Aksi dramatis dilakukan oleh seorang petugas medis sekaligus sopir ambulans di Khan Younis, Gaza Selatan lantaran berpacu dengan waktu demi menolong nyawa seorang bayi yang menjadi korban serangan Israel ke pengungsian di Al-Mawasi.
Mengutip dari akun X @warfareanalysis, Rabu (9/7) sopir yang diketahui bertugas di RS Nasser itu membawa sang bayi dengan keluarganya yang terluka.
Ia nekat menggendong sang bayi yang sudah tak sadarkan diri sembari menyetir mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. Dalam video tersebut terlihat ia beberapa kali menekan dada sang bayi sebagai tindakan pertolongan pertama.
Meski penuh kepanikan, ia berusaha tetap tenang membawa pasiennya itu hingga sampai ke rumah sakit.
Menurut informasi dari berbagai sumber, serangan udara Israel terjadi sejak Selasa (8/7) pagi dan menyasar tenda-tenda pengungsian di Gaza.
Salah satu serangan mematikan terjadi di sebuah kamp pengungsian dekat Khan Younis, Gaza selatan, di mana sembilan orang dilaporkan tewas akibat hantaman pesawat nirawak.
Sejumlah warga dievakuasi dalam kondisi terluka dari lokasi serangan udara Israel yang menghantam tenda-tenda pengungsian di Kota Gaza.
Serangan brutal tersebut kembali menambah panjang daftar korban jiwa dari kalangan warga sipil Palestina.
Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan, dalam 24 jam terakhir sedikitnya 49 warga Palestina tewas, termasuk delapan pencari bantuan.
Korban kebanyakan adalah anak-anak dan perempuan. Selain itu, 262 orang lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran tanpa henti dari pasukan Israel, seperti dikutip Al Jazeera.
Israel mengincar sejumlah lokasi publik seperti rumah sakit, farmasi, masjid, hingga permukiman sipil. Terbaru, serangan pasukan zionis juga mulai mengancam Rumah Sakit Nasser di Gaza.
Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober 2023, total korban tewas telah mencapai:57.523, 136.617 luka-luka, dan lebih dari 11.000 orang hilang
Advertisement