gangguan Bipolar Fase Mania

Ada dua fase dalam gangguan bipolar itu sendiri, yakni fase mania (naik) dan depresi (turun). Pada periode mania, pengidap akan terlihat sangat bersemangat, enerjik dan berbicara dengan tepat.

Berikut adalah beberapa gejala yang akan dialami pengidap gangguan bipolar di fase mania seperti dikutip dari Halodoc:

- Merasa sangat bersemangat, senang, atau mudah tersinggung atau sensitif.

- Merasa sangat gelisah.

- Memiliki penurunan kebutuhan untuk tidur.

- Kehilangan nafsu makan.

- Berbicara dengan sangat cepat tentang banyak hal berbeda.

- Merasa seperti pikirannya berpacu.

- Berpikir bisa melakukan banyak hal sekaligus atau satu waktu.

- Melakukan hal-hal berisiko yang menunjukkan penilaian yang buruk, seperti makan dan minum secara berlebihan, menghabiskan atau memberikan banyak uang, atau melakukan hubungan seks yang sembrono.

- Merasa mereka sangat penting, berbakat, atau kuat.

Gejala Pengidap Gangguan Bipolar Fase Depresi

Dalam fase ini, pengidapnya akan terlihat sedih, lesu dan kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Berikut adalah gejala pengidap gangguan bipolar di fase depresi:

- Merasa sangat sedih, hampa, khawatir, atau putus asa.

- Merasa sangat gelisah.

- Kesulitan tidur, bangun terlalu pagi, atau terlalu banyak tidur.

- Peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan.

- Berbicara dengan sangat lambat, merasa tidak ada yang ingin mereka katakan, atau banyak lupa.

- Kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan.

- Merasa tidak mampu melakukan bahkan hal-hal sederhana.

- Memiliki sedikit minat pada hampir semua aktivitas, dorongan seks yang menurun atau tidak ada, atau ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan (“anhedonia”).

- Merasa putus asa atau tidak berharga, dan munculnya pikirkan tentang kematian atau bunuh diri.

Rekomendasi