Bias adalah salah satu istilah dalam ilmu psikologi. Bias adalah sebuah istilah yang merujuk pada bentuk perilaku seorang individu saat berhadapan dengan pilihan. Umumnya, ada banyak pertimbangan dari seseorang tatkala hendak memutuskan sesuatu hal.
Salah satu pertimbangan tersebut antara lain berupa bias kognitif. Bias kognitif tersebut secara langsung mempengaruhi seseorang saat memutuskan pilihan.
Bias adalah ilmu dalam psikologi yang memiliki banyak jenis. Jenis-jenis bias tersebut tak lain dipicu oleh banyak faktor yang menjadi latar belakangnya.
Bias kognitif yang tak kunjung mendapatkan pembaruan informasi cenderung akan memberikan dampak negatif. Beberapa di antaranya yakni mampu membuat seseorang memilih keputusan yang salah hingga memicu banyak hal tak diinginkan lainnya.
Lantas, sebenarnya apa definisi dari bias tersebut? Simak penjelasan selengkapnya mengenai definisi bias, jenis, hingga cara menghindarinya yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.
Advertisement
Pengertian Bias
Secara istilah, bias adalah penyimpangan dalam berpikir yang cenderung mengalami kesalahan. Kondisi tersebut secara perlahan akan mempengaruhi penilaian dan keputusan seorang individu saat hendak memutuskan sesuatu hal.
Bias tersebut dapat terjadi sebagai akibat dari proses penyederhanaan otak manusia untuk menyerap dan menyederhanakan informasi yang berhasil diperoleh. Agar tak berlarut-larut dan kompleks, individu akan senantiasa meringkas segala informasi yang didapat.
Hasil dari penyederhanaan informasi tersebut kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menghasilkan suatu keputusan. Umumnya, bias di dalam otak manusia muncul dalam kombinasi antara pengalaman hidup, norma sosial, dan prasangka.
Kondisi bias tersebut apabila dibiarkan berlarut-larut, maka berisiko untuk menimbulkan distorsi. Berbagai prasangka saat hendak membuat keputusan cenderung akan meningkatkan subjektivitas daripada objektivitas suatu permasalahan itu sendiri.
Advertisement
Jenis-jenis Bias
Secara umum, bias terbagi menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis bias tersebut berasal dari sumber kognitif yang diterima oleh seorang individu sebelum membentuk sebuah keputusan. Ada pun jenis-jenis bias tersebut antara lain sebagai berikut,
1. Bias Informasi
Jenis bias yang pertama adalah bias informasi. Bias yang satu ini memicu prasangka bahwa segala informasi yang diterima oleh seorang individu akan selalu benar dan bernilai. Padahal, informasi tersebut belum tentu sepenuhnya benar.
Maka dari itu, ada baiknya untuk senantiasa melakukan konfirmasi atau menggali informasi lebih dalam terhadap suatu informasi tersebut. Terlebih, jika informasi tersebut menyangkut banyak pihak.
Advertisement
2. Bias Tindakan
Jenis bias yang kedua adalah bias tindakan. Bias tindakan merupakan munculnya anggapan mengenai tindakan yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan. Dalam hal ini, sebuah tindakan yang belum memiliki pola pasti dan terstruktur sudah dianggap sebagai jalan keluar.
Padahal, banyak pertimbangan yang seharusnya terus diolah agar menjadi suatu keputusan utuh dan menyelesaikan masalah. Contohnya, pengambilan keputusan saat anggota keluarga tengah dilanda musibah kebakaran rumah.
Banyak anggota keluarga lainnya yang hendak memberikan tindakan tertentu. Dari semua anggota keluarga yang memberikan pemikiran tersebut, semua berpikir bahwa tindakan dari buah pemikirannya tersebut merupakan jalan terbaik.
Padahal, beberapa tindakan yang diusulkan tersebut belum tentu tepat dan cocok untuk diterapkan kepada korban. Hal tersebut lantaran masih banyak faktor yang perlu diamati dan dipertimbangkan sebelum mengambil tindakan.
Advertisement
3. Bias Konfirmasi
Selain bias tindakan, ada pula jenis bias yang juga cukup berbahaya. Jenis bias kedua tersebut adalah bias konfirmasi. Jenis bias yang satu ini memunculkan pemikiran untuk meyakinkan diri sendiri mengenai sebuah informasi.
Banyak prasangka yang muncul setelah mendapatkan informasi dari luar. Prasangka tersebut yang kemudian membentuk sebuah keyakinan terhadap berbagai aspek. Padahal, prasangka tersebut belum tentu sepenuhnya benar.
Individu lantas cenderung untuk mencari segala informasi guna meyakinkan diri sendiri bahwa prasangka tersebut memang sepenuhnya benar. Bahkan, otak cenderung tak memilah informasi yang masuk, asalkan mampu menguatkan prasangka tersebut.
Sebagai contoh, prasangka seorang individu yang terbentuk usai dirinya mendapatkan informasi mengenai efek samping dari obat tertentu. Prasangka tersebut lantas muncul terus-menerus dan memicu individu tersebut untuk meyakinkan diri mengenai efek samping yang ditimbulkan.
Advertisement
Cara Menghindari Bias
Bias yang terus-menerus terjadi, dapat menimbulkan efek negatif di antaranya terhambatnya inovasi, distorsi komunikasi, dan berkurangnya kualitas keputusan yang diambil untuk memecahkan permasalahan.
Untuk itu, cara menghindari bias senantiasa harus menjadi pertimbangan yang matang sebelum mengambil keputusan, Ada pun cara menghindari bias yakni sebagai berikut,
Terbiasa untuk memastikan informasi
Sebelum mencerna informasi yang didapatkan, individu seharusnya melakukan triangulasi data untuk memastikan keabsahannya. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai sumber, relevansi, akurasi, dan tujuan sebenarnya.
Dengan informasi yang lengkap dan akurat, maka hal itu pun juga dapat menguatkan keputusan. Dengan keputusan yang berkualitas, maka permasalahan pun juga mudah untuk diatasi dengan cepat.
Berpikir secara perlahan
Cara yang kedua yakni dengan terbiasa untuk berpikir secara perlahan namun pasti. Hindari untuk mengolah informasi dan membuat keputusan pada saat mendesak dan dalam waktu yang pendek.
Keputusan yang diambil karena desakan dan dalam waktu cepat justru cenderung akan menurunkan kualitasnya. Kualitas keputusan yang rendah akan berdampak langsung bagi permasalahan. Tak mustahil, justru akan muncul berbagai permasalahan baru yang harus dipecahkan kembali.