Buku-buku Terlarang Kelompok Teroris Isinya Mengerikan, Polisi & TNI Harus Hati-Hati

Buku-buku terlarang kelompok teroris yang isinya mengerikan.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Buku-buku Terlarang Kelompok Teroris Isinya Mengerikan, Polisi & TNI Harus Hati-Hati
Buku-buku Terlarang Kelompok Teroris. YouTube Deddy Corbuzier ©2021 Merdeka.com

Baru-baru ini terungkap buku-buku terlarang kelompok teroris. Isi dari buku tersebut diketahui sangat mengerikan. Bagaimana tidak, di sana dijelaskan boleh melakukan kekerasan ke anggota polisi dan TNI.

Bukan hanya itu, aparat negara dan ulama yang tidak sepaham dengan mereka pun bisa di bunuh. Lantas bagaimana potret dan penjelasan terkait buku-buku terlarang tersebut?

Melansir dari akun YouTube Deddy Corbuzier, Kamis (24/6), simak ulasan informasinya berikut ini.

Terungkap buku-buku terlarang kelompok teroris yang mungkin banyak orang tidak mengetahuinya. Buku-buku ini mengandung pemahaman yang mengerikan.

"Ini adalah buku yang menghalalkan untuk membunuh polisi, tentara dan aparat negara?" tanya Deddy Corbuzier sembari membawa bukunya.

"Betul, termasuk ulama yang tidak sepaham dengan mereka," ujar Pengurus MUI Pusat Bidang Penanganan Terorisme, M. Najih Arromadloni.

"Ini bukunya yang mengajarkan hal tersebut?" tanya Deddy lagi.

"Iya," jawabnya.

Mengerikannya lagi, buku-buku tersebut bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. Buku itu baru 0,1 persen dari sekian banyak yang bisa diakses. Buku-buku itu juga memiliki beragam isi dan konsep pemahaman berbahaya.

"Dan ini bisa didapat di?" tanya Deddy."Di internet, bisa diakses bebas oleh masyarakat. Dan ini baru 0,1 persen mungkin dari sekian banyak buku-buku sejenis yang beredar di internet kita, di media kita," jawab M. Najih."Ini yang?" tanya Deddy pada buku lainnya."Soal untuk mengkafirkan orang yang di luar kelompoknya," jawabnya."Ini?" tanya Deddy pada buku lainnya."Itu juga hampir sama terkait dengan kriteria Islam menurut mereka. Jadi parameter Islam atau tidaknya seseorang itu diukur dengan parameter mereka," jelasnya.

Dikatakan jika buku-buku ini berasal dari Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Suriah. Akan tetapi, buku tersebut diterjemahkan oleh salah satu warga Indonesia yakni Aman Abdurrahman, terpidana mati. Selain itu, buku-buku tersebut juga ada diterjemahkan oleh orang lain."Ini yang buat buku ini siapa?" tanya Deddy Corbuzier."Diterjemahkan oleh salah satu orang dari Indonesia yang sudah terpidana mati yaitu Aman Abdurrahman. Tetapi beberapa juga diterjemahkan oleh yang lain, bukan hanya Aman Abdurrahman," paparnya.

"Hukum memberontak kepada penguasa murtad?" tanya Deddy membaca salah satu judul buku."Iya. Buku itu memberikan legitimasi kepada seseorang untuk melakukan pemberontakan terhadap pemerintahannya," jawab M. Najih."Ini menentang demokrasi?" tanyanya lagi."Iya, betul. Negara dianggap kafir salah satunya karena mengadopsi sistem demokrasi," jelasnya.

Dijelaskan sebelumnya, buku-buku kelompok teroris ini sangat mudah diakses oleh masyarakat. Ibarat kata, mencari buku ini sama mudahnya dengan mengakses informasi lainnya.

"Dan ini bisa di akses oleh orang-orang dengan gampang gitu?" tanyanya."Iya, seperti mengakses informasi-informasi yang lain ya. Seperti membuka status Facebook lah," paparnya.

Berikut videonya.

Rekomendasi