Masker menjadi barang langka dan harganya melonjak tajam sejak wabah Covid-19 atau Corona menyebar di seluruh dunia. Di luar negeri, selain masker, stok tisu toilet dan gandum juga menjadi perhatian pihak terkait.
Pejabat tinggi sejumlah negara sampai-sampai mengeluarkan larangan menimbun tisu toilet atau gandum selama karantina wilayah.
Namun, kenyataannya bukan kedua barang itu yang banyak diburu. Melainkan mainan seks yang laku keras, dan meningkatkan pendapatan perusahaan lebih dari dua kali lipat.
Ingin tahu di negara mana saja mainan seks ramai diburu selama pandemi Corona? Berikut ulasannya.
Advertisement
Dilansir the Guardian, penjualan mainan seks di Selandia Baru meningkat tiga kali lipat dalam 48 jam sebelum lockdown diberlakukan pada 25 Maret.
Toko Mainan Orang Dewasa Megastore mengatakan, bahwa alasan utama para pembeli, mereka memiliki lebih banyak waktu dan ingin produk mainan seks yang belum pernah dicoba sebelumnya.
Berbagai produk kondom, pelumas penis, dan corong karet penampung darah haid mengalami lonjakan. Serta permainan papan dewasa dan disinfektan pembersih mainan seks.
Para pengamat mengkhawatirkan akan ada lonjakan angka kelahiran sembilan bulan kemudian. Namun tidak sepenuhnya benar.
"Ketidakpastian masa depan seperti saat ini membuat orang berpikir lagi untuk punya anak," ujar Paul Spoonley, profesor demografi di Universitas Massey.
Advertisement
Dilansir Dailymail, penjualan mainan seks di Australia melonjak hingga 350 persen di tengah lockdown.
Peningkatan tercatat mulai 22 Maret, ketika Perdana Menteri Scott Morrison mengumumkan bar akan ditutup.
Adanya peningkatan 143 persen dalam mainan seks pria dan wanita, 50 persen mainan perbudakan, serta 70 persen lilin pijat, yang berubah menjadi minyak pijat setelah dinyalakan.
Advertisement
Dilansiri the Sun, penjualan mainan seks di Inggris pada 21 Maret telah meningkat sebesar 13 persen.
Womanizer, salah satu brand mainan seks mengungkapkan, bahwa tidak mengherankan jika penjualan mainan seks meningkat karena orang-orang ingin tetap terhibur di rumah.
Dikutip dari Dailymail, beberapa negara lain tercatat, seperti di Italia, pembelian mainan seks cenderung 60 persen di atas perkiraan, Prancis 40 persen, Kanada 135 persen, dan Hong Kong 71 persen.
Advertisement
Dikutip dari sea.mashable, kebosanan dan kesepian yang tak berkesudahan di New York City dan Los Angeles akibat karantina Corona, membawa berkah bagi industri mainan seks.
Situs mainan seks Adam & Eve, mengklaim sebagai superstore mainan dewasa nomor satu, telah mengalami lonjakan penjualan lebih dari 30 persen.
Peningkatan 345 persen penjualan toko online, dua mainan seks khas mereka, Emojibator Terong asli dan vibrator pengisap klitoris ganda, diberi nama The Chickie.
Dame Products akan menyumbangkan satu persen dari penjualannya ke Food Bank of New York.
Advertisement
Dilansir Reuters, penjualan mainan seks di Denmark meningkat lebih dari dua kali lipat. Setelah pengumuman lockdown pada 11 Maret, untuk membatasi penyebaran virus corona, menurut penjual barang dagangan terbesar di negara itu.
Pada minggu pertama bulan April, penjualan naik 110 persen di Denmark, di mana ia memperkirakan menguasai tiga perempat dari total pasar.
Penjualan mainan seks tantangan cinta untuk pasangan, naik lebih dari empat kali lipat sejak pertengahan Maret dibandingkan periode yang sama sebelum lockdown.
Setiap hari, pengecer mengirimkan sekitar 1.500 paket ke pelanggan online di Denmark, Norwegia, Swedia dan Finlandia.