Ketahui Ketentuan Zakat Emas, Perak & Perhiasan dalam Islam

Selasa, 15 November 2022 08:29 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Ketahui Ketentuan Zakat Emas, Perak & Perhiasan dalam Islam Ilustrasi emas. ©2014 Merdeka.com/www.topgoldinvestment.com

Merdeka.com - Dalam ajaran agama Islam, zakat termasuk salah satu ibadah wajib selain shalat, puasa dan haji yang telah diatur berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Zakat juga merupakan amal sosial kemanusiaan dan kemasyarakatan yang mampu berkembang sesuai dengan perkembangan manusia. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran yang artinya,

"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah." (QS. Al-Baqarah: 276)

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103)

"Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Tirmizi)

Salah satu zakat yang bisa dilakukan adalah zakat emas, perak dan perhiasan. Zakat emas, perak atau logam mulia merupakan zakat yang dikenakan atas emas, perak dan logam mulia lainnya yang sudah mencapai nisab serta haul.

Melansir dari berbagai sumber, Selasa (15/11), berikut ketentuan zakat emas, perak dan perhiasan dalam Islam.

2 dari 5 halaman

Hukum Kewajiban Zakat Emas

Melansir dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran Surah At-Taubah ayat 34 dan 35 yang artinya,

"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS. At-Taubah: 34-35)

Kewajiban zakat emas dan perak juga didasari dari beberapa hadits lainnya, salah satunya yakni hadits riwayat Abu Dawud RA yang artinya,

"Jika engkau memiliki perak 200 dirham dan telah mencapai haul (satu tahun), maka darinya wajib zakat 5 dirham. Dan untuk emas, anda tidak wajib menzakatinya kecuali telah mencapai 20 dinar, maka darinya wajib zakat setengah dinar, lalu dalam setiap kelebihannya wajib dizakati sesuai prosentasenya." (HR. Abu Dawud)

3 dari 5 halaman

Syarat Zakat Emas dan Perak

Terdapat beberapa syarat emas dan perak yang wajib dizakati. Adapun syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut:

a. Milik Sendiri
Artinya yakni kepemilikan atas emas dan perak tersebut dimiliki secara sempurna dan sah. Bukan pinjaman maupun milik orang lain.

b. Sampai Haulnya
Artinya yaitu emas dan perak tersebut telah tersimpan selama satu tahun berjalan.

c. Sampai Nisabnya
Artinya adalah emas dan perak yang dimiliki telah mencapai batasnya untuk dikategorikan sebagai harta yang wajib dizakati. Untuk nisab zakat emas sendiri sebesar 85 gram emas, sedangkan untuk perak sebesar 595 gram.

4 dari 5 halaman

Cara Menghitung Zakat Emas dan Perak

Zakat emas wajib dikenakan zakat apabila emas yang tersimpan sudah mencapai atau melebihi nisabnya yaitu 85 gram (mengikuti harga Buy Back emas pada hari di mana zakat akan ditunaikan). Di mana kadar zakat emas adalah 2.5 persen.

Sementara itu, zakat perak wajib ditunaikan apabila perak yang dimiliki sudah mencapai atau melebihi nisab sebesar 595 gram. Di mana kadar zakatnya yaitu 2.5 persen dari perak yang dimiliki.

Adapun cara menghitung zakat emas atau perak adalah sebagai berikut:

2.5% x Jumlah emas atau perak yang tersimpan selama 1 tahun

Contoh:
Bapak Fulan mempunyai emas yang tersimpan sebanyak 100 gram (melebihi nisab). Maka emas Bapak Fulan sudah wajib untuk dizakatkan. Apabila ingin menunaikan zakat emas dengan uang, maka emas tersebut perlu di konversikan nilainya terlebih dahulu dengan harga emas ketika ingin menunaikan zakat. Misalnya Rp800 ribu per gram, maka 100 gram senilai Rp80 juta. Sehingga, zakat emas yang Bapak Fulan perlu tunaikan yaitu 2.5% x Rp80 juta yakni Rp2 juta.

5 dari 5 halaman

Zakat Emas di Bawah 24 Karat

Melansir dari laman Zakat.or.id, para ulama berpendapat kewajiban berzakat berlaku pada emas. Jika emas tercampur, maka kewajiban zakat hanya berlaku pada emasnya saja dan pada campurannya tidak berlaku. Karenanya, para ahli fikih berpendapat yang menjadi parameter adalah emas murni.

Meski begitu, emas yang tidak mencapai nilai emas murni dan di bawah 24 karat tetap wajib dizakati. Hanya saja kembali lagi, hanya emasnya saja yang dizakati. Sedangkan, campurannya tidak masuk ke dalam hitungan. Adapun cara menghitung zakat emas di bawah 24 karat adalah sebagai berikut:

  1. Pisahkan kadar karat dan emas. Ingat, hanya emas saja yang wajib dizakati.
  2. Konversi ke emas murni
  3. Pakai harga emas yang mempunyai kadar karat sejenis di pasaran
  4. Jika sudah mencapai nisab, maka dikeluarkan zakat emas 2.5%


Apabila nilai emas tersebut sudah senilai dengan 85 gram emas 24 karat (bila ada uang atau tabungan, dihitung secara tergabung) berarti sudah mencapai nisab. Umat Islam bisa mencoba cek harga di situs penjualan emas resmi.

[tan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini