Kemenangan dalam kompetisi olahraga bergengsi seringkali menjadi momen membanggakan bagi sebuah negara. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah maupun organisasi terkait tak jarang memberikan hadiah fantastis kepada para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa.
Selain Indonesia, ternyata ada beberapa negara lain yang juga memiliki tradisi serupa. Bentuknya pun beragam, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah. Lantas, negara mana saja kah itu?
Melansir dari berbagai sumber, berikut daftar negara-negara yang memberikan hadiah fantastis kepada timnas atau atletnya atas kemenangan luar biasa mereka.
Advertisement
Pakistan
Pemerintah Pakistan memberikan apresiasi tinggi kepada atlet lempar lembing, Arshad Nadeem, atas prestasinya meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024. Nadeem tak hanya memenangkan medali emas, tetapi juga berhasil memecahkan rekor Olimpiade. Atas pencapaiannya ini, ia menerima bonus sebesar 250 juta rupee Pakistan atau setara dengan Rp14,1 miliar.
Bonus tersebut diberikan langsung oleh Perdana Menteri dan Ketua Menteri Punjab. Selain bonus uang tunai, Arshad Nadeem juga mendapatkan hadiah mobil dengan pelat nomor unik sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya mengharumkan nama Pakistan di kancah internasional. Pelatihnya pun tak luput dari apresiasi, menerima bonus sebesar 5 juta rupee Pakistan (sekitar Rp282 juta).
Advertisement
Uzbekistan
Keberhasilan tim nasional sepak bola Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026 disambut dengan suka cita oleh pemerintah dan masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi, Presiden Uzbekistan memberikan medali kehormatan kepada seluruh pemain dan staf pelatih timnas. Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan hadiah mobil listrik.
Pemberian hadiah ini merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap perkembangan olahraga di Uzbekistan, sekaligus motivasi bagi para atlet untuk terus berprestasi di masa depan. Mobil listrik dipilih sebagai hadiah sebagai simbol komitmen Uzbekistan terhadap energi bersih dan pembangunan berkelanjutan.
Advertisement
Singapura dan Kazakhstan
Singapura dan Kazakhstan dikenal dengan bonus uang tunai yang fantastis bagi atlet yang berhasil meraih medali di Olimpiade Musim Dingin. Singapura memberikan USD 737.000 (sekitar Rp11,4 miliar) untuk medali emas, USD 369.000 (sekitar Rp5,7 miliar) untuk perak, dan USD 184.000 (sekitar Rp2,8 miliar) untuk perunggu.
Kazakhstan juga memberikan bonus yang tak kalah menggiurkan, yaitu USD 250.000 (sekitar Rp3,8 miliar) untuk medali emas dan USD 150.000 (sekitar Rp2,3 miliar) untuk perak. Meskipun jumlah pasti untuk perunggu tidak disebutkan, dapat diasumsikan bahwa angkanya juga cukup signifikan. Bonus ini diharapkan dapat memacu semangat para atlet untuk terus berjuang dan meraih prestasi terbaik.
Advertisement
Maroko
Timnas Maroko mencatatkan sejarah dengan lolos ke semifinal Piala Dunia 2022. Atas pencapaian gemilang ini, mereka berpotensi mendapatkan bonus sebesar 25 juta dolar AS (sekitar Rp391,15 miliar) dari FIFA. Jumlah ini bisa bertambah jika mereka berhasil memenangkan perebutan tempat ketiga.
Bonus besar ini tentu menjadi motivasi tambahan bagi para pemain Maroko untuk memberikan yang terbaik di lapangan. Keberhasilan mereka menembus semifinal Piala Dunia juga menjadi inspirasi bagi negara-negara Afrika lainnya untuk terus mengembangkan sepak bola dan meraih prestasi di kancah internasional.
Advertisement
Presiden Prabowo Beri Jam Mewah ke Timnas
Baru-baru ini, timnas sepak bola Indonesia juga mendapatkan hadiah jam tangan mewah dari Presiden Prabowo Subianto atas keberhasilan mereka lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Selain itu, timnas juga mendapatkan tambahan poin ranking FIFA. Pemberian bonus ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan olahraga di Indonesia.
Sebelumnya, pada Olimpiade Tokyo 2020, atlet peraih emas pun juga turut mendapatkan Rp5,5 miliar, perak Rp2,5 miliar, dan perunggu Rp1,5 miliar dari pemerintahan Jokowi. Bahkan, atlet yang tidak meraih medali pun tetap mendapatkan bonus sebesar Rp100 juta.