Penyebab Telinga Sakit yang Terabaikan hingga Hilang Nafsu Makan, Patut Diwaspadai
Merdeka.com - Penyebab telinga sakit harus Anda ketahui. Sebab beberapa penyebab telinga sakit bisa menimbulkan tanda terjadinya infeksi kecil, meski beberapa kasus seringkali bisa membaik dengan sendirinya, tanpa pengobatan.
Tak jarang pula telinga sakit terjadi secara konstan atau datang dan pergi dengan rasa nyeri yang tumpul, terasa tajam, atau terbakar. Apalagi jika dialami oleh anak kecil. Mereka akan melapiaskannya dengan rewel, mudah tersinggung, dan menggosok telinga, tanpa tahu penyebab telinga sakit sebenarnya.
Sakit telinga atau otalgia bisa bersifat sementara atau berkelanjutan. Biasanya rasa sakit hanya muncul di satu telinga, namun terkadang bisa muncul di kedua telinga.
Penyebab telinga sakit umumnya terjadi pada penyumbatan di saluran eustachius. Saluran yang memanjang dari telinga tengah ke bagian belakang rongga hidung dan tenggorokan.
Berikut beberapa penyebab telinga sakit yang terabaikan dan patut diwaspadai.
1. Tekanan Udara dari Luar

©ericksonliving.com
Normalnya, telinga akan melakukan pekerjaannya dalam menjaga tekanan yang sama di kedua sisi gendang telinga Anda. Dilansir dari WebMD, letusan kecil yang dirasakan saat menelan merupakan bagian dari proses.
Namun perubahan cepat, seperti saat naik pesawat atau lift, bisa mengganggu keseimbangan. Telinga mungkin sakit dan kesulitan mendengar. Langkah mudah untuk mengurangi tekanan bisa dengan mengunyah permen karet atau menguap dan menelan.
Saat lepas landas dan mendarat, demi mencegah penyebab telinga sakit ini, cobalah tarik napas dalam-dalam. Tutup lubang hidung, lalu coba embuskan udara keluar dari hidung secara lembut.
2. Penumpukan Kotoran Telinga
Penyebab telinga sakit yang umum terjadi, akibat kotoran menumpuk dan mengeras. Sehingga saluran telinga Anda tersumbat. Mengutip dari WebMD, banyak kasus menyebutkan saat membersihkan telinga yang salah, hanya akan mendorong kotoran jauh ke dalam saluran telinga.
Berhati-hatilah dalam membersihkan telinga. Jika diabaikan terlalu lama, telinga akan gatal, mengeluarkan kotoran, atau terinfeksi. Bahkan bisa kehilangan pendengaran untuk sementara waktu.
Bisa diredakan dengan diberi obat tetes telinga pelembut lilin. Bahan ini membantu lilin rontok dengan sendirinya. Dokter mungkin membuang lilinnya menggunakan proses yang disebut lavage telinga, atau menggunakan alat penghisap untuk mengeluarkan lilin.
3. Infeksi dari Kemasukan Air

©Shutterstock/bikeriderlondon
Terkadang saat mandi atau berenang, akan ada air yang masuk ke salurang telinga. Meski ada yang bisa sembuh dengan sendirinya, tak sedikit pula yang mengalami infeksi akibat terperangkapnya air.
Air yang terperangkap di saluran telinga Anda mulai membiakkan kuman. Telinga mungkin menjadi merah, bengkak, atau gatal dan mengeluarkan nanah.
Guna menghindarinya, jaga agar telinga tetap kering selama dan setelah berenang, bisa dengan penutup telinga kecil.
4. Infeksi Telinga Bagian Tengah
Penyebab telinga sakit berikutnya berasal dari kondisi organ lain. Saat pilek, alergi, atau infeksi sinus dapat menyumbat saluran di telinga tengah Anda. Ketika cairan menumpuk dan terinfeksi, dokter akan menyebutnya otitis media. Ini adalah penyebab paling umum dari sakit telinga.
Penanganannya tergantung pada sumber sakitnya. Jika menurut dokter penyebabnya ialah bakteri, mungkin diresepkan antibiotik. Jika tidak, maka direkomendasikan pengobatan alergi dekongestan dengan antihistamin dan steroid hidung.
Jika tidak segera ditangani, infeksi telinga tengah bisa menyebar atau menyebabkan gangguan pendengaran.
5. Sakit Gigi

shutterstock
Abses gigi, gigi berlubang, dan gigi geraham yang terkena benturan juga menjadi penyebab telinga sakit.
Itu karena saraf di wajah dan leher Anda sangat dekat dengan telinga bagian dalam. Para dokter menyebut jenis nyeri yang dimulai di satu area. Tapi dirasakan di area lain sebagai “referred pain."
6. Tonsilitis atau Faringitis
Jika penyebab telinga sakit Anda disertai dengan sakit tenggorokan yang parah. Bisa jadi itu adalah infeksi, seperti tonsilitis atau faringitis. Nyatanya, telinga sakit ini seringkali menjadi gejala terburuk dari salah satu kondisi.
7. Radang Sendi

©©2012 Shutterstock/Aaron Amat
Sendi temporomandibular atau TMJ, adalah "engsel" rahang yang berada tepat di bawah telinga. Nyeri TMJ bisa muncul saat menggertakkan gigi, atau bisa jadi merupakan gejala radang sendi.
Rasa sakit di telinga atau wajah Anda muncul setelah mengunyah, berbicara, atau menguap. Guna mengurangi nyeri, kompres hangat di rahang Anda. Serta menggunakan pelindung mulut saat tidur. Ini dapat membantu meredakan ketegangan yang menyebabkan sakit telinga.
Penyebab telinga sakit umum lainnya:
Penyebab telinga sakit yang kurang umum:
Menangani Telinga Sakit di Rumah

mirror.co.uk
Saat telinga sakit semakin menyiksa, cobalah untuk meringankan nyerinya. Berikut beberapa langkah sederhana di rumah untuk mengurangi telinga sakit, dikutip dari Healthline:
(mdk/kur)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya