Dikenal sebagai penyanyi papan atas Indonesia, Agnez Mo rupanya juga pernah mengalami hal sulit. Seperti penyanyi pada umumnya, Agnez Mo juga menjalani lika-liku dalam perjalanan kariernya. Terutama saat dirinya meneruskan karier di Amerika Serikat.
Tak banyak yang tahu, Agnez Mo pernah menolak tawaran kerja senilai Rp1 miliar. Karena hal ini juga Agnez sempat dianak tirikan oleh agensi tempatnya bernaung di Amerika Serikat.
Penasaran dengan alasan Agnez Mo menolak tawaran kerja senilai Rp1 miliar?
Melansir dari akun YouTube Daniel Mananta Network, Kamis (7/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Promosi Overdose
Agnez Mo menceritakan pengalamannya bermusik saat tengah mempromosikan 'Overdose'. Seperti yang diketahui, saat itu Agnez Mo telah memulai karier-nya di Amerika Serikat. Siapa sangka, Agnez mendapat tawaran promosi di Strip Club atau kelab tari telanjang.
"Gue waktu itu pernah ditawarin, pada saat lagi gue promo Overdose. Promo Overdose, ini yang orang atau fans gue yang kadang banyak yang enggak tahu. Mereka itu kalau promosi di kelab tari telanjang (Strip Club), menurut mereka itu tidak apa-apa. Karena itu bagian dari promosi," ungkap Agnez Mo.
"Dan aku tidak mau menghakimi orang-orang itu. Karena itu tanggung jawabmu sendiri kepada Tuhan. Kamu sudah dewasa, aku tidak mau menghakimi karena itu bukan posisiku. Tapi itu bukan aku," lanjutnya.
Advertisement
Ditawari 3 Strip Club
Tak hanya satu, Agnez Mo mengaku mendapat tawaran dari tiga kelab berbeda. Dia juga hanya disuruh berada di dalam kelab selama 30 menit untuk Walk through. Agnez masuk ke dalam kelab kemudian sang DJ memainkan lagunya lalu hosting dan keluar.
"Tapi gilanya, pada saat itu gue ditelepon oleh label gue dan manajemen gue saat itu. Pada saat itu gue promosi Overdose di radio-radio di New York. Ada 3 kelab tari telanjang yang mau lu datang cuma 30 menit. Jadi dia bilangnya walk through, itu namanya walk through. Jadi cuma datang dan DJ akan memainkan lagumu. Kamu seperti hosting, kemudian kamu keluar," jelas Agnez Mo."Hosting maksudnya seperti menyanyi atau enggak?" tanya Daniel Mananta."Bukan, bukan. Hosting seperti ada pesta, kamu hanya perlu berada di sana," jawab Agnez."Oh bahkan tidak tampil?" tanya Daniel."Bahkan tidak tampil, kamu hanya ada di sana. Walk through, jadi lu benar-benar masuk, DJ-nya memainkan lagumu dan memperkenalkan dirimu. Tapi itu Strip Club," sambungnya.
Advertisement
Tolak Tawaran Rp1 Miliar
Namun, Agnez dengan tegas menolak tawaran tersebut. Padahal bayaran untuk satu kelab saja mencapai USD25 ribu atau setara dengan Rp350 juta. Bayaran dan pekerjaan itu juga hanya menyita waktu Agnez selama 30 menit. Jika ditotal, Agnez bisa mendapat uang senilai Rp1 miliar selama satu setengah jam."Iya, iya. Berapa duit biasanya?" tanya Daniel."3 Strip Club. Satu kelab tari telanjang USD25 ribu. Satu Strip Club," papar Agnez Mo."Rp350 juta itu kira-kira ya. Ya Tuhan," jelas Daniel Mananta terkejut.
"Iya. USD25 ribu, tiga Strip Club dalam satu malam cuma 30 menit," ulang Agnez menekankan."Tuhan, satu setengah jam lu bisa ngedapeti Rp1 miliar gitu misalnya," kata Daniel kaget."Dan gue enggak perlu ngapa-ngapain. Mereka tidak memintaku tampil. Hanya seperti ada selebriti datang, ok USD25 ribu."
Advertisement
Tim Manajemen Kaget dan Tak Percaya
Dengan tegas dan tanpa memikirkan uang yang bisa didapatnya, Agnez menolak. Sontak saja, agensi dan tim manajemennya kaget sekaligus tak percaya. Sebab, bagi mereka pekerjaan seperti memang normal terjadi di industri hiburan.
"Artinya gue waktu itu, lu tahu enggak mukanya orang-orang pas gue ngomong 'maaf aku enggak bisa melakukan itu'. Mukanya mereka kaya 'wait, wait, what?'. Ya karena buat mereka kaya What? Ini USD75 ribu dan kamu bilang tidak? Karena buat mereka itu kan kaya kerjaan. Ya, bagian dari pekerjaan," jelas Agnez Mo."Sekali lagi, aku tidak menghakimi. Itu kamu, itu hidupmu tapi itu bukan aku. Itu bukan siapa aku. Hidupku bukan hanya tentang musikku. Kamu mengerti kan? Hidupku jauh lebih berarti dari hanya karierku. Aku sebagai perempuan, aku sebagai seorang ibu suatu saat. Jadi pada saat gue nolak, bahkan enggak ada kepikiran 'aduh sayang', enggak ada. Gue benar-benar cuma 'Maaf, tapi aku enggak bisa'. Dan muka-muka orang yang waktu itu gue bilang 'No' mereka kaya," lanjutnya.
Advertisement
Dianaktirikan Oleh Tim
Karena keputusannya itu, Agnez Mo pada akhirnya seperti dianaktirikan. Beberapa orang dari tim nya justru enggan memberikan pekerjaan lainnya kepada Agnez Mo.
"Dan pada saat itu, karena ada beberapa tawaran promo yang seharusnya gue lakukan tapi gue memilih untuk tidak melakukan. Karena mungkin terlalu bukan gue dan menurut gue itu tidak menjadi kesaksian. Pada akhirnya ada beberapa oknum yang merasa bahwa gue bukan bagian dari tim. kamu tidak melakukan pekerjaan," sambungnya."Pada akhirnya, ada beberapa orang yang justru malah 'eh enggak usah lah. Karena Agnez setiap kali kalau ditawari pasti bilang enggak. Enggak usahlah'. Pada akhirnya promo yang seharusnya 100% jadi cuma 50%. Karena 50% yang lain harus aku tolak," jelasnya.
Advertisement
Pernyataan Agnez Mo Tentang Perjalanan Karier-nya
Berikut video pernyataan Agnez Mo tentang perjalanan karier-nya yang pernah menolak tawaran kerja Rp1 miliar.