Potret Satu-satunya Rumah di Jalur Tengkorak Rembang, Dihuni Wanita Usia 68 Tahun

Jalur tersebut lebih dikenal dengan julukan 'jalur tengkorak', lantaran kerap terjadi kecelakaan lalu lintas sampai memakan banyak korban jiwa, serta dinilai angker oleh warga setempat.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Potret Satu-satunya Rumah di Jalur Tengkorak Rembang, Dihuni Wanita Usia 68 Tahun
Satu-satunya Rumah di Jalur Tengkorak. Kanal YouTube Musyafa Musa ©2021 Merdeka.com

Ruas jalur Pati-Rembang, tepatnya di Kecamatan Bulu, Rembang hingga ke perbatasan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebagian besar jalannya masih hutan lebat. Jalur tersebut lebih dikenal dengan julukan 'jalur tengkorak', lantaran kerap terjadi kecelakaan lalu lintas sampai memakan banyak korban jiwa, serta dinilai angker oleh warga setempat.

Kendati demikian, ada rumah satu-satunya yang ditinggali oleh seorang wanita paruh baya. Sri Haryati namanya, usianya 68 tahun. Ia tinggal sendirian, mengingat suaminya yang telah meninggal dan keenam anaknya telah berumah tangga.

Selama ini, tak pernah ada yang mau menempati rumah tersebut. Hingga akhirnya hanya Sri Haryati saja yang bertahan. Simak ulasannya berikut ini.

Rumah Satu-satunya Diapit Hutan Lebat

Dilansir dari kanal YouTube Musyafa Musa, yang mengaku heran dengan rumah yang berada persis di pinggir tikungan jalan, jalur tengkorak. Bangunan sederhana itu menjadi rumah satu-satunya yang bertahan di kelilingi hutan lebat. Letaknya tepat di utaranya gapura perbatasan Blora.

"Kanan kiri diapit oleh hutan yang masih cukup lebat. Tampak ada satu rumah di pinggir jalan, dekat tikungan tajam, sebelah utara gapura perbatasan. Tikungan ini terkenal sebagai jalur tengkorak. Karena kerap terjadi kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa," kata Musyafa Musa.

Berani Tinggal Sendiri

Tanah tempat berdirinya rumah itu sebenarnya milik kakek dari Sri Haryati. Kemudian sempat dijual ke orang lain dan didirikanlah rumah untuk menjaga tandon air di sebelahnya.

Sekian kali rumah itu coba dititipkan, tak ada yang bertahan lama. Wanita paruh baya inilah yang merasa nyaman, meski sendirian. Padahal untuk menuju pusat desa, Sri Haryati harus harus jalan kaki sekitar dua kilometer jauhnya.

"Siapa sangka rumah satu-satunya dekat tikungan tersebut dihuni oleh seorang wanita pemberani namanya Sri Haryati, berusia 68 tahun. Secara administratif, rumah berdiri di Desa Kadiwono, Bulu, Rembang, Jawa Tengah. Namun jaraknya ke pusat desa lumayan jauh, sekitar dua kilometer," terang dalam video.

10 Tahun Tinggal dan Nyaman

Ibu dari enam anak itu tampak senang tinggal di sana. Mengingat bahwa seluruh anaknya sudah berumah tangga dan suaminya telah meninggal. Sebelumnya ia pernah ingin kembali ke rumah asalnya. Tapi dilarang oleh kerabat yang memintanya menjaga rumah dan tandon di sampingnya.

Hingga akhirnya lambat laun Sri merasa makin nyaman. Di tambah lagi, ia mengaku sudah 10 tahun tinggal di sana.

"Dulunya itu saya mau pulang ke rumahku sendiri sama anakku. Omnya nggak boleh, rumah ini aku buatke mbah, bukan buat siapa-siapa. Saya sudah suruh cari orang untuk nunggu di sini, nggak mau, nggak berani. Saya berani, ini sudah mau sepuluh tahun," papar mbah Sri sembari tertawa.

Cari Nafkah Jualan Peyek

Selama ini Sri Haryati mencukupi kebutuhan dengan berjualan peyek. Hasil buatan tangannya itu dititipkan ke warung terdekat atau ke arah desa. Terkadang ada juga pembeli yang langsung bertandang ke gubuknya.

Tak ada kekhawatiran untuk merasa kekurangan. Sri Haryati begitu yakin bahwa Tuhan selalu mengawasi, menjaga dan memberi kecukupan dalam hidupnya meski tinggal sendiri.

"Nggak kerasan (tidak nyaman). Milih di sini, kerja di sini, tenang. Saya buat rempeyek itu kan buat kesibukan badanku sendiri, tak titipke ke warung gitu sak kerdus (satu kardus). Nanti kalau ada yang beli di sini, ya tak layani. Nggak pernah ada, besok nggak ada saya makan nggak susah. Gusti Allah itu nggak tidur, pasti kasih aku makan," pungkasnya dengan semangat.

Kondisi Bagian Dalam Rumah

Bukan hanya bagian luarnya, kondisi dalam rumah Sri Haryati juga cukup sederhana. Tepat di samping ruang tamunya yang lesehan, ada kamar mandi.

Selanjutnya ada kamar tidur di dekat ruang tamu tersebut. Bagian belakang diperuntukkan sebagai dapur. Meski begitu, rumahnya tampak nyaman dan asri.

Video

Berikut video rumah satu-satunya di jalur tengkorak yang masih bertahan. Dihuni oleh wanita paruh baya bernama Sri Haryati.

Rekomendasi