Potret Soeharto & Para Jenderal di Awal Kekuasaannya, Sosok Polisi di Pojok Melegenda

Senin, 18 Oktober 2021 10:24 Reporter : Kurnia Azizah
Potret Soeharto & Para Jenderal di Awal Kekuasaannya, Sosok Polisi di Pojok Melegenda Jenderal Besar Soeharto Dikawal. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Potret lawas tujuh orang jenderal di masa awal kekuasaan Presiden Soeharto beredar di media sosial. Dalam foto yang diambil tahun 1969 itu tampak Presiden Soeharto dengan pakaian dinas TNI berpangkat jenderal tegap berdiri diapit oleh para jenderal TNI dan Polri saat itu.

Namun, ada satu sosok yang mencuri perhatian netizen. Dalam foto tersebut, sosok tersebut berdiri paling pojok sebelah kanan.

Dia merupakan seorang jenderal polisi. Sosoknya kemudian begitu melegenda. Siapakah dia?

Simak ulasan dan potret lawasnya berikut ini, seperti dilansir dari akun Instagram @jejaksejarah1, Senin (18/10).

2 dari 4 halaman

Soeharto Sebagai Presiden dan Menhankam

Soeharto mulai resmi menjabat sebagai presiden sejak 27 Maret 1968, setelah sebelumnya menjabat sebagai Ketua Presidium Kabinet Ampera tahun 1966 dan diangkat menjadi Pejabat Presiden pada tahun 1967 oleh MPRS.

Selain sebagai presiden, ia juga merangkap jabatan sebagai Menteri Pertahanan/Keamanan pada saat itu. Kemudian bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 Nopember 1969, Soeharto mengeluarkan keputusan mengenai pengangkatan sejumlah Perwira Tinggi ABRI di Departemen Hankam (Pertahanan Keamanan).

Namun, posisi Menteri Pertahanan/Keamanan/Panglima ABRI tetap dijabat oleh Presiden Soeharto sendiri.

Melansir dari laman resmi soeharto.co, Presiden Soeharto mengangkat beberapa jenderal di awal kekuasaannya sekaligus memberhentikan dengan hormat beberapa jenderal lain untuk mengemban tugas baru. Hal itu diklaim sebagai upaya menyempurnakan organisasi Departemen Hankam.

3 dari 4 halaman

Potret Lawas Soeharto bersama dengan Para Jenderal

potret soeharto dan para jenderal di awal kekuasaan
Instagram @jejaksejarah1 ©2021 Merdeka.com

Sejumlah sosok yang berada di lingkaran Pertahanan, Kowilhan (Komando Wilajah Pertahanan) dan Kopkamtib (Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban), tampil berpose bersama dengan Presiden Soeharto.

Berikut ini potret lawas ketujuh jenderal tersebut, dari sisi kiri ke kanan. Menariknya sosok jenderal polisi yang berada di pojok kanan kemudian melegenda karena kejujurannya.

  1. Marsekal TNI Soewoto Soekendar: diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara.
  2. Jenderal TNI Soemitro Sastrodihardjo: pernah menjabat sebagai Wakil Panglima ABRI dan Pangkopkamtib.
  3. Jenderal TNI Maraden Saur Halomoan Panggabean: dari Panglima Angkatan Darat menjadi Panglima Kopkamtib tahun 1969.
  4. Presiden Soeharto.
  5. Jenderal TNI Umar Wirahadikusumah: bertahap diangkat oleh Soeharto sebagai Panglima Kostrad, melejit pesat menjadi Wakil Kasad, lalu Kasad tahun 1969.
  6. Laksamana TNI Sudomo: awal kekuasaan Soeharto, ia menjadi Kepala Staf TNI AL, lalu Pangkopkamtib.
  7. Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso sebagai Kapolri.
4 dari 4 halaman

Sosok Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso

video ini jadi bukti jenderal hoegeng kapolri teladan
Video Ini Jadi Bukti Jenderal Hoegeng Kapolri Teladan, Instagram/@pendapatkita ©2021 Merdeka.com

Dalam foto tujuh jenderal tersebut, sosok jenderal polisi yang berada di pojok kanan menjadi sorotan netizen. Jenderal polisi itu melegenda akibat kejujurannya.

Dia adalah Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso yang terkenal sebagai tokoh polisi paling jujur dan anti suap. Namanya kerap disinggung sebagai teladan dan belum ada yang bisa menggantikannya.

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-5 dari tahun 1968-1971. Selama menjadi Kapolri, Hoegeng melakukan pembenahan di sejumlah bidang. Bahkan Hoegeng tak segan melawan ketidakadilan di negeri ini.

Diketahui, Hoegeng termasuk satu dari 50 tokoh terkemuka Indonesia yang menandatangani Petisi 50. Sebuah protes yang berisi "Ungkapan Keprihatinan". Termasuk di antaranya Jenderal Nasution, Ali Sadikin, serta Burhanuddin Harahap dan Mohammad Natsir.

[kur]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini