Presiden Turki Tayyip Erdogan secara resmi menetapkan Hagia Sophia sebagai masjid pada Jumat (10/7/2020). Ibadah pertama juga akan dilakukan pada Jumat (24/7/2020) di bangunan bersejarah tersebut.
Presiden Tayyip Erdogan juga menyampaikan pidatonya. Secara menggebu-gebu, Presiden Erdogan pasang badan untuk mengembalikan fungsiHagia Sophia dari museum menjadi masjid.
Melansir dari beberapa sumber berikut ulasan informasinya untuk Anda.
Advertisement
Saksi Berbagai Kebangkitan
Melansir dari akun Instagram profesorfilsuf, Kamis (16/7/2020), Presiden Erdogan memulai pidatonya dengan memaparkan kebangkitan Hagia Sophia.
"Hari ini Hagia Sophia sejak mulai didirikan, berulang kali menjadi saksi kebangkitan. Kebangkitan Hagia Sophia adalah pemberi kabar dekatnya pembebasan Al-Aqsa. Kebangkitan Hagia Sophia adalah tekad langkah untuk umat Islam seluruh dunia. Untuk keluar dari era Fetret (Perang Saudara Utsmani, 1402-1412)," ucap Presiden Turki Tayyip Erdogan.
Advertisement
Kebangkitan Seluruh Umat
Presiden Erdogan juga mengatakan jika ini bukan hanya sebagai kebangkitan umat Islam saja. Namun juga bagi mereka yang terjajah, tertindas hingga terzalimi.
"Kebangkitan Hagia Sophia bukanlah (kabar gembira) untuk seluruh umat Islam saja. Namun juga adalah api untuk menyalakan obor harapan bagi mereka yang terzalimi, teraniaya, tertindas dan terjajah!," ujarnya.
Advertisement
Amanah yang Harus Dijaga
Presiden Turki menambahkan, ini merupakan sebuah amanah yang harus dijaga. Meskipun dengan pertumpahan darah hingga mengorbankan nyawa sekalipun."Kebangkitan Hagia Sophia merupakan suara baru dari kita sebagai bangsa Turki, Muslim dan umat manusia. Kebangkitan Hagia Sophia dari Perang Badar hingga Pertempuran Malazgirt, dari Perang Nicopolis hingga Pertempuran Gallipoli, merupakan pengingat atas sejarah yang telah terlewati," jelasnya."Kebangkitan Hagia Sophia merupakan amanah dari para Ghazi dan Syuhada. Untuk dijaga walaupun harus dengan mengorbankan nyawa," sambungnya.
Advertisement
Perjuangan Nenek Moyang
Kita sebagai generasi muda sudah sewajarnya meneruskan perjuangan para nenek moyang. Terlebih pada bangunan bersejarah bagi umat Islam seluruh dunia.
"Kebangkitan Hagia Sophia dari Bukhara hingga Andalusia, salam yang tulus dari kami untuk seluruh kota yang menjadi ikon peradaban," kata Presiden Turki."Kebangkitan Hagia Sophia dari Sultan Alp Arslan hingga Sultan Muhammad Al-Fatih juga Sultan Abdul Hamid II. Alasan pengorbanan kita hari ini, adalah untuk melanjutkan perjuangan seluruh nenek moyang kita," tambahnya.
Advertisement
Hidupkan Nilai Religi
Dengan kebangkitan Hagia Sophia, ini berarti kita membantu membangkitkan lagi nilai-nilai religius. Sebab, kebangkitan ini bak simbol dari keadilan, hati nurani hingga terangkatnya cahaya peradaban kembali."Kebangkitan Hagia Sophia selain untuk membahagiakan ruh Sang Pembebas, Muhammad Al-Fatih, juga untuk menghidupkan makna nilai-nilai religius Syaikh Aaq Syamsuddin dan nilai-nilai estetika dari Mimar Sinan serta mengembalikan kebahagiaan dalam hati kita semua," ujar Presiden Erdogan pada pidatonya."Kebangkitan Hagia Sophia adalah simbol dari keadilan, hati nurani, akhlak, tauhid dan persaudaraan dan terangkatnya kembali cahaya peradaban yang dirindukan," paparnya.
Advertisement
Jawaban Terbaik dari Semua Serangan
Presiden Tayyip Erdogan menjelaskan bahwa gambar Hagia Sophia ini menjadi jawaban terbaik dari semua serangan. Atas nilai serta simbol mereka sebagai umat Islam di seluruh dunia.
"Kebangkitan Hagia Sophia adalah proklamasi bahwa rantai belenggu pada pintunya, juga pada hati dan kaki kita, telah hancur dan dibuang jauh-jauh. 70 tahun selepas dikembalikannya adzan ke bahasa aslinya (Arab), beroperasinya kembali amanah Al-Fatih, yakni Hagia Sophia sebagai masjid ini adalah tindakan yang bisa dikatakan cukup terlambat," jelasnya. "Gambar Hagia Sophia ini menjadi jawaban yang terbaik terhadap semua serangan kurang ajar atas nilai dan simbol kami selaku muslim di seluruh dunia Islam. Turki di setiap langkah yang diambil, menunjukkan bahwa tempat dan waktu bukan lagi sebagai objek belaka, namun sebagai subjek," sambungnya.
Advertisement
Merangkul Seluruh Umat Manusia
Melalui perjuangan ini, mereka berupaya merangkul seluruh umat manusia. Tujuannya untuk menjadikan peradaban menjadi lebih cerah."Melalui perjuangan historis yang kami miliki sebagai bangsa, kami berupaya membangun jembatan yang merangkul seluruh umat manusia, dari masa lalu hingga masa depan untuk peradaban yang lebih cerah," paparnya."InsyaAllah, di jalan yang diridhai ini kita terus berjalan, tanpa henti, tanpa lelah, dengan tekun, dengan penuh pengorbanan, dengan istiqomah hingga mencapai apa yang diinginkan," tandasnya.
Advertisement
Keputusan Alih Fungsi Hagia Sophia
Keputusan itu diumumkan satu jam usai pengadilan administrasi Turki membatalkan kebijakan Mustafa Kemal Ataturk yang mengalihfungsikan Hagia Sophia menjadi museum pada 1934. Pengadilan lantas memutuskan kebijakan pemerintahan Ataturk yang sekuler itu melanggar hukum.
"Telah diputuskan peruntukan bangunan itu sebagai masjid dan penggunaan di luar itu tidak diperbolehkan secara hukum," kata Dewan Negara atau pengadilan tata negara di Turki dalam putusannya seperti dikutip Antara dari Reuters, Jumat (11/7)."Keputusan kabinet yang pada 1934 mengakhiri penggunaannya sebagai masjid dan menyebutnya sebagai museum tidak sesuai dengan hukum," kata putusan pengadilan.
Advertisement
Terbuka Untuk Seluruh Umat
Erdogan mengatakan Hagia Sophia, yang usianya hampir mencapai 1.500 tahun ini tetap terbuka untuk Muslim, umat Kristiani, dan warga asing. Akan tetapi, rakyat Turki berhak mengubah bangunan bersejarah itu menjadi masjid, kata Erdogan. Demikian dilansir Reuters, Jumat (11/7) seperti dikutip dari Antara. Presiden Turki itu juga menegaskan segala kritik yang ditujukan pada alih fungsi Hagia Sophia jadi masjid merupakan serangan terhadap kemerdekaan Turki.