Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenapa Orang Cerdas Temannya Sedikit? Ini Penjelasannya

Kenapa Orang Cerdas Temannya Sedikit? Ini Penjelasannya Ilustrasi sendirian. ©2019 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Salah satu kunci kebahagiaan adalah hubungan sosial yang baik. Seperti anggapan yang ada selama ini, jika seseorang memiliki banyak teman hidupnya akan semakin bahagia. Semakin sering bersosialisasi, semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan yang dicapai.

Namun pendapat ini tidak selalu selaras dengan cara berpikir orang-orang berintelijensi tinggi. Mereka biasanya tidak memiliki banyak teman dan ada alasan tersendiri di balik kondisi tersebut.

Persahabatan Jangka Panjang Lebih Penting Daripada Teman Banyak

panjang lebih penting daripada teman banyakRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology, berada di lingkungan yang dikelilingi banyak orang dan bersosialisasi dengan banyak orang justru tak membuat orang-orang cerdas merasa bahagia.

Mereka bukannya tidak menghargai teman. Justru sebaliknya, orang yang cerdas justru memikirkan hubungan sosial dengan makna yang lebih dalam. Mereka fokus pada hubungan jangka panjang secara objektif.

Menyortir Teman Lebih Bermanfaat

lebih bermanfaatRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Orang-orang berintelijensi tinggi cenderung lebih memilih untuk menyortir orang-orang yang bisa masuk ke dalam lingkar pergaulannya. Mereka menganggap hangout dan mengobrol dengan banyak orang sekaligus justru membuang-buang waktu.

Mereka memilih beberapa teman yang bisa dijadikan sahabat untuk jangka panjang dan menginvestasikan energi serta pikiran untuk memelihara dengan orang-orang tersebut. Ini berarti mereka menghargai hubungan pertemanan yang kuat.

Reporter: Ivana OktaSumber: Fimela.com

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP