Akibat Perubahan Suhu Ekstrem, Wanita Ini Membeku hingga Meninggal

Imbas terjadinya perubahan suhu ekstrem, wanita ini meninggal dunia dalam keadaan membeku di atas kasur.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Akibat Perubahan Suhu Ekstrem, Wanita Ini Membeku hingga Meninggal
Wanita Membeku Akibat Perubahan Suhu. worldofbuzz.com ©2019 Merdeka.com

Semakin bertambah tuanya bumi, perubahan iklim tak lagi bisa dibendung. Akibat tangan-tangan nakal sejumlah oknum, hampir seluruh dunia terkena imbasnya. Salah satu akibat yang paling terasa yaitu perubahan suhu yang ekstrem.

Bukan di satu negara saja, perubahan suhu ekstrem ini juga melanda hampir seluruh dunia. Menurunnya jumlah bongkahan es di Kutub dan lapisan ozon yang semakin menganga lebar inilah faktor penyebab utamanya. Akibat perubahan tersebut, seorang wanita asal Thailand membeku dan meninggal dunia.

Kabar tersebut sontak membuat heboh dunia maya terutama masyarakat Thailand. Lantas bagaimana kisah wanita ini yang membeku hingga meninggal akibat perubahan suhu ekstrem? Langsung saja simak informasi yang dikutip dari World of Buzz berikut ini.

Perubahan Suhu di Asia Tenggara

Mungkin bagi sebagian orang, perubahan suhu ekstrem yang terjadi belakangan ini begitu menyenangkan. Terlebih bagi orang-orang yang berada di negara pemilik 2 musim. Menjadi lebih dingin membuat sebagian besar orang bahagia sebab tak lagi terpapar sengatan sinar matahari.

Sayangnya, bagi sejumlah orang di beberapa bagian Thailand hal itu menjadi momok menakutkan. Terlebih di daerah Thailand Utara di mana perubahan suhunya bisa mencapai di bawah 10 derajat Celcius. Sementara beberapa orang senang, wanita di Chaiyaphum harus meninggal membeku dalam tidurnya.

Wanita Ini Membeku hingga Meninggal

Menurut Oriental Daily yang dikutip dari World of Buzz, Selasa (17/12/19), ditemukan seorang wanita yang meninggal dunia dalam keadaan membeku. Dari hasil investigasi, wanita berusia 57 tahun ini kemungkinan meninggal dunia akibat sebuah kipas angin kecil.Kipas angin dinyalakan sepanjang malam bersamaan dengan perubahan suhu Thailand yang ekstrem. Tidak hanya itu saja, wanita asal Chaiyaphum ini juga tidak menggunakan selimut apapun untuk menghangatkan tubuhnya. Buruknya, wanita tersebut justru mengenakan singlet hitam dan celana pendek.

Kesaksian Kepolisian Setempat

Mengetahui kabar tersebut, pihak kepolisian setempat langsung bergegas ke kediamannya. Ketika tiba di rumahnya, pihak kepolisian menemukan jika kipas angin kecil itu masih menyala. Sementara, wanita berusia 57 tahun itu sudah membeku di atas kasur tepat di depan kipas angin.

Kala itu juga terlihat jika korban mengenakan pakaian yang minim. Selimut juga tidak membalut tubuh korban saat itu padahal suhu berada di bawah 10 derajat celcius. Tak ayal, tubuh korban sudah membeku dan dipastikan telah meninggal dunia.

Korban Kelima yang Diketahui Polisi

Sedihnya, kabar mengejutkan itu bukan sekali ini saja terjadi. Setidaknya sudah ada lima orang termasuk wanita berusia 57 tahun ini terbujur kaku akibat perubahan cuaca ekstrem. Rata-rata semua korban tinggal di Chaiyaphum, Thailand.

Pengakuan Keluarga Korban

Menurut kakak perempuan korban, sebelumnya sang adik telah mengonsumsi minuman beralkohol selama makan malam berlangsung. Setelahnya, sang adik langsung pergi tidur seperti biasanya.

Dirinya mulai merasa aneh saat menyadari sang adik tidak bangun untuk membuat sarapan di keesokan harinya. Diliputi perasaan tidak enak, dirinya memutuskan untuk memeriksa keadaan sang adik. Dia sangat terkejut sangat menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Tidak menunggu waktu lama, dirinya langsung menghubungi pihak kepolisian untuk meminta bantuan.

Rekomendasi