Kenali Fungsi Ureter Hingga Penyakit yang Dapat Menyerangnya, Perlu Dipahami
Merdeka.com - Fungsi ureter dalam tubuh manusia perlu diketahui dengan baik. Ureter sendiri merupakan salah satu bagian dari sistem urinaria yang membantu