Cara mengajari anak membaca bisa dimulai sejak dini menggunakan cara menyenangkan. Mengajari anak membaca merupakan salah satu proses kompleks membutuhkan metode tepat dari berbagai keterampilan dan strategi.
Sebab, membaca bukanlah proses alami yang bisa terjadi dengan sendirinya. Melainkan perlu proses untuk anak bisa melakukannya.
Membaca merupakan keterampilan penting dan nantinya akan mempengaruhi seluruh kegiatan baik di sekolah maupun lingkungan sekitar. Untuk itu, sebagai orangtua tentu penting mengetahui langkah dan cara yang tepat untuk mulai memperkenalkan dan mengajari anak membaca.
Sebelum anak belajar di sekolah, tidak ada salahnya jika ia juga dibekali ilmu-ilmu dasar dari rumah. Di sini peran orangtua khususnya ibu tentu sangat berpengaruh.
Cara mengajari anak membaca memang memerlukan kesabaran dan strategi tersendiri agar anak cepat paham dan tak mudah bosan.
Berikut merdeka.com mencoba merangkum cara mengajari anak membaca, melansir dari laman ibudanbalita.com dan berbagai sumber (20/1/2021):
Advertisement
Pahami Keterampilan Inti Pada Anak
Sebelum memulai mengajari anak untuk membaca, penting bagi oragtua untuk memahami keterampilan inti dalam mengajar anak membaca terlebih dahulu. Ada lima komponen penting dari membaca yang perlu Anda ketahui. Ini adalah keterampilan yang dibutuhkan semua anak agar berhasil dalam belajar membaca.
Ada lima komponen penting dalam keterampilan membaca. Ini adalah keterampilan yang dibutuhkan semua anak untuk berhasil belajar membaca. Keterampilan ini meliputi:
- Kesadaran fonemik - kemampuan untuk mendengar dan memanipulasi suara yang berbeda dalam kata-kata,
- Phonic - mengenali hubungan antara huruf dan bunyinya,
- Kosakata - memahami arti kata, definisinya, dan konteksnya,
- Pemahaman bacaan - memahami arti teks, baik dalam buku cerita maupun buku informasi,
- Kefasihan - kemampuan untuk membaca dengan lantang dengan kecepatan, pemahaman dan akurasi.
Memperkenalkan Huruf dengan Cara Menyenangkan
Selanjutnya, Anda bisa memulainya dengan memperkenalkan hurup alphabet kepada anak, tentunya dengan menggunakan cara yang menyenangkan. Mengapa harus dengan cara yang menyenangkan? Sebab, hal tersebut akan lebih mudah membuat anak mengingat da menghafalkannya.
Caranya bisa dengan menggunakan flashcard huruf yang disertai dengan gambar dan warna-warna yang cerah. Bisa juga dengan bernyanyi sambil membaca tabel huruf yang ditempelkan di tembok. Perkenalkan pengucapan masing-masing huruf dengan benar, karena ini akan sangat berpengaruh pada cara ia membaca nantinya.
Setelah anak mengenali abjad, Anda bisa memulai untuk memperkenalkan kata. Biasanya, cara yang paling banyak digunakan ialah dengan menggunakan lagu atau membuat kartu sederhana (flashcard). Anda bisa membuatnya sendiri dengan menggunting lembar warna-warni bertuliskan huruf.
Buat dua set setiap huruf dengan warna yang sama dan letakkan secara terpisah di dua keranjang. Pegang satu kartu dan minta anak untuk mencari yang sama dari keranjang lain. Ini akan membantu anak Anda mengenali huruf dengan warna.
Anda bisa mulai mengembangkan teknik belajar dengan kartu ini ketika anak mulai mengenal dan menghafal huruf. Buat jenis kartu lain seperti kartu bergambar dengan deskripsi kata di bawahnya.
Anda juga bisa menuliskan sebuah kata di selembar kertas. Bacakan kata itu dan minta dia mengulanginya. Kemudian mintalah dia untuk membuat bunyi awal, tengah dan akhir dari kata tersebut secara terpisah. Bantu dia memahami bahwa vokal dapat mewakili berbagai suara.
Advertisement
Mengajari Anak Menghafal Suku Kata
Setelah anak mulai mengenal huruf dan menguasainya, Anda bisa beralih untuk memperkenalkan suku kata. Dimulai dengan mengajarinya menghafal suku kata yang ada di dalam konsonan B sampai Z dan diikuti huruf vokal A, I, U, E, dan O. Contohnya seperti: ba, bi, bu, be, bo, ca, ci, cu, ce, co, dan seterusnya. Secara bertahap, biarkan anak untuk menghafal suku kata-suku kata tersebut dan membuatnya terbiasa. Ajak Anak Membaca Suku Kata yang VariatifTahap selajutnya ialah memperkenalkan anak untuk membaca suku kata yang lebih variatif, namun masih mudah untuk dihafalkan. Misalnya adalah bu-ku, bo-la, lu-ka, bu-ka, dan sejenisnya.Namun, pastikan jika anak sudah terlebih dahulu menguasai tahap sebelumnya.
