Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Kurap atau Kadas yang Perlu Diwaspadai, Ketahui Cara Mengobatinya

Penyebab Kurap atau Kadas yang Perlu Diwaspadai, Ketahui Cara Mengobatinya Ilustrasi penyakit kulit. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyebab kurap tentu saja dikarenakan adanya jamur yang tumbuh dan bertahan di kulit. Kurap atau kadas sendiri, merupakan infeksi jamur di kulit, yang menimbulkan ruam melingkar berwarna merah pada penderitanya. Setidaknya ada 3 jenis jamur yang dapat menyebabkan kurap, yaitu jamur trichophyton, epidermophyton, dan microsporum.

Jamur tersebut, hidup dari keratin yang menjadi bahan dasar dari jaringan lapisan kulit, rambut, serta kuku manusia. Penyebaran spora jamur tersebut dapat melalui kontak langsung dengan manusia, hewan, benda, atau bahkan tanah.

Kurap dapat terjadi di beberapa bagian tubuh, seperti kepala, wajah, bahkan selangkangan. Ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko tinggi tertular kurap. Diantaranya, anak-anak, manula, orang yang pernah mengidap infeksi jamur sebelumnya, dan orang dengan sistem kekebalan rendah.

Selain kelompok orang tertentu, ada beberapa kondisi penyebab seseorang terkena kurap atau kadas. Apa sajakah penyebabnya? Berikut informasi selengkapnya dilansir dari laman Alodokter dan berbagai sumber:

Kondisi Pemicu Seseorang Terkena Kurap

Kurap ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita atau hewan yang terinfeksi. Selain itu, bisa juga melalui kontak tak langsung lewat benda atau tanah yang terkontaminasi jamur. Selain itu, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jamur penyebab kurap, diantaranya:

  • Udara panas dan lembab, yang mendukung perkembangan jamur.
  • Berbagi pemakaian handuk dengan orang yang menderita infeksi jamur kulit.
  • Tidur satu ranjang dengan orang yang terinfeksi jamur kulit.
  • Melakukan olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti gulat.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pengidap HIV
  • Pengguna tablet stereoid
  • Sering mengenakan pakaian yang ketat.
  • Memiliki berat badan berlebih.
  • Penderita diabetes tipe 1
  • Memakai kaos kaki atau sepatu saat kaki kotor atau lembab.
  • Ciri-Ciri Kurap

    Kurap ditandai dengan munculnya ruam merah dan bersisik di permukaan kulit. Ruam tersebut dapat meluas secara melingkar dan menyerupai cincin. Meski demikian, gejala kurap dapat berbeda-beda pada tiap orang, tergantung pada lokasi kurap. Berikut beberapa ciri-ciri kurap berdasarkan lokasi pertumbuhannya: Kurap di wajah (tinea faciei), ditandai dengan ruam melingkar. Ruam tersebut berwarna merah dan bersisik, dengan bagian tepi berwarna lebih merah.Kurap di kepala (tinea capitis), gejalanya berupa pitak dengan area bersisik di kulit kepala. Kulit yang mengalami pitak menjadi keras dan terasa sangat gatal. Jika mengalami luka terbuka pada area pitak, luka tersebut dapat mengeluarkan nanah.Kurap di kulit tubuh (tinea corporis), memiliki gejala berupa ruam berwarna merah dengan tepi yang lebih tebal seperti cincin. Ruam ini terasa sangat gatal dan ukurannya akan bertambah secara perlahan.Kurap di janggut (tinea barbae), kurap juga bisa muncul di area yang tersembunyi. Biasanya ditandai dengan pembengkakan di area yang ditumbuhi jenggot. Kulit juga menjadi keras dan muncul bintil berisi nanah. Kondisi ini bisa menyebabkan bulu janggut rontok.Kurap di tangan (tinea manuum)Gejalanya berupa kulit telapak tangan menjadi kering dan pecah-pecah, terutama di antara jari tangan. Ruam merah melingkar juga dapat terlihat di punggung tangan. Jika tangan yang terinfeksi menyentuh bagian tubuh lain, infeksi dapat menyebar.Kurap di kaki (kutu air) (tinea pedis), Gejala kutu air berupa kulit kaki menjadi kering dan bersisik. Kulit kaki juga dapat mengelupas, terasa gatal, seperti terbakar atau tersengat, terutama di antara jari kaki atau telapak kaki. Kulit di antara jari kaki menjadi putih, terasa lunak, atau muncul luka lepuh.Kurap di kuku (tinea unguium), biasa disebut juga dengan jamur kuku. Gejala awalnya berupa adanya penebalan jaringan di bawah kuku. Warna kuku juga cenderung akan menjadi putih dan buram, sedagkan kuku kaki terlihat kuning.

    Cara Menghilangkan Kurap

    Kurap atau kadas, bisa diatasi dengan menggunakan salep anti-jamur. Salep anti-jamur ini, biasanya mengandung clotrimazole atau miconazole. Salep tersebut bisa dibeli di apotek secara bebas tanpa resep dokter. Namun, jika sudah diobati menggunakan salpe anti-jamur dan kondisi belum mereda selama 2 minggu. Sebaiknya, segeralah konsultasikan ke dokter. Biasanya, dokter akan memberikan obat lain dengan dosis yang lebih kuat. Selain itu, kurap sendiri bisa disegah dengan selalu menjaga kebersihan seperti mandi dan keramas secara teratur, menjaga tubuh agar tidak lembab terutama di are lipatan, menjaga dan merawat kebersihan kuku da tangan, serta membersihkan rumah dan barang-barang yang sering dipakai seperti pakaian, kasur, sprei, handuk, sisir, alat makan, dan lain sebagainya. Di samping itu, hindari berbagi pemakaian barang pribadi dengan orang lain, gunakan alas kaki saat berada di tempat umum, serta mandi, cuci rambut, dan ganti baju setiap hari atau pada saat berkeringat.

    (mdk/khu)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP