Mengatasi social anxiety disorder memang membutuhkan cara yang tepat. Social anxiety disorder atau fobia sosial adalah salah satu jenis fobia yang ditandai dengan rasa takut atau cemas berlebihan. Terutama ketika berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Social anxiety disorder harus segera ditangani. Sebab, social anxiety disorder bisa memberikan dampak kepada penderitanya. Mulai dari terganggunya kegiatan sehari-hari hingga kualitas hidup sang penderita juga ikut terganggu. Namun, untuk mengatasi social anxiety disorder atau fobia sosial harus dengan cara yang tepat.
Lantas bagaimana cara mengatasi sosial anxiety disorder yang tepat? Melansir dari Alodokter, Rabu (6/10), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Social Anxiety Disorder
Sebelum mengetahui cara mengatasi social anxiety disorder, ada baiknya mempelajari fobia ini terlebih dahulu. Seperti diketahui, penderita fobia sosial akan merasa panik dan cemas ketika bertemu dengan orang lain. Tak hanya itu saja, perasaan tersebut juga bisa muncul jika penderita berada di tempat umum.
Hal ini lantaran mereka merasa takut atau khawatir jika diperhatikan oleh orang lain. Mereka juga takut dinilai dan dikritik oleh orang sekitarnya. Tak jarang, para penderita takut melakukan sesuatu di depan umum. Mereka merasa khawatir orang lain bisa mempermalukan atas segala sesuatu yang dilakukannya.
Karenanya, penderita social anxiety disorder lebih banyak memilih untuk menghindari bersama atau bertemu dengan orang lain. Khususnya bukan dari keluarga inti. Akibatnya, mereka akan semakin sulit mendapat teman dan terkadang menjadi tidak bisa menjaga hubungan pertemanan.
Advertisement
Gejala Social Anxiety Disorder
Social anxiety disorder atau fobia sosial bisa ditandai dengan beberapa ciri. Jika biasanya interaksi sosial dianggap biasa saja, namun bagi penderita justru menjadi sebuah masalah. Para penderita biasanya akan fobia berbicara dengan orang saing, memulai pembicaraan, melakukan kontak mata, memasuki ruangan penuh orang hingga takut pergi ke sekolah atau tempat kerja.Selain gejala-gejala tersebut, terdapat gejala social anxiety disorder yang dibagi menjadi dua golongan. Berikut gejala-gejala penderita social anxiety disorder
Gejala Psikis
- Menghindari penggunaan toilet umum
- Menghindari acara pesta sebab tidak suka berada di keramaian
- Menghindari makan, minum bahkan bekerja di tempat umum
- Menghindari pusat perbelanjaan atau tempat ramai lainnya
- Merasa sangat cemas jika ada orang yang tahu dirinya stres
- Merasa sangat takut jika ada orang yang tahu dirinya tengah gugup
- Merasa panik ketika menerima panggilan telepon
Gejala Fisik
- Detak jantung menjadi lebih cepat
- Tubuh gemetar dan berkeringat
- Sulit bernapas
- Sulit berbicara
- Merasa ingin pingsan
- Sakit kepala
- Pusing
- Wajah atau pipi menjadi merah
- Otot terasa tegang
- Kelelahan
- Mual atau perut terasa tidak enak
- Diare
Advertisement
Penyebab Social Anxiety Disorder
Sebelum beralih ke cara mengatasi social anxiety disorder, ada baiknya mengenal penyebab dari fobia sosial ini. Sebenarnya, masih belum diketahui secara pasti penyebab social anxiety disorder. Akan tetapi, dari hasil penelitian menunjukkan fobia sosial bisa dipicu oleh beberapa faktor.Berikut penyebab atau faktor yang memicu social anxiety disorder:1. Genetik
Seorang anak bisa menderita fobia sosial akibat dari meniru tingkah laku orang tuanya yang juga menderita social anxiety disorder.2. Lingkungan
Social anxiety disorder juga bisa muncul pada seseorang karena lingkungannya. Misalnya dibesarkan di lingkungan keluarga terlalu protektif hingga alami kekerasan dalam keluarga. Selain itu juga bisa karena pernah mengalami pengalaman buruk seperti bullying atau pelecehan seksual.3. Struktur Otak
Penyebab fobia sosial juga diduga berkaitan dengan amigdala. Amigdala merupakan bagian otak yang berfungsi untuk mengendalikan perasaan cemas, pikiran hingga mengatur respons terhadap rasa takut. Jika menderita fobia sosial, itu berarti bisa terjadi karena amigdala terlalu aktif bekerja.4. Kekurangan Hormon Serotonin
Kondisi ini juga bisa saja berkaitan dengan hormon serotonin. Hormon ini berfungsi untuk mengatur suasana hati.
Advertisement
Cara Mengatasi Social Anxiety Disorder
Para penderita social anxiety disorder sebenarnya menyadari kondisinya. Dia menyadari jika memiliki rasa cemas dan takut berlebihan bahkan tidak wajar. Akan tetapi, banyak dari mereka yang tidak mengerti dan tahu cara mengatasi social anxiety disorder. Padahal fobia sosial ini harus segera ditangani dengan tepat.Terdapat tiga cara mengatasi social anxiety disorder yang bisa dipelajari sebelum dilakukan. Berikut beberapa cara mengatasi social anxiety disorder:
1. Pengobatan Medis
Cara mengatasi social anxiety disorder yang pertama adalah dengan menjalani pengobatan medis. Penggunaan obat-obatan untuk penderita harus sesuai arahan dan di bawah pengawasan dokter. Sebab, obat-obatan bagi penderita fobia sosial tidak bisa digunakan sembarangan. Beberapa obat-obatan yang biasanya digunakan oleh para penderita antara lain paroxetine atau sertraline. Pemakaian obat-obatan ini juga memungkinkan menimbulkan efek samping. Mulai dari sakit kepala, mual, sakit perut hingga sulit tidur.
Advertisement
2. Terapi Relaksasi
Cara mengatasi social anxiety disorder selanjutnya adalah dengan terapi relaksasi. Pada terapi ini, penderita akan diajarkan teknik meditasi dan pernapasan. Dengan begitu, penderita bisa melakukan relaksasi sendiri di rumah. Sehingga mereka merasa lebih santai dan seiring waktu fobia sosial mampu teratasi.Sayang, teknik ini hanya mampu membantu mengurangi stres yang timbul akibat fobia sosial tertentu. Cara ini juga dinilai kurang efektif untuk mengatasi social anxiety disorder secara umum.
3. Psikoterapi
Cara terakhir mengatasi social anxiety disorder yakni dengan psikoterapi. Metode ini adalah terapi perilaku dan cognitive behavioral therapy (CBT). Di mana terapis akan membantu penderita mengenali rasa takut. Sekaligus bisa melatih mengubah rasa takut serta cemas menjadi perasaan lebih menyenangkan.Menariknya, terapi ini tidak hanya bisa menyembuhkan gejala. Melainkan juga bisa menyembuhkan fobia sosial itu sendiri. Jadi, jika penderita sudah berhasil sembuh, maka kecil kemungkinan fobia tersebut datang kembali.