9 Penyebab Mata Kedutan yang Jarang Diketahui, Perhatikan Penggunaan Gadget

Beberapa penyebab mata kedutan yaitu stres, konsumsi minuman kafein atau alkohol, alergi, penggunaan gadget yang salah dan masih banyak lagi.

Addina Zulfa Fa'izah
9 Penyebab Mata Kedutan yang Jarang Diketahui, Perhatikan Penggunaan Gadget
ilustrasi mata kotor. © womens9.com

Hampir semua orang tentu pernah mengalami mata kedutan. Mata kedutan yaitu suatu kondisi yang memicu gerakan berulang di kelopak mata bagian atas. Mata kedutan kerap kali disangkut pautkan dengan mitos.

Meski demikian, terdapat beberapa penyebab mata kedutan yang perlu Anda ketahui. Beberapa penyebab mata kedutan yaitu stres, konsumsi minuman kafein atau alkohol, alergi, penggunaan gadget yang salah dan masih banyak lagi.

Untuk mengetahui lebih jelas, Merdeka.com telah merangkum penyebab mata kedutan yang jarang diketahui dari berbagai sumber. Berikut ulasan lengkapnya.

Stres

Penyebab mata kedutan yang pertama yaitu stres. Stres diketahui dapat meningkatkan ketegangan dan membuat otot di kelopak mata berkontraksi secara tak sadar dan berulang-ulang. Kondisi ini sering disebut dengan kedutan.

Untuk mengatasinya, cobalah untuk melakukan relaksasi sejenak. Relaksasi dapat meredakan stres dan membuat tubuh lebih rileks. Anda dapat melakukan olahraga seperti yoga atau melakukan hobi yang disukai.

Penggunaan Gadget yang Salah

Penyebab mata kedutan yang kedua yaitu karena penggunaan gadget yang salah. Pastikan Anda memperhatikan arah penggunaan gadget yaitu posisi layar sejajar dengan pandangan mata.Selain itu, pastikan jarak mata dan gadget tak terlalu dekat atau tak terlalu jauh. Memandang gadget terlalu dekat atau terlalu jauh dapat memicu mata lelah sehingga menyebabkan kedutan.

Minuman yang Mengandung Kafein

Penyebab mata kedutan yang berikutnya yaitu konsumsi kafein terlalu banyak. Mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, cokelat dan minuman bersoda dapat meningkatkan risiko mata kedutan. Oleh sebab itu, hindari mengonsumsi minuman berkafein untuk mencegah mata kedutan.  Mengonsumsi Minuman Beralkohol Selain kafein, minuman beralkohol juga ternyata dapat memicu mata kedutan. Hal ini karena minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko gangguan pergerakan mata. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari mengonsumsi minuman beralkohol untuk mencegah mata kedutan.

Alergi

Penyebab mata kedutan selanjutnya yaitu alergi. Seseorang yang terkena alergi dapat tanpa sadar menggosok mata dengan tangan yang terkena alergi. Hal ini dapat mengakibatkan mata mengalami kedutan. Untuk menanganinya, periksakan diri ke dokter mata untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Konsumsi atau gunakan obat yang diberikan oleh dokter spesialis mata yang Anda datangi. Mata KeringMata kering juga dapat menjadi salah satu penyebab mata kedutan. Orang-orang yang sering menggunakan komputer, menggunakan lensa kontak hingga konsumsi alkohol atau kafein dapat berisiko terkena mata kering.

Kelelahan

Penyebab mata kedutan berikutnya yaitu kelelahan. Istirahat yang cukup sangat dibutuhkan agar tubuh tetap fit dan bugar. Tetapi, kesibukan terkadang membuat seseorang sulit mengatur waktu untuk beristirahat. Tak hanya kelelahan fisik, mata yang lelah juga bisa memicu kedutan. Jika Anda bekerja di depan dalam waktu yang lama, pastikan untuk melihat pandangan lain selama 15 menit. Hal ini dapat membuat mata dapat beristirahat.

Nutrisi yang Tidak Seimbang

Nutrisi yang tidak seimbang juga menjadi penyebab mata kedutan. Kekurangan salah satu zat gizi, seperti magnesium dapat memicu mata kedutan. Oleh sebab itu, pastikan kebutuhan gizi Anda terpenuhi setiap hari. Jika Anda kurang yakin dengan nutrisi yang dikonsumsi setiap hari, cobalah untuk berkonsultasi dengan ahli gizi.

Gangguan Sistem Saraf

Penyebab mata kedutan selanjutnya yaitu gangguan sistem saraf. Salah satu gangguan sistem saraf tersebut yaitu benign essential blepharospasm (BEB). Apabila Anda mengalami kedutan yang cukup lama, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kedutan dalam waktu yang cukup lama dapat menjadi tanda seseorang memiliki kondisi benign essential blepharospasm (BEB).

Rekomendasi