Publik digemparkan dengan video aksi seorang calon mertua yang melayangkan tendangan ke arah pengantin pria. Acara mendadak ricuh.
Aksi tak terduga dari pria paruh baya tersebut turut menyulut emosi pengantin pria. Alhasil, sang pengantin pria mantap melaporkan ke pihak berwajib.
Seperti apa cerita selengkapnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Advertisement
Acara Bubar
Sabtu (25/9) lalu, video singkat yang memperlihatkan aksi calon mertua terhadap mempelai pria viral di media sosial. Setelah terjadi kericuhan, akad nikah yang berlangsung di Oimbo, Rasanae Timur, Kota Bima, NTB itu disebut langsung bubar.
Kasi Humas Polres Bima Kota Iptu Jufrin menuturkan, pernikahan tersebut langsung didatangi pihak Polsek setempat untuk ditengahi. Hal itu semata-mata agar tidak terjadi keributan lebih lanjut.
"Itu (acara pernikahan) bubar, itu bubar. Bubar terus Polsek setempat langsung mendatangi ke lokasi kejadian, langsung mengarahkan, langsung dilerai, ditengahi masyarakatnya untuk tidak ribut," ungkap Iptu Jufrin saat dihubungi merdeka.com.
Advertisement
Langsung Lapor Polisi
Buntut dari perkara sang calon mertua, pengantin pria langsung membuat laporan. Ia tak terima dengan perlakuan yang dilayangkan.
Seketika, di hari yang sama dengan kejadian, pengantin pria langsung melapor pihak berwajib.
"Si mempelai pria ini melaporkan kejadian tersebut, penganiayaannya, dilaporkan pas hari H kejadian itu," imbuh Iptu Jufrin.
Tindakan Persuasif
Meski sang pengantin pria melayangkan laporan, namun pihak kepolisian masih mengupayakan tindakan persuasif.
Iptu Jufrin mengungkap, hal tersebut didasari alasan lantaran pihak yang berseteru telah merajut hubungan keluarga. Sehingga, permasalahan itu disebut bakal dirampungkan dengan pendekatan kekeluargaan.
"Ini kita usahakan persuasif dikarenakan juga mereka sudah berkeluarga, mungkin kita usahakan persuasif dengan pendekatan kekeluargaan dulu," ungkap Iptu Jufrin.
Advertisement
Calon Mertua Tendang Pengantin Pria
Sebelumnya, pernikahan yang digelar pada 14 Agustus lalu diawali dengan kericuhan akad nikah. Hal ini bermula dari sang calon mertua yang menyebut nama hewan menggunakan bahasa daerah setelah menuntun akad dengan membaca istighfar dan syahadat.
Kalut dan emosi yang tertahankan lantas diluapkan oleh sang ayah dengan melempar tendangan. Menurut Kapolsek Rasanae Timur Iptu Surato, keterlambatan pengantin pria menjadi penyebab amarah pihak keluarga mempelai wanita.
"Empat kali ditunggu oleh KUA di tempat (akad nikah) yang disediakan, namun pengantin pria tak kunjung datang. Selain karena perbuatan pengantin pria. Keterlambatan pengantin pria juga memicu amarah sang mertua dan pihak keluarga," ungkapnya.
Beruntunglah tidak terjadi perkelahian yang berlanjut. Sang mertua segera dilerai dan ditenangkan. Akad nikah pun gagal dan dilanjutkan via telepon.
Advertisement
Video
Berikut video selengkapnya saat sang calon mertua melayangkan tendangan ke arah pengantin pria saat akad nikah.