Baduy merupakan suku yang berada di wilayah Lebak, Banten. Suku Baduy dikenal sebagai suku yang masih memegang teguh adat istiadat dan tradisi para leluhur mereka.
Banyak fakta unik dan menarik yang membuat banyak orang ingin mengetahui lebih jauh tentang Suku Baduy. Oleh karena itu, setiap harinya ada saja wisatawan yang mengunjungi Baduy.
Berikut ulasannya.
Advertisement
Jembatan Akar Berusia 90 Tahun
Fakta unik pertama yang menarik perhatian ialah keberadaan jembatan di atas sungai. Keindahan alam disuguhkan selama perjalanan memasuki pemukiman suku Baduy.
Para pendatang harus melewati jembatan yang terbuat dari akar pohon dan bambu. Jembatan ini berada sekitar 20 meter di atas permukaan sungai sebagai akses masuk ke pemukiman. Hebatnya meski terbuat dari akar dan susunan bambu, jembatan itu masih kokoh selama 90 tahun.
"Jembatan ini sudah ada sejak 90 tahun yang lalu," kata Claresta seperti dikutip dari kanal YouTube Trans7 Official, dalam acara Jejak Petualang.
Advertisement
Terima Oleh-Oleh Langsung Digantung
Seperti diketahui, suku Baduy terkenal akan keramahannya. Selain itu, ada tata adat yang ketat, baik bagi warga setempat sekaligus wisatawan yang datang.
Fakta unik selanjutnya, kebiasaan mereka setiap kali menerima oleh-oleh atau buah tangan.
"Digantungnya di situ (atap)? Nah ini biasanya kalau ada ayam jadi buah tangan, langsung digantungkan, karena nantinya akan diolah. Dan kalau yang memotongnya enggak boleh sembarang orang," ujar Claresta.
Advertisement
Rahasia Cantik Suku Baduy dengan Skincare Alami
Urang Kanekes, begitulah julukan bagi orang asli Suku Baduy. Mereka juga terkenal sebagai etnis yang didominasi akan kecantikan dan ketampanannya.
Tak sedikit masyarakatnya yang berparas cantik dan memesona. Ternyata ada perawatan alami yang digunakan untuk menjaga kesehatan kulit. Para gadis di sana memanfaatkan minyak atsiri alami yang terkandung pada batang Honje.
"Bahan yang kita gunakan adalah batang Honje. Cara menggunakannya pun gampang. Cukup kita kupas saja, lalu kita tumbuk pakai batu sampai pecah. Si Honje ini akan mengangkat sel kulit mati dan aromanya wangi sekali. Benar-benar terasa jadi halus," papar Claresta.
Advertisement
Manfaatkan Obat Tradisional dari Alam
Suku Baduy sejatinya masih memiliki pengetahuan unggul mengenai pengobatan tradisional. Khususnya tanaman obat yang diwariskan secara turun temurun.
Sebagian besar pekarangan rumah dan hutan sudah menjadi apotek hidup. Bahkan sejumlah tanaman dimanfaatkan sebagai minuman berkhasiat sehari-hari.
"Bahan-bahan godokan ini bukan bahan sembarangan. Tapi semua bahan ini memiliki manfaatnya masing-masing. Seperti kulit-kulit kayu ini. Ini ada kulit kayu jambu, kecapi dan kelapa. Ini berfungsi untuk mengatasi pegal linu dan sakit perut," pungkasnya.