Orang Tua Ungkap Kehidupan Billy Membrasar Sebelum Jadi Staf Presiden, Bikin Nangis

Daftar nama Staf Khusus Presiden telah diumumkan. Saat diumumkan, Presiden Joko Widodo menyebutkan nama Gracia Billy Membrasar menjadi salah satu staf khusus presiden. Gracia Billy Membrasar merupakan putra Papua yang sedang menempuh pendidikan S2 di Oxford University, Inggris.

Addina Zulfa Fa'izah
Orang Tua Ungkap Kehidupan Billy Membrasar Sebelum Jadi Staf Presiden, Bikin Nangis
Billy Membrasar. ©2019 Merdeka.com

Daftar nama Staf Khusus Presiden telah diumumkan. Saat diumumkan, Presiden Joko Widodo menyebutkan nama Gracia Billy Membrasar menjadi salah satu staf khusus presiden. Gracia Billy Membrasar merupakan putra Papua yang sedang menempuh pendidikan S3 di Oxford University, Inggris.

Dilansir dari Liputan6, Billy sebelumnya telah menyelesaikan studi di Australian National University dengan beasiswa Pemerintah Australia dan menjadi mahasiswa terbaik pada tahun 2015. Selain itu, dalam waktu dekat Billy akan melanjutkan pendidikan doktoralnya di Harvard University, Amerika Serikat dengan beasiswa dari LPDP dalam bidang pembangunan manusia.

Dilansir dari channel Youtube TRANS7 Official, orang tua mengungkap kehidupan Billy sebelum menjadi staf presiden. Berikut ulasannya:

Ayah Billy menceritakan tentang kondisi Billy dan keluarga kala itu. Billy belajar dengan lampu templok, dengan rumah yang beratap kayu dan berlantai tanah.

"Rasanya seperti dalam mimpi, bayangkan dalam kehidupan yang rendah belajar pakai pelita pakai lampu teplok dan tinggal di rumah yang lantai tanah, atap dari daun sagu, dinding gabah-gabah dan saya cuma penuh dengan doa. Mudah-mudahan suatu saat kehidupan kita bisa berubah dan nasib anak kita bisa berubah," ucap Ayah Billy, Isaschar Mambrasar dalam channel Youtube TRANS7 Official

Ayah Billy pun selalu berdoa agar suatu saat nasib berubah dan nasib anaknya dapat berubah.

Ibunda Billy mengatakan jika dirinya tak menyangka anaknya dapat menjadi staf khusus presiden."Saya rasa bahagia dan tidak terbayangkan punya kehidupan saat itu benar-benar menderita tapi ternyata dia dapat berhasil, dapat mengangkat derajat orang tua," ujar ibunda Billy, Debora Mambrasar dalam channel Youtube TRANS7 Official.

Ayah Billy menceritakan jika dirinya memiliki cita-cita untuk membangun lembaga pendidikan berkualitas untuk orang Papua. "satu hal yang saya katakan adalah saya bercita-cita untuk agar pendidikan yang baik untuk anak-anak Papua. Saya pernah bilang sama dia ini mimpi seorang miskin, mimpi orang miskin. Mudah-mudahan suatu saat kita akan bisa membangun sebuah lembaga pendidikan yang berkualitas untuk orang papua," ungkap Ayah Billy Isaschar Mambrasar, dalam channel Youtube TRANS7 Official

Billy menceritakan jika ketika dirinya lulus kuliah dan berkata ingin berkuliah kepada orang tua, orang tua Billy pun bingung. Akhirnya orang tua Billy pun meminta dari kantor ke kantor, dari rumah ke rumah."waktu lulus SMA saya bilang saya mau kuliah orang tua bingung juga. Ini bagaimana caranya, uang untuk makan sehari-hari saja sudah susah apalagi kamu mau kuliah. Jadi waktu saya lulus dari SMA itu, orang tua saya minta istilah kata minta-minta lah dari kantor ke kantor dari rumah ke rumah untuk kumpulin uang buat saya pergi tes, baru tes ke Bandung. Untuk bisa memenuhi saya ambisi," kata Billy dalam channel Youtube TRANS7 Official

Billy menceritakan jika dirinya telah menjual kue sejak kecil. Tidak hanya dirinya, tetapi kakak dan ibunya pun turut menjual."Dari kecil kan udah jualan, karena mama kan, jadi dibagi adik kakak semuanya jualan, saya bawa ke sekolah. Trus setelah pulang dari sekolah nanti gantian mama pulang saya ke pasar karena adik-adik masih kecil dua. Jadi gantian saya ke pasar buat jualan. Jualan kemudian saya sangat berambisi untuk sekolah setinggi-tingginya," kata Billy dalam channel Youtube TRANS7 Official

Billy menceritakan bahwa dirinya berambisi untuk bersekolah setinggi-tingginya karena terinsipirasi oleh Presiden Soekarno. Membaca buku biografi Presiden Soekarno membuat Billy ingin berkuliah di ITB.

Rekomendasi