Tanda dan gejala hipertensi patut untuk diketahui dan diwaspadai oleh semua orang. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah kita mencapai angka 140/90 mmHg atau lebih.
Jika tak segera ditangani, kondisi ini bisa mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa seperti munculnya penyakit jantung, stroke, bahkan kematian. Tekanan darah adalah kekuatan yang diberikan sirkulasi darah pada pembuluh darah.
Besarnya tekanan ini bergantung pada resistensi pembuluh darah dan seberapa keras jantung bekerja. Semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan semakin sempit pembuluh darah arteri, maka tekanan darah akan semakin tinggi.
Lalu, apa saja tanda da gejala hipertensi yang harus diwaspadai? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman Alodokter dan berbagai sumber, Rabu (8/12/2021):
Advertisement
Merangkum dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tekanan darah biasanya ditulis dalam dua angka. Angka pertama (sistolik) mewakili tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung berdetak.
Sedangkan angka kedua (diastolik) mewakili tekanan pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detaknya. Seseorang yang mengalami hipertensi ketika ia memiliki tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.
Hipertensi yang berkelajutan dan tak kunjung ditangani dapat mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa. Kondisi ini sekaligus meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, bahkan kematian.
Maka dari itu, kita seharusnya rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Setidaknya, orang dewasa dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah, termasuk tekanan darah minimal setiap lima tahun sekali.
Advertisement
Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, maka kemungkinan mengalami hipertensi menjadi lebih tinggi. Adapun beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko hipertensi, adalah:
- Berusia di atas 65 tahun
- Konsumsi makanan tinggi garam berlebihan
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Adanya riwayat keluarga dengan kondisi medis yang sama
- Kurang asupan buah dan sayuran
- Jarang berolahraga
- Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman yang mengandung kafein
- Mengonsumsi minuman beralkohol
Penyebab HipertensiHipertensi sendiri dibagi menjadi dua jenis yakni hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer tidak diketahui penyebabnya dengan pasti, sedangkan hipertensi sekunder dapat terjadi antara lain akibat penyakit ginjal, sleep apnea, dan kecanduan alkohol.1. Hipertensi primer Pada kebanyakan orang dewasa, penyebab tekanan darah tinggi ini tidak dapat diidentifikasi. Jenis hipertensi ini cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. 2. Hipertensi sekunder Pada jenis hipertensi ini, orang memiliki penyebab tertentu mengalami tekanan darah tinggi. Hipertensi sekunder cenderung muncul secara tiba-tiba. Kabar buruknya, jenis hipertensi ini justru bisa menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dibanding hipertensi primer.
Advertisement
Hipertensi merupakan penyakit yang berbahaya, karena bisa terjadi tanpa gejala. Bahkan, pada beberapa kasus, gejalanya baru muncul setelah hipertensi parah. Namun, ada beberapa gejala dan tanda yang mungkin muncul, seperti:
- Mual
- Muntah
- Sakit kepala
- Mimisan
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Gangguan penglihatan
- Telinga berdenging
- Gangguan irama jantung
- Darah dalam urine
Cara MencegahHipertensi bisa dicegah dengan melakukan beberapa kegiatan. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat bisa membantu mengurangi peluang mengalami hipertensi, seperti: 1. OlahragaRutin melakukan olahraga bisa mencegah seseorang mengalami hipertensi. Anda bisa melakukan olahraga sedang seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda atau berenang. Sebaiknya, olahraga rutin dilakukan dalam kurun waktu 5 hari dalam seminggu untuk mengoptimalkan hasilnya.
Advertisement
Perbanyak konsumsi makanan rendah lemak dan perbanyak makan buah dan sayur yang kaya akan serat. 3. Batasi Konsumsi GaramSepeti yang kita ketahui, konsumsi tinggi garam bisa meningkatkan tekanan darah. Asupan garam rata-rata tiap orang umumnya sekitar 9 hingga 12 gram sehari. Untuk itu, WHO menyarankan melakukan pengurangan asupan hingga 5 gram per hari untuk mengurangi risiko hipertensi dan masalah kesehatan lainnya. 4. Hindari konsumsi minuman beralkoholAlkohol dan rokok diketahui dapat meningkatkan tekanan darah. Maka, menghindari atau berhenti mengonsumsi alkohol dan rokok bisa mengurangi risiko hipertensi. Mengurangi minuman berkafein juga bisa mencegah risiko hipertensi.
Advertisement
Stres bisa memicu berbagai jenis penyakit, tak terkecuali hipertensi. Sebagai langkah pencegahan tekanan darah tinggi, sebaiknya Anda juga perlu menngurangi stres.
Menghindari atau belajar manajemen stres bisa membantu seseorang mengontrol tekanan darah. Anda bisa melakukan meditasi, mandi air hangat, yoga, atau berjalan ringan sebagai teknik relaksasi untuk melepas stres.
Hipertensi memiliki istilah sebagai silent killer atau penyakit yang membunuh secara diam-diam. Hal ini karena penderita hipertensi umumnya tidak mengalami gejala apa pun, sampai tekanan darahnya sudah terlalu tinggi dan mengancam nyawa. Oleh sebab itu, penting untuk rutin memeriksakan tekanan darah untuk mengetahuinya.