Penyebab Bintik Merah di Kulit, Bisa Disebabkan Adanya Masalah Kesehatan

Jumat, 22 Januari 2021 11:24 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Penyebab Bintik Merah di Kulit, Bisa Disebabkan Adanya Masalah Kesehatan Ilustrasi bintik di lengan. Shutterstock/Puwadol Jaturawutthichai

Merdeka.com - Penyebab bintik merah di kulit merupakan hal sepele, namun penting untuk diketahui oleh setiap orang. Bintik merah sendiri merupakan jenis ruam kulit yang sebenarnya umum terjadi.

Biasanya, munculnya bintik merah disebabkan karena adanya reaksi alergi, gigitan serangga, dan lain sebagainya. Namun, dalam kasus tertentu bintik merah juga bisa menandakan adanya masalah infeksi serius dalam tubuh.

Bintik merah pada kulit disertai gatal sering terjadi di area wajah, lengan dan kaki. Namun, kondisi ini juga mungkin untuk terjadi pada badan maupun area tubuh lainnya. Jika bintik merah disebabkan hanya karena gigitan serangga atau alergi, maka kondisi tersebut biasanya akan sembuh dengan sendirinya.

Berbeda dengan bintik merah yang disebabkan infeksi, perlu bantuan dokter untuk menanganinya. Bintik merah yang disebabkan infeksi biasanya juga disertai gejala lain seperti demam atau luka lepuh. Untuk itu, penting bagi kita mengetahui penyebab terjadinya bintik merah pada kulit, agar kita bisa langsung mengetahui langkah yang harus dilakukan untuk pengobatan.

Lantas, apa sajakah penyebab bintik merah pada kulit? Berikut ulasan selengkapnya melansir dari laman Medical News Today dan berbagai sumber (22/1):

2 dari 4 halaman

1. Biang Keringat

Bintik merah pada kulit bisa disebabkan karena biang keringat. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar keringat tersumbat sehingga menjebak keringat di lapisan dalam kulit. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi dan anak kecil dengan kelenjar keringat yang belum matang. Gejala biang keringat meliputi kelompok benjolan merah kecil yang disebut papula, benjolan keras berwarna daging, sensasi gatal atau berduri, keringat ringan, nyeri, pusing dan mual.

Untuk meredakannya, biasanya orang menggunakan lotion atau bedak pereda gatal, iritasi, dan bengkak. Biang keringat juga bisa dicegah dengan menjaga kulit tetap dingin dan menghindari pakaian yang ketat. Kondisi ini termasuk hal yang tidak terlalu berbahaya, karena umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 24 jam.

2. Biduran

Selain biang keringat, bintik merah juga bisa disebabkan karena biduran, yakni munculnya benjolan atau plak merah pucat pada kulit secara tiba-tiba. Biduran biasanya berwarna merah, merah muda, atau berwarna daging, dan kadang-kadang terasa perih atau sakit.

Dalam kebanyakan kasus, gatal-gatal disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat atau makanan atau reaksi terhadap iritasi di lingkungan. Sebagian besar ruam akan hilang dengan sendirinya.

3 dari 4 halaman

3. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan zat yang mengiritasi kulitnya atau memicu reaksi alergi. Gejala dermatitis kontak meliputi ruam yang muncul dalam pola atau bentuk geometris, kulit kering yang mengelupas dan pecah-pecah, ruam kulit cerah dan memerah, gatal-gatal, lepuh berisi cairan, kulit gelap dan menebal, dan kepekaan terhadap sinar matahari.

Untuk penanganannya juga tergantung dengan seberapa parah gejala yang terjadi. Untuk gejala yang ringan, biasanya bintik merah aka sembuh dengan sendirinya setelah menghindari kontak dengan alergen. Namun, untuk gejala yang parah dokter dapat meresepkan antihistamin topikal atau oral yang lebih kuat.

4. Dermatitis Atopik

Selain dermatitis kontak, dermatitis atopik juga bisa menyebabkan bintik merah di kulit. Dermatitis atopik juga dikenal sebagai eksim, atau kondisi inflamasi kronis pada kulit. Ada banyak jenis eksim, termasuk eksim papular yang muncul sebagai benjolan merah kecil di kulit. Selain benjolan merah di kulit, eksim dapat menyebabkan kulit yang sangat gatal, panas dan bengkak kulit, kulit kering bersisik, dan lepuh berisi cairan.

Dermatitis atopik dapat diatasi dengan minum obat resep, seperti steroid dan antihistamin, terapi cahaya, mengoleskan pelembap, dan menghindari pemicu seperti udara kering, stres, dan alergen.

5. Keratosis pilaris

Keratosis pilaris (KP) adalah kondisi kulit umum yang menyebabkan benjolan kecil berwarna merah, putih, atau daging pada kulit. Kondisi ini paling sering memengaruhi bagian luar lengan atas. Ini juga dapat memengaruhi lengan bawah dan punggung atas.

Gejala keratosis pilaris meliputi kulit yang terasa kasar atau kering, bercak benjolan kecil tanpa rasa sakit di kulit, dan gatal. Kondisi ini bisa diatasi dengan pelembap yang mengandung urea atau asam laktat, salep dan losion untuk mengurangi gejala.

4 dari 4 halaman

6. Rosacea

Rosacea merupakan kondisi kulit yang menyebabkan iritasi kulit, kemerahan, dan jerawat kecil. Gejala rosacea meliputi kulit yang teriritasi atau merah di dahi, hidung, pipi, dan dagu, pembuluh darah yang terlihat di bawah kulit, kelompok benjolan atau jerawat kecil, kulit tebal di wajah, mata merah, gatal, atau berair, radang kelopak mata, dan penglihatan kabur. Menjaga kebersihan kulit, menghindari pemicu, menggunakan pelembap dan tabir surya bisa membantu mengatasi kondisi ini.

7. Cacar

Bintik merah pada kulit juga bisa disebabkan karena penyakit cacar air dan cacar api. Cacar air dan cacar api yang disebabkan oleh virus varicella-zoster dapat menimbulkan gejala berupa bintik merah. Infeksi ini menghasilkan lepuh merah, gatal, berisi cairan yang dapat muncul di mana saja di tubuh.

8. Rubella

Rubella merupakan penyakit menular berupa infeksi virus yang bisa menyebabkan ruam seperti bintik-bintik merah muda pada penderitanya. Infeksi rubella juga menyebabkan demam, sakit kepala, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Rubella bisa dicegah dengan vaksin untuk bayi dan anak berusia antara 9 bulan dan 6 tahun.

9. Meningitis

Meningitis merupakan salah satu penyakit yang tergolong cukup berbahaya. Kondisi ini terjadi karena adaya peradangan pada selaput yang menutupi sumsum tulang belakang da otak. Biasanya terjadi karena adanya infeksi bakteri atau virus.

Gejala meningitis meliputi demam, leher kaku, sakit kepala, mual, sensitivitas cahaya, kebingungan, dan muntah. Di beberapa kasus, seseorang mungkin melihat bintik kecil berwarna merah muda, merah, cokelat, atau ungu pada kulit.

10. Infeksi MRSA (staph)

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah jenis bakteri yang resisten terhadap beberapa antibiotik. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan area kulit yang nyeri dan meradang. Jika curiga mengalami infeksi kulit, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

[khu]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini