Polisi Terus Buru Pelaku Pembegalan Warga Baduy di Jakarta Pusat, Saksi dan CCTV Masih Nihil

Polisi Jakarta Pusat masih kesulitan menemukan saksi dan rekaman CCTV terkait kasus pembegalan warga Baduy, Repan (16), di Jalan Pramuka Raya, dengan kerugian mencapai Rp4,5 juta.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi Terus Buru Pelaku Pembegalan Warga Baduy di Jakarta Pusat, Saksi dan CCTV Masih Nihil
Polisi menangkap empat pelaku jambret dan penadah di Muara Karang, Jakarta Utara, setelah berhasil merampas tas berisi dua ponsel dan dompet korban senilai Rp35 juta. (Planet Merdeka)

Kepolisian Sektor Cempaka Putih, Jakarta Pusat, terus berupaya mengungkap kasus pembegalan yang menimpa seorang warga Suku Baduy Dalam bernama Repan (16). Insiden tragis ini terjadi di Jalan Pramuka Raya, Kelurahan Rawasari, pada akhir Oktober 2023 lalu, saat korban sedang berjualan madu.

Hingga saat ini, pihak kepolisian menghadapi kendala signifikan dalam proses penyelidikan, terutama terkait minimnya saksi mata dan rekaman kamera pengawas (CCTV). Lokasi kejadian yang sepi pada dini hari menjadi salah satu faktor utama yang menyulitkan pengumpulan bukti.

Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Pengky Sukmawan, menyatakan bahwa pencarian saksi dan rekaman CCTV masih terus dilakukan untuk menemukan titik terang. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi para pelaku dan kronologi pasti dari tindak kejahatan tersebut.

Pencarian Saksi dan Bukti CCTV Terkendala

Proses penyelidikan kasus pembegalan yang menimpa Repan masih belum membuahkan hasil signifikan dalam hal pengumpulan bukti. Kompol Pengky Sukmawan menjelaskan bahwa hingga kini, jumlah saksi yang berhasil dimintai keterangan masih nihil, mengingat kejadian berlangsung pada dini hari.

Selain itu, pencarian rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) juga menghadapi hambatan serius. Polsek Cempaka Putih tidak menemukan rekaman CCTV yang secara langsung mengarah ke lokasi pembegalan, sehingga menyulitkan pelacakan pelaku.

"Karena memang CCTV tidak ada yang mengarah ke TKP saat kejadian terjadi. Kita masih upaya mencari CCTV pendukung di sekitaran wilayah," kata Kompol Pengky Sukmawan, menegaskan upaya berkelanjutan pihak kepolisian.

Meskipun demikian, kepolisian memastikan akan terus berupaya keras melakukan pencarian hingga mendapatkan petunjuk yang jelas. Harapannya, bukti-bukti tambahan dari area sekitar dapat membantu mengidentifikasi empat pria tak dikenal yang menjadi pelaku pembegalan warga Baduy ini.

Kronologi Pembegalan Warga Baduy Repan

Pembegalan terhadap Repan terjadi pada 26 Oktober 2023, sekitar pukul 04.15 WIB, di pinggir kali Jalan Pramuka Raya, Cempaka Putih. Saat itu, Repan sedang berjalan kaki sambil berjualan madu ketika tiba-tiba dihampiri oleh empat pria tidak dikenal.

Keempat terduga pelaku ini diketahui berboncengan menggunakan dua sepeda motor berwarna hitam. Mereka langsung merampas dua tas yang dibawa oleh Repan, sembari memperlihatkan sebilah senjata tajam yang diduga adalah celurit.

Akibat aksi keji tersebut, Repan mengalami luka sobek pada tangan kirinya. Selain itu, korban juga menderita kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp4,5 juta.

Kerugian tersebut meliputi ponsel, 10 botol madu yang masing-masing seharga Rp150 ribu, serta uang tunai sebesar Rp3 juta yang semuanya dirampas oleh para pelaku. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi kepolisian untuk segera menangkap para pelaku pembegalan yang meresahkan warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi