Potret Keindahan Masjid Apung di Tepi Laut Merah Arab Saudi, WNI Dilarang Masuk

Hamparan Laut Merah menjadi salah satu pemandangan indah saat berkunjung ke masjid apung.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Potret Keindahan Masjid Apung di Tepi Laut Merah Arab Saudi, WNI Dilarang Masuk
Potret Masjid Apung di Tepi Laut Merah. YouTube Alman Mulyana ©2021 Merdeka.com

Arab Saudi merupakan negara di Asia dengan deretan masjid yang indah nan agung. Salah satunya yakni masjid apung yang berada di tepi Laut Merah.

Masjid apung tersebut kini tengah viral di Tanah Air lantaran suatu insiden yang cukup mengejutkan. Insiden tersebut berdampak kepada seluruh warga Indonesia yang tidak diizinkan masuk ke area masjid.

Nah, penasaran dengan portet masjid apung yang berdiri kokoh di pinggir pantai tersebut? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Berbeda dari masjid pada umumnya, masjid viral kali ini diketahui berada di pinggir pantai. Alhasil, Laut Merah penuh keindahan dan kesejukan tersebut menjadi pemandangan yang mampu memanjakan mata saat para umat Islam beribadah di dalam masjid.

Masjid apung tersebut memiliki warna putih keemasan sebagai corak khasnya. Birunya langit dan air laut semakin membuat penampakan masjid lebih terlihat mencolok.

Layaknya masjid pada umumnya, bangunan tempat umat Islam beribadah di kawasan Laut Merah tersebut juga memiliki gerbang yang tepat berada di halaman. Sebelum menuju gerbang megah tersebut, pengunjung terlebih dahulu harus melewati jembatan cukup panjang di atas air laut.

Angin pantai pun berembus seolah siap menyambut para pengunjung yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Kala itu, sang perekam dalam kanal YouTube Alman Mulyana (19/3/2021) menunjukkan gerbang halaman masjid yang masih terbuka.

Memasuki halaman masjid, pengunjung langsung disajikan dengan kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah yang dijunjung tinggi oleh Arab Saudi. Di sepanjang halaman, nampak pula payung-payung teduh yang masih terbuka guna melindungi para jamaah dari sengatan sinar matahari.

Tepat menuju pintu utama, nampak sebuah papan peringatan yang ditulis ke dalam dua bahasa. Menariknya, salah satunya yakni merupakan Bahasa Indonesia.

"Itu ada tulisan imbauan untuk yang mendatangi masjid ini. Bahwa masjid ini tuh tidak ada kaitannya dengan sejarah," terangnya.

Sebelumnya, banyak jamaah yang berasal dari Indonesia datang dan beraktivitas. Tak hanya untuk beribadah, para WNI tersebut diketahui juga mencari nafkah dengan berjualan makanan di sepanjang halaman masjid apung.

"Dulu waktu sebelum dilarang ke sini, dulu banyak orang Indonesia yang jualan di sini. Jualan sate, karena yang lebih banyak mengunjungi masjid ini tuh Pakistan dan Indonesia. Indonesia lebih banyak," ceritanya.

Arab Saudi memang dikenal sebagai salah satu negara yang cukup tegas untuk menegakkan aturan bagi masyarakatnya hingga para jamaah dari berbagai pelosok dunia. Hal ini pun tak lepas saat pihak yang bersangkutan mengetahui perbuatan para oknum WNI yang kedapatan tengah merayakan ulang tahun dan meniup lilin.

Hingga saat ini, masjid apung yang memiliki kecantikan nan penuh keagungan tersebut menutup kedatangan para jamaah asal Indonesia. Kendati demikian, para jamaah asal Indonesia masih bisa berkunjung asalkan dalam jumlah yang dibatasi.

"Dan sampai saat ini, itu jamaah haji dan jamaah umrah dari Indonesia itu dilarang ke sini dalam jumlah banyak. Tapi kalau misalkan dalam jumlah 5 orang maksimal 10 orang itu boleh," ujarnya.

Rekomendasi