Orang Cerdas Ternyata Suka Menyendiri, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sabtu, 4 April 2020 12:00 Reporter : Kurnia Azizah
Orang Cerdas Ternyata Suka Menyendiri, Ini Penjelasan Ilmiahnya ilustrasi cerdas. ©www.lifehack.org

Merdeka.com - Orang cerdas biasanya tergambar dalam beberapa film dengan pribadi yang suka menyendiri. Meski memiliki teman, namun terhitung dalam jumlah yang tidak banyak.

Tingkat kecerdasan menentukan sifat penyendiri dibanding berada di lingkungan ramai. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa orang dengan kepintaran lebih atau cerdas, akan memilih waktu berharganya dengan diri sendiri.

Bagaimana penjelasannya? Mari simak hasil rangkum dari berbagai sumber.

1 dari 6 halaman

Kebahagiaan Menyendiri Kala Tinggal di Daerah Padat

Melansir dari Washingtonpost, sebuah studi yang telah dipublikasikan dalam British Journal of Psychology.

Psikolog evolusi, Satoshi Kanazawa dari London School of Economics dan Norman Li dari Singapore Management University menggali pertanyaan tentang hal yang membuat kehidupan menjadi lebih baik.

Situasi dan keadaan yang akan meningkatkan kepuasan hidup. Mereka melahirkan teori baru yang menjelaskan dari hasil analisis survei terhadap 15000 responden, "the savanna theory of happiness" (teori kebahagiaan sabana).

Pertama, mereka menemukan bahwa orang yang tinggal di daerah padat penduduk cenderung kurang puas dengan kehidupan mereka secara keseluruhan.

Kedua, semakin banyak interaksi sosial dengan teman dekat atau keluarga, semakin besar kebahagiaan yang mereka laporkan sendiri.

Dari membandingkan beberapa responden IQ tingkat rendah dan tinggi.Lebih banyak orang cerdas sebenarnya kurang puas, jika mereka bersosialisasi dengan orang lain.

2 dari 6 halaman

Semakin Banyak Interaksi, Kepuasan Hidup Berkurang

Melansir dari Bussiness Insider Singapore, masih dari penelitian yang sama, keduanya melihat data dari National Longitudinal Study of Adolescent Health.

Orang pada umumnya lebih bahagia saat berada di wilayah berpenduduk lebih sedikit. Kecuali untuk orang yang memiliki kecerdasan tinggi.

Semakin banyak atau seringnya orang pintar bersosialisasi dengan teman, semakin tidak puas mereka dengan kehidupan.

ilustrasi otak manusia di masa depan

prisonplanet.com

3 dari 6 halaman

Teori Psikologi Evolusioner

Melansir dari hellosehat.com, melalui teori psikologi evolusioner nampak bahwa kelompok orang pintar lebih efektif menyelesaikan masalah tanpa perlu bantuan dari teman-temannya.

Kemudian orang yang kepintarannya biasa saja, lebih senang bergaul karena dianggap mampu membantu memecahkan masalah.

Sedangkan, kelompok yang lebih cerdas suka menyendiri karena merasa lebih mampu menyelesaikan tantangan yang diberikan selama analisis survey.

berhalusinasi

usrehablistings.com

4 dari 6 halaman

Tidak Bahagia di Keramaian

Masih dari kutipan yang sama, kebanyakan orang dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata cenderung tidak bahagia di keramaian.

Melainkan ketika orang cerdas dikelilingi oleh teman dekat atau orang yang disayang, tingkat kebahagiaan bisa meningkat.

Teori Savana dengan Psikologi Revolusioner hampir sama, tetapi teori savanna juga melihat kondisi berdasar leluhur serta cara hidup sebelumnya.

Orang yang hidup di zaman dahulu merasa butuh orang lain atau sosialisasi, salah satu cara untuk bertahan hidup.

Sedangkan kehidupan sekarang, orang cerdas cenderung merasa mampu hidup sendiri dan menyelesaikan masalah tanpa bantuan, akhirnya beberapa ada yang kurang menghargai persahabatan.

5 dari 6 halaman

Orang Cerdas Mudah Beradaptasi

Mengutip dari Liputan6.com, yang dilansir dari Reader's Digest, beberapa orang dengan IQ lebih tinggi, tidak mengikuti norma bersosialisasi demi bertahan hidup (teori savanna).

Beberapa ilmuwan meyakini bahwa ini alasan seseorang dengan otak cerdas, lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang tidak biasa. Baik hidup sendirian atau tinggal di komunitas yang padat.

009 siti rutmawati

2015 Merdeka.com/ motherhood.modernmom.com

6 dari 6 halaman

Suka Keramaian Bukan Berarti Tidak Cerdas

Dilansir dari hellosehat.com, meski penelitian sebelumnya menyendiri sebagai jalan mendapat kebahagiaan, namun ada di antara mereka yang sebaliknya.

Orang yang suka menyendiri juga bukan berarti dirinya cerdas. Tetap hargailah diri Anda dan orang lain, bagaimana menerapkan cara bersosialisasi yang baik dan tetap bisa menerima kebahagiaan.

[kur]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini