Salah seorang WNI bernama Reynhard Sinaga kini menjadi sorotan dunia. Bahkan wajah dan nama Reynhard sejak kemarin telah menghiasi di berbagai headline media massa dunia. Reynhard disorot akibat aksi pemerkosaan yang dilakukannya pada ratusan pria di Inggris.
Rupanya, mahasiswa asal Indonesia ini telah melakukan aksinya sejak Januari 2015. Tercatat setidaknya sudah ada 195 korban dari aksi kelainan seksualnya. Beberapa dari para korban lantas memberikan pengakuan setelah Reynhard ditangkap pihak berwajib.
Berikut ulasan informasi mengenai pengakuan korban pemerkosaan Reynhard Sinaga yang dilansir dari KapanLagi.com.
Advertisement
Pengakuan dari Korban Reynhard Sinaga
Sebagian besar korban Reynhard, tidak menyadari bila mereka menjadi korban pemerkosaan. Hal ini karena, salah satu efek samping obat bius yang diberikan oleh si pelaku yaitu membuat korban menjadi amnesia sesaat. Mereka baru menyadari menjadi korban setelah pihak kepolisian membeberkan bukti video kepada para korban.
Dihimpun dari Manchest Erevening News, salah seorang korban sangat terkejut mendengar fakta tersebut. Dirinya bahkan sangat depresi dan sempat mencoba untuk bunuh diri di Hari Natal. Tak hanya itu saja, korban lainnya juga merasa jijik dan meminta dokter untuk mengangkat usus besarnya.
"Aku benar-benar merasa hancur. Bagaimana bisa aku sebodoh itu? Aku meninggalkan club dan tiba-tiba bangun di apartemen seseorang. Sungguh bukan aku," ujar salah satu korban yang sampai depresi berat seperti dikutip dari KapanLagi.com, Selasa (7/1).
Advertisement
Menghancurkan Kehidupanya
Bukan hanya para korban saja yang merasa terpukul, keluarga mereka juga mengalami hal yang sama. Para korban juga mengatakan bagaimana hancurnya kehidupan mereka setelah insiden mengerikan itu. Pihak keluarga korban juga sedih dan resah mengetahui anaknya ikut menjadi korban kejahatan dari mahasiswa asal Indonesia itu."Aku tidak seharusnya diperlakukan seperti ini. Tiap bangun di pagi hari aku langsung kepikiran hal ini, dan sebelum tidur aku juga selalu kepikiran. Aku ingat ibuku menangis sepanjang malam. Aku tak pernah mengalami kejadian seburuk ini dalam hidupku. Ini adalah 2 tahun terburuk dalam hidupku," sambung sang korban dikutip dari KapanLagi.com.
Advertisement
Awal Penangkapan Reynhard Sinaga
Reynhard Sinaga ditangkap setelah salah satu korbannya melaporkan perbuatan si pelaku ke pihak kepolisian. Kala itu, korban terbangun dalam keadaan celana panjang yang dikenakannya sudah menggantung di pergelangan kakinya. Tak hanya itu, sang korban juga menemukan Reynhard Sinaga berada tidak jauh dari posisinya.
Mengetahui ada sang pelaku, korban yang tak disebutkan namanya ini langsung mendatanginya. Tidak terima dengan tindakannya, sang korban lantas memukuli Reynhard Sinaga dengan brutal. Meski awalnya si korban yang justru di ringkus polisi, tetapi akhirnya pihak kepolisian menemukan bukti kuat yang bisa menjelaskan kebenaran dari kasus yang menyeret pria berusia 18 tahun itu.
Advertisement
Trik yang Digunakan Saat Menjaring Korban
Reynhard Sinaga dalam menjalankan aksinya menggunakan metode yang halus namun licik pada para korbannya. Pertama, pria berusia 36 tahun ini akan berlaku baik sebelum akhirnya mengajak mereka ke apartemennya di pusat kota. Kemudian, di sana lah Reynhard memberikan obat tidur dengan dosis cukup tinggi.Akibat obat bius itu, para korban pingsan dan tidak mengingat apa pun yang terjadi pada dirinya. Saat itu pula, Reynhard Sinaga melakukan aksi tak terpujinya. Parahnya, Reynhard juga merekam setiap aksi tercela yang diperbuat di dalam ponsel genggamnya.
Advertisement
Obat Bius yang Digunakan Reynhard
Dilansir dari The Guardian, Selasa (7/1), Reynhard Sinaga dipercaya menggunakan obat bius GHB (gamma-hydroxybutyric acid) dalam menjalankan aksinya. Pria berusia 36 tahun ini akan melumpuhkan para korban terlebih dahulu dengan GHB sebelum dibawanya ke apartemennya.
Dikutip dari BBC, Selasa (7/1), GHB yang dicampurkan ke dalam minuman beralkohol ini nantinya akan menimbulkan efek lumpuh (tidak bereaksi) sama sekali pada korbannya. Pakar toksikologi juga menjelaskan, GHB mampu membuat orang kehilangan kesadaran selama berjam-jam dan akan membuat tubuh menjadi longgar. Kondisi inilah yang memudahkan penetrasi bagi para korbannya.