Tes Bipolar yang Bisa Dilakukan, Ketahui Gejala dan Cara Diagnosisnya

Tes bipolar yang perlu diketahui, pahami gejalanya jangan asal mendiagnosa.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Tes Bipolar yang Bisa Dilakukan, Ketahui Gejala dan Cara Diagnosisnya
Ilustrasi bipolar diorder. ©2016 Merdeka.com

Tes bipolar kini tengah marak ditemukan di masyarakat yang dilakukan secara online. Namun, apakah tes tersebut akurat atau tidak dalam mendiagnosis bipolar hingga kini masih menjadi perdebatan. Tes melalui internet itu biasanya dilakukan lewat berbagai situs. Anda akan diminta mengisi data diri dan menjawab sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan emosi.

Tes bipolar secara online sebenarnya dapat membantu untuk menentukan apakah seseorang memiliki risiko gangguan kesehatan mental atau tidak. Akan tetapi, tes ini tidak dapat mendiagnosis seseorang mengalami gangguan kesehatan mental.

Untuk itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui gejala awal untuk segera meminta pertolongan ahli. Simak ulasa selengkapnya dilansir dari laman halodoc dan berbagai sumber:

Apa itu Bipolar?

Sebelum menjawab pertanyaan soal tes bipolar, Anda harus mengetahuii terlebih dahulu tentang apa itu bipolar. Gangguan bipolar atau dikenal juga dengan sebutan bipolar disorder adalah kondisi mental yang menyebabkan terjadinya perubahan mood yang ekstrem pada penderitanya.

Kondisi ini membuat orang dengan gangguan bipolar memiliki episode mood sangat bahagia (mania) dan sangat sedih (depresi), yang fluktuatif. Kondisi ini tentu akan mengganggu kesehatan mental, cara berpikir, mood, dan sikap serta kebiasaan penderitanya.

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang, seperti:

  • faktor biologis
  • pengalaman hidup (termasuk di dalamnya trauma masa lalu)
  • adanya riwayat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan mental

Penyebab pasti dari gangguan bipolar sendiri sebenarnya masih belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, ada dugaan bahwa bipolar adalah dampak dari adanya gangguan pada senyawa alami yang bertugas menjaga fungsi otak (neurotransmitter). Gangguan pada fungsi otak tersebut dapat dipengaruhi oleh pengaruh sosial, fisik, genetika, dan juga lingkungan.

Ciri Penderita Bipolar

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa penderita bipolar biasanya mengalami perubahan mood yang dinamakan mania dan depresi. Selama episode mania, beberapa ciri dan gejala yang dapat muncul dari pengidap bipolar diantaranya:

  • Merasa terlalu bahagia dan bersemangat
  • Sangat sensitif dan mudah tersinggung
  • Banyak makan
  • Kurang tidur
  • Bersikap gegabah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berisiko
  • Berbicara dengan sangat cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu topik ke yang lainnya
  • Mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan penilaian atau pembuatan suatu keputusan
  • Pengidap bisa juga merasa melihat atau mendengar hal misterius

Sementara itu, ketika memasuki episode depresi, beberapa tanda dan gejala gangguan bipolar adalah:

  • Merasa sangat bersedih dan kehilangan harapan
  • Kehilangan ketertarikan dalam melakukan kegiatan sehari-hari
  • Makan lebih sedikit
  • Merasa ngantuk dan malas
  • Merasa minder dan insecure
  • Sulit berkonsentrasi
  • Memiliki pemikiran untuk bunuh diri

Bagaimana Cara Mendiagnosis Bipolar?

Jika seseorang terlihat memiliki ciri-ciri seperti di atas, ada baiknya untuk mencoba berkonsultasi dengan tenaga ahli seperti psikiater atau psikolog. Untuk menentukan gangguan bipolar pada seseoang, biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes. Pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Sejumlah tes fisik dan laboratorium dilakukan untuk mengidentifikasi masalah medis yang menyebabkan gejala.Kemudian dilakukan penilaian psikiatri. Biasanya, pada penilaian psikiatri, Anda akan diminta untuk mengisi kuesioner psikologi dan penilaian diri. Selain itu, orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat juga akan dimintai informasi tentang Anda.Ketiga, diagram suasana hati. Dalam melakukan sejumlah tes, Anda mungkin diminta untuk menulis catatan harian tentang suasana hati, pola tidur, atau faktor lain yang membantu diagnosis. Keempat, Psikiater akan membandingkan gejala Anda dengan kriteria gangguan bipolar yang sudah ada.Untuk itu, Anda tidak bisa meng-klaim bahwa seseorang menderita bipolar hanya berdasarkan tes online yang dilakukan di internet. Diagnosis  pasti mengenai kondisi bipolar hanya dapat diberikan tenaga profesional, seperti dokter kejiwaan, psikolog, atau psikiater.

Perawatan Bipolar

Melansir dari laman Medical News Today, berikut beberapa jenis perawatan yang bisa dilakukan penderita gangguan bipolar, diantaranya: Obat-obatan Untuk mengatasi maniak dan depresi dokter biasaya akan meresepkan beberapa jenis obat-obatan. Obat-obatan tersebut biasanya diresepkan dalam jangka panjang, setidaknya 6 bulan.PsikoterapiKonseling psikologis atau yang kerap disebut psikoterapi juga biasanya dilakukan untuk mengontrol gejala gangguan bipolar. Tak hanya konseling, biasanya psikoterapi juga mencakup pendidikan dan dukungan dari orang-orang terdekat.Terapi perilaku kognitif (CBT) Terapi ini berfokus pada individu dan keluarga. Hal ini bertujuan untuk mencegah kambuhnya gejala dari gangguan bipolar. Terapi ritme interpersonal dan sosial yang dikombinasikan dengan CBT juga bisa membantu meredakan gejala depresi.Terapi elektroconvulsive (ECT)

 

Berbeda dengan CBT. Terapi ini menggunakan anestesi dan sedikit kejutan listrik. Sebenarnya terapi ini baru akan digunakan ketika bentuk terapi lain tidak efektif untuk perawatan penderita bipolar. Merubah Gaya HidupSelain perawatan dari dokter, penderita bipolar harus sadar akan penyakit yang dideritanya. Memiliki gaya hidup sehat bisa membantu mengontrol gejala dari gangguan bipolar. Rutinitas seperti makan makanan sehat, tidur teratur dan cukup, serta berolahraga bisa menjaga stabilitas suasana hati seseorang.

Rekomendasi