Hipertiroid Adalah Penyakit Disebabkan Produksi Hormon Berlebih, Ini Penjelasannya

Hipertiroid adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Hipertiroid Adalah Penyakit Disebabkan Produksi Hormon Berlebih, Ini Penjelasannya
Ilustrasi Penyakit Tiroid. ©health.clevelandclinic.org

Hipertiroid adalah penyakit yang disebabkan karena kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh. Hipertiroid atau yang bisa disebut juga dengan hipertiroidisme merupakan kondisi di mana tubuh kelebihan hormon tiroid yang mengakibatkan gejala berupa jantung berdebar, tangan gemetar, dan berat badan yang turun dengan drastis.

Kelenjar tiroid sendiri terletak di bagian depan leher, yang berperan sebagai penghasil hormon tiroid. Hormon tersebut, berfungsi untuk mengendalikan proses metabolisme, seperti mengubah makanan menjadi energi, mengatur tubuh, serta mengatur denyut jantung.

Ketika kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu tinggi, maka proses metabolisme akan berlangsung semakin cepat dan memicu berbagai gejala. Untuk itu, jika muncul beberapa gejala hipertiroid, perlu untuk segera dilakukan penanganan untuk mencegah efek lain yang bisa ditimbulkan. Berikut informasi selengkapnya dilansir dari Alodokter dan berbagai sumber:

Gejala bagi seseorang yang kelebihan hormon tiroid bisa dirasakan secara perlahan maupun mendadak. Adapun gejala yang muncul diantaranya:

  • Jantung berdebar
  • Gemetar di bagian tangan
  • Mudah merasa gerah dan berkeringat
  • Gelisah
  • Mudah marah
  • Berat badan turun drastis
  • Sulit tidur
  • Konsentrasi menurun
  • Diare
  • Penglihatan kabur
  • Rambut rontok
  • Gangguan menstruasi pada wanita

Selain itu, ada beberapa tanda-tanda fisik yang juga dapat ditemukan pada penderita hipertiroid, diantaranya:

  • Pembesaran kelenjar tiroid atau penyakit gondok
  • Bola mata terlihat sangat menonjol
  • Muncul ruam kulit atau biduran
  • Telapak tangan kemerahan
  • Tekanan darah meningkat

Namun, terdapat jenis hipertiroid yang tidak menimbulkan gejala. Gangguan ini disebut hipertiroid subklinis. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya TSH tanpa disertai dengan hormon tiroid. Biasaya, penderitanya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

Penyebab dari hipertiroid disebut cukup bermacam-macam. Biasanya, pemicunya disebabkan karena ada penyakit yang mendasarinya. Berikut ini adalah berbagai penyebab penyakit dan kondisi yang bisa menyebabkan hipertiroidisme:

  • Penyakit Graves akibat autoimun atau kekebalan tubuh sendiri yang menyerang sel normal.
  • Peradangan kelenjar tiroid atau tiroiditis.
  • Benjolan, seperti toxic nodular tiroid, atau tumor jinak di kelenjar tiroid atau kelenjar pituitari (hipofisis).
  • Kanker tiroid.
  • Penggunaan cairan kontras dengan kandungan iodium dalam tes pemindaian.
  • Konsumsi obat dengan kandungan iodium tinggi, misalnya amiodarone.
  • Terlalu banyak konsumsi makanan yang
  • Tumor di testis atau ovarium.mengandung iodium tinggi, seperti makanan laut, produk susu, dan telur.

Selain beberapa faktor penyakit di atas, ada juga faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertiroid. diantaranya:

  • Memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit Graves.
  • Menderita penyakit kronis, seperti diabetes tipe 1, anemia, atau gangguan kelenjar adrenal.
  • Berjenis kelamin wanita.

Hipertiroid di kondisi yang lebih serius juga bisa menimbulkan berbagai keluhan pada pengidapnya. Lalu, apa sajakah dampak hipertiroid pada tubuh? Berikut ulasan selengkapnya melansir dari halodoc: Sebabkan Penyakit Gondok Ciri fisik pengidap hipertiroid bisa dilihat dari beberapa hal, salah satunya ialah pembesaran kelenjar tiroid atau biasa yang disebut dengan penyakit gondok. Bila gondok dibiarkan tanpa penanganan, tentu saja penyakit tersebut akan menyebabkan komplikasi. Komplikasi penyakit gondok ini umumnya dapat muncul ketika ukuran gondok cukup besar. Komplikasinya bisa berupa limfoma, perdarahan, sepsis, hingga kanker tiroid. Pada sebagian besar kasus, pengidap penyakit gondok tidak akan merasakan gejala apapun, kecuali adanya benjolan di leher. Namun, pada kasus yang parah, pengidap penyakit gondok dapat merasakan berbagai gejala lain, seperti batuk, leher terasa tercekik, suara menjadi serak, susah menelan, dan kesulitan bernapas.Gangguan Pada Detak JantungDampak hipertiroid bagi tubuh juga bisa memicu terjadinya gangguan irama jantung atau atrial fibrilasi (fibrilasi atrium). Menurut jurnal yang ditulis dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health bertajuk 'Atrial Fibrillation and Hyperthyroidism', mengatakan jika fibrilasi atrium terjadi pada 10-15 persen pengidap hipertiroidisme. Tak cuma itu saja, fibrilasi atrium merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada hipertiroidisme subklinis. Gangguan Pada MataSeperti yang sudah dijelaskan di atas, penyebab hipertiroid bisa didasari karena penyakit graves. Penyakit graves sendiri bisa mengakibatkan terjadinya hipertiroidisme atau produksi hormon tiroid berlebih. Seseorang yang mengidap penyakit ini, sistem imunnya justru akan menyerang kelenjar tiroid (autoimun), bukannya melindungi tubuh.Dampak penyakit hipertiroid yang disebabkan karena penyakit graves, dapat menimbulkan beberapa gangguan pada mata penderitanya. Biasanya, penderitanya akan mengalami iritasi atau gatal pada mata, penglihatan menjadi ganda, bola mata tampak lebih menonjol, serta lebih parahnya bisa mengalami penurunan penglihatan dan kerusakan kornea. Tulang KeroposDampak hipertiroid ternyata juga bisa memicu keroposnya tulang atau osteoporosis. Sebab, jumlah hormon tiroid yang terlalu banyak bisa memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium ke dalam tulang. Hal tersebut tentu akan membuat kekuatan tulang menjadi berkurang dan mudah rapuh. Selain itu, hipertiroid juga menyebabkan berat badan turun. Penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan merupakan salah satu tanda paling umum dari hipertiroid.

Rekomendasi