Potret Lawas SBY Lulus Akabri 'Dikawal' Taruna Sjafrie Sjamsoeddin, di Tengahnya Ada Putri Jenderal Kopassus Pemberantas PKI
Siapa sangka, ada momen menarik yang berlangsung saat SBY baru saja dinyatakan lulus dari Akabri pada 1973..
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diketahui merupakan Presiden ke-6 RI yang memiliki rekam jejak secara khusus di bidang militer. Dia pun menyandang predikat sebagai lulusan terbaik semasa rampung Pendidikan militer di Akabri (kini Akmil) pada 1973.
Siapa sangka, ada momen menarik yang berlangsung saat SBY baru saja dinyatakan lulus. Ternyata ada momen bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang kala itu masih berstatus sebagai Taruna.
Sementara di tengah, ada sosok wanita yang kemudian dikenal sebagai putri dari Jenderal Kopassus pemberantas PKI. Seperti apa potretnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
SBY Lulus Akabri
Potret lawas yang menampilkan momen istimewa milik SBY itu seperti halnya yang terungkap dalam unggahan akun TikTok @hambaallah.080 beberapa waktu lalu. Dalam unggahan yang beredar, SBY tampil gagah nan prima berbalut seragam Taruna tingkat akhir. Dia berpose di sebelah kiri dalam foto tersebut.
Menariknya, SBY kala itu telah menenteng dokumen kelulusan usai resmi menyelesaikan Pendidikan militer di Akabri selama kurang lebih empat tahun.
Sekadar informasi, SBY sendiri merupakan jebolan Akabri yang mendapatkan penghargaan tertinggi Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik tahun 1973. Bahkan pada semasa pendidikan, SBY mendapat julukan Jerapah lantaran sosoknya begitu menonjol dibandingkan dengan taruna lainnya.
Diketahui, potret itu diabadikan tepat beberapa waktu sebelum SBY akhirnya memilih untuk melanjutkan studi militernya ke beberapa kampus militer ternama di dunia.
Didampingi Dua Sosok Berpengaruh
Sementara itu, dalam potret tersebut turut hadir pula dua sosok yang kemudian menjadi tokoh ternama di tanah air. Satu sosok di bagian paling ujung kanan ialah Sjafrie Sjamsoeddin yang kala itu masih berstatus sebagai Taruna.
Saat itu, dia tampil gagah dalam balutan seragam Taruna. Dengan tangan ke belakang, Sjafrie mengabadikan foto dengan seniornya sendiri di salah satu sudut Akabri.
Sementara itu, di antara dua sosok gagah nan tampan, terungkap ada satu sosok wanita cantik yang ikut mendampingi momen kelulusan SBY. Dia diketahui merupakan Ani Yudhoyono, putri dari Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo, seorang jenderal yang sukses menumpas Pemberontakan Gerakan 30 September alias G30SPKI.
“Prasetya perwira tahun 1973 Sermatutar Bapak Sjafrie Sjamsoeddin dan ibu Ani Yudhoyono dan perwira muda Bapak Susilo Bambang Yudhoyono,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Saat itu, Ani tampil cantik nan elegan dalam busana yang sederhana. Mendiang ibu negara dalam kesempatan itu tampil anggun meski memilih berpakaian dengan gaya apa adanya dengan celana panjang merah muda dan kemeja putih bermotif.
Banjir Tanggapan
Potret lawas yang menampilkan masa muda tiga sosok yang kini memiliki nama besar di tanah air langsung mengundang atensi dari kalangan warganet. Tak sedikit di antaranya yang tak segan memberi doa mendalam hingga memuji kehebatan ketiganya bagi kemajuan bangsa Indonesia kini.
“Masya Allah, tabarakallah. Sehat selalu Bapak SBY, surga untukmu Ibu Ani,” tulis akun @rohmasafitri
“Pak SBY sama bu Ani masih muda,” tulis akun @harihari
“Almh Ibu Ani di antara orang-orang ganteng pada zamannya,” tulis akun @nightstalker
“Idolaku dua-duanya, Pak SBY dan Pak Sjafrie,” tulis akun @gombess1604
“Masya Allah, salut. Orang-orang hebat negeri ini. Al Fatihah untuk ibu negara Ani Yudhoyono,” tulis akun @maell
“Karakter calon orang hebat dan pemimpin di masa depan itu bisa dilihat dari sorot matanya. Sorot mata keduanya meneduhkan,” tulis akun @busanamuslimeksklusif
Profil Susilo Bambang Yudhoyono
Seperti yang diketahui, Susilo Bambang Yudhoyono merupakan presiden ke-6 Republik Indonesia. Berbeda dengan presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono merupakan presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dalam proses Pemilu Presiden 2004.
Dia merupakan Lulusan terbaik AKABRI tahun 1973. Perjalanan karier militer SBY dimulai dengan memangku jabatan sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun 1974-1976, membawahi langsung sekitar 30 prajurit.
Kefasihan dalam berbahasa Inggris, membuatnya terpilih mengikuti pendidikan lintas udara (airborne) dan pendidikan pasukan komando (ranger) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, 1975.
Di tahun 2000, SBY memulai langkah politiknya dengan untuk memutuskan pensiun lebih dini dari militer. SBY kemudian ditunjuk untuk menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi selama masa pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid.
Di zaman Presiden Megawati, SBY juga dipilih menjadi menteri. Tetapi pada 11 Maret 2004, SBY memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam.
Langkah pengunduran diri ini membuatnya lebih leluasa menjalankan hak politik yang akan mengantarkannya ke kursi puncak kepemimpinan nasional. Pada pemilu Presiden yang dilakukan secara langsung untuk pertama kalinya, SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih kemenangan.
Profil Singkat Sjafrie Sjamsoeddin
Sementara Sjafrie Sjamsoeddin merupakan tokoh militer sekaligus birokrat yang kini tengah menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Sepak terjang Sjafrie di dunia militer pun tak bisa dipandang sebelah mata.
Kemampuannya sempat dilirik Presiden Soeharto yang kemudian menjadikannya sebagai pengawal pribadi dan sosok tangan kanan yang dipercaya. Kawan seleting Presiden Prabowo Subianto semasa duduk di Akabri tahun 1974 itu bahkan turut mengalami berbagai medan pertempuran hebat seperti Operasi Seroja, Aceh, hingga Konflik Papua.
Sjafrie yang merupakan peraih Adhi Makayasa itu diketahui mengawali kariernya sebagai anggota Infanteri Kopassus tahun 1975 dengan jabatan komandan peleton Grup 1 Komando Pasukan. Selanjutnya, dia lantas menjabat sebagai Komandan Nanggala X tahun 1976.
Kelihaiannya dalam bidang militer membuat kariernya langsung melejit. Tahun 1997, Sjafrie menduduki jabatan sebagai Pangdam Jayakarta hingga Wamenhan pada era Susilo Bambang Yudhoyono.