Hindari untuk memperkenalkan suku kata yang memiliki akhiran huruf mati supaya anak menguasai tahap ini lebih dulu. Jika anak masih kesulitan untuk memahami, kembali lagi ke tahap sebelumnya hingga ia terbiasa dan memahami dengan benar suku katanya.Memperkenalkan dan Mengajarkan Huruf Mati Jika anak sudah terbiasa dengan pelafalan suku kata, Anda bisa langsung memasuki tahap selajutnya untuk mulai memperkenalkan huruf mati kepada anak. Caranya adalah dengan memperkenalkan huruf-huruf seperti 'ny', 'ng', dan sejenisnya. Seperti cara membaca 'nya-muk' atau 'pi-sang'.
Advertisement
Latih Anak Untuk Mulai Membaca Tulisan
Jika anak sudah mengerti abjad dan paham soal suku kata, cobalah untuk melatih anak membaca secara utuh. Pada awalnya anak mungkin juga akan menemui kesulitan, sehingga ia harus mengeja terlebih dulu. Di sini peran orang tua lah yang harus rajin dan pantang menyerah untuk melatih anak agar ia dapat membaca tanpa mengeja. Ajari anak dengan metode belajar yang sesuai dengan karakternya, maka lama-kelamaan ia akan mulai lancar membaca. Libatkan Anak Dalam Membaca TulisanUntuk membuat anak semakin terbiasa dan pandai dalam membaca, setelah mengajarkan dasar membaca cobalah untuk menciptakan peluang harian untuk membangun keterampilan membaca anak dengan melihat kata-kata yang ada di sekeliling Anda. Melihat kata-kata yang dicetak seperti pada poster, grafik, buku, dan label, memungkinkan anak-anak untuk melihat dan menerapkan koneksi antara suara dan simbol huruf.Saat Anda bepergian, tunjukkan kata pada poster, papan iklan, dan tulisan lainnya. Fokus pada huruf pertama dalam kata-kata. Tanyakan kepada anak Anda, bagaimana bunyi dari huruf itu, apa kata lain yang dimulai dengan huruf tersebut atau kata apa yang berirama dengan kata itu.Baca Tulisan atau Buku Bersama Setiap Hari dan Ajukan Pertanyaan Banyak orang tidak menyadari pentingnya membiasakan membacakan buku kepada anak. Tidak hanya menunjukkan kepada mereka cara mengucapkan kata-kata, Anda juga membangun keterampilan pemahaman, mengembangkan kosa kata, dan membiarkan mereka mendengar seperti apa suara pembaca yang fasih.Perkuat keterampilan pemahaman anak Anda dengan mengajukan pertanyaan saat membaca. Untuk anak-anak yang lebih kecil, dorong mereka untuk terlibat dengan gambar seperti "Apakah kamu melihat singa? Apa warna balonnya?". Untuk anak-anak yang lebih besar, ajukan pertanyaan tentang apa yang baru saja Anda baca, seperti "Mengapa menurutmu burung kecil itu takut?"Dengan membaca secara teratur, mencampurkan kegiatan-kegiatan sehari-hari dan membiarkan anak memilih buku-buku mereka sendiri sesekali, Anda akan menanamkan kecintaan awal untuk membaca.
Advertisement
Tips Mengajarkan Membaca Pada Anak
Ada beberapa tips untuk mengajari anak membaca, yakni:
- Gunakan media belajar, ibu sebaiknya menggunakan media belajar yang sederhana tapi menarik minat anak untuk belajar. Contohnya saja flashcard, buku, tabel, atau huruf magnet.
- Ajari anak sambil bermain bersama, ciptakan waktu belajar sambil bermain agar suasananya terasa menyenangkan dan tidak cepat membuat anak bosan.
- Batasi waktunya, jika belajar terlalu lama, anak mungkin akan merasa bosan. Untuk itu sebaiknya Ibu membatasi waktu belajarnya dan perlahan tingkatkan frekuensinya. Misalnya hanya satu jam dalam sehari, kemudian pada minggu berikutnya satu jam dengan dua kali sesi dalam sehari, dan seterusnya.
- Sesuaikan dengan mood anak, ajari anak saat ia merasa senang dan bersemangat, maka hasilnya pun akan lebih baik dibandingkan saat ia sedang lesu dan lelah.
Yang perlu diingat oleh orang tua adalah, bahwa setiap anak belajar dengan kecepatannya masing-masing. Jadi, Anda tidak bisa memaksakan kehendak dan memaksa anak dengan cepat memahami apa yang diajarkan. Yang harus orangtua lakukan ialah tetap sabar dan konsisten membuat proses belajar tetap menyenangkan. Bimbing anak dengan lembut untuk membaca. Mengadopsi sikap positif dan toleran akan membuatnya menjadi pembaca yang percaya diri.