Potret 1 Keluarga Sukses Jadi Perwira TNI, Ayah Kolonel, 2 Anaknya Raih Adhi Makayasa
Merdeka.com - Meraih penghargaan Adhi Makayasa merupakan impian besar bagi para taruna-taruni di Akmil dan Akpol. Mendapat predikat lulusan terbaik merupakan capaian luar biasa.
Hal itu menjadi kebanggaan bagi Kolonel Mar Herry Djuhaeri yang merupakan Wakil Komandan Pasukan Marinir (Wadan Pasmar) 2 Surabaya.
Kedua putranya sama-sama berhasil menorehkan prestasi di TNI Angkatan Laut dengan menerima Adhi Makayasa. Mereka ialah Letda Marinir Muhammad Faishal di tahun 2018 dan Letda Laut Rizqy Zaeland Djuhaeri tahun 2020.
Simak ulasannya berikut ini.
Keluarga Sukses

Channel YouTube Edward Sitorus Papua Channel ©2021 Merdeka.com
Putra kedua sang kolonel, Letda Laut Rizqy Zaeland Djuhaeri saat ini bertugas di KRI I Gusti Ngurah Rai, Armada Dua Surabaya. Sementara sang kakak, Letda Marinir Muhammad Faishal berdinas di batalion marinir.
Sementara putri sulung dari Kolonel Marinir Herry Djuhaeri, Siti Salwa masih berstatus sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya.
Setiap anaknya mengaku mulai menggelora semangat menggapai citanya di kala SMA. Termasuk bagi Faishal dan Rizqy yang mulai mengikuti jejak kakaknya itu.
"Dari kecil belum ada minat. Tapi semenjak SMA, dengar cerita tentang keterlibatan Korps Marinir itu saya jadi tertarik masuk TNI. Dari situ mulai menggebu-gebu," kata Faishal seperti dikutip dari kanal YouTube Edward Sitorus Papua Channel.
Taruna Teladan

Channel YouTube Edward Sitorus Papua Channel ©2021 Merdeka.com
Sebagai seorang taruna, Faishal mencoba mengikuti segala peraturan di sekolah militer. Hal itu pula yang ia tegaskan pada sang adik. Lantaran banyak yang mengenal dirinya dan ayahnya. Tentu ada nama baik yang harus dijaga.
"Saya kerjakan semaksimal mungkin. Kalau peraturan Persustar-nya (pedoman penegakan disiplin dan tata tertib bagi taruna) seperti ini, jadi saya ngikutin. Kalau belajar saya sewajarnya saja, seumpama ada yang merasa kurang nanti sata perdalam," ujar Faishal.
Tak Ingin Bergantung dengan Jabatan Orangtua

Channel YouTube Edward Sitorus Papua Channel ©2021 Merdeka.com
Kendati demikian, Faishal tak ingin menjadi parasit atau memanfaatkan jabatan sang ayah. Ia mengingat dan memegang teguh prinsip dari Presiden Soekarno mengenai Berdikari (berdiri di atas kaki sendiri).
"Saya ingat sekali pidatonya Bung Karno itu yang istilahnya Berdikari, tidak mencampuradukkan kepentingan dinas orangtua dengan saya," tutur Faishal.
Peran Besar Sang Ibunda

Channel YouTube Edward Sitorus Papua Channel ©2021 Merdeka.com
Sejak kecil, ketiga buah hati Kolonel Herry sudah terbiasa melihat ayahnya berdinas ke luar kota. Sehingga peran ibu dinilai sangat berarti. Beliau berusaha merawat anak-anak untuk disiplin, tegas, dan menjaga karakter. Hal itulah yang menjadi bekal hingga ketiganya bisa menjadi sukses dan membanggakan.
"Orangtua kami berperan penting dalam membimbing kami, terutama ibu. Karena bapak kan banyak dinas tentara di luar. Jadi ibu sendirian itu yang selalu menjaga anaknya sehat, enggak mau anaknya kenapa-napa, pendisiplinan karakter dari ibu sejak kecil, kayak salat, lain-lain. Bapak saat berdinas jadi figur saya," terangnya.
Penghargaan jadi Ketakutan
Tak disangka, menerima penghargaan besar Adhi Makayasa membawa ketakutan tersendiri bagi Faishal. Seperti diketahui, itu merupakan penghargaan bagi taruna yang mampu menunjukkan prestasi terbaik di tiga aspek, yakni akademis, jasmani, dan kepribadian (mental).

Channel YouTube Edward Sitorus Papua Channel ©2021 Merdeka.com
Faishal menerima nilai terbaik dan lulus sebagai Angkatan 63 Tahun 2018. Disusul oleh sang adik, Rizqy Angkatan 65 Tahun 2020 dengan penghargaan yang sama.
Faishal mengaku tak menyangka dan sempat khawatir bila harus memegang tanggung jawab tersebut. Sampai akhirnya dimotivasi oleh kedua orangtuanya.
"Pas awal pernah merasakan, wah berat juga ini memegang Adhy Makayasa. Awalnya saya jadi minder. Tapi dari situ, orangtua bilang jangan jadikan beban. Tapi jadikan sebagai track supaya kita tidak menyamping. Akhirnya saya jalani, takdir istilahnya," ungkapnya.
(mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya