Jurnalis wanita bernama Juwita (23) menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh seorang prajurit TNI Angkatan Laut (AL).
Juwita ditemukan sudah tidak bernyawa di samping sepeda motornya di tepi jalan Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Sabtu (22/3) sekitar pukul 15.00 Wita.
Awalnya, Juwita diduga mengalami kecelakaan tunggal karena ditemukan tewas di pinggir jalan. Namun, warga yang menemukan pertama kali justru tidak melihat tanda-tanda korban mengalami kecelakaan lalu lintas.
Di bagian leher korban disebut terdapat sejumlah luka lebam. Kerabat korban juga mengatakan ponsel milik Juwita hilang. Beberapa tanda itulah yang kemudian mengungatkan dugaan jika Juwita meninggal dunia karena dibunuh.
Advertisement
Pihak TNI Amankan Terduga Pelaku
Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan Mayor Laut PM Ronald Ganap membenarkan salah satu anggotanya terlibat dalam dugaan kasus pembunuhan Juwita.
"Oknum itu berinisial J pangkat kelasi satu, bertugas di Lanal Balikpapan baru sekitar 1 bulan. Sebelumnya, yang bersangkutan pernah bertugas di Lanal Banjarmasin," jelas Ronald dikutip dari laman antaranews (27/3).
Kelasi Satu J asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara yang mengabdi sebagai TNI AL selama 4 tahun tersebut saat ini diketahui sudah diamankan oleh Pom Lanal Balikpapan.
Ditegaskan pula bahwa terduga pelaku jika terbukti bersalah akan diberikan sanksi dan hukuman yang seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya. "Hukuman yang pasti pemberhentian secara tidak hormat (PTDH)," ujar Ronald.
"Sesuai dengan arahan pimpinan TNI AL, proses hukum akan disampaikan secara terbuka sebagai wujud transparansi pengungkapan kasus yang libatkan oknum anggota. Tidak ada yang ditutupi," katanya.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan berjanji hasil penyelidikan disampaikan dalam waktu dekat setelah ada hasil dari penyidik, segala petunjuk masih dikumpulkan polisi termasuk hasil visum dan sebagainya.
Sebagai informasi, Juwita diketahui tergabung di media daring lokal yang bertugas liputan di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Dia juga tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Kalsel) dan telah mengantongi uji kompetensi wartawan (UKW) dengan kualifikasi wartawan muda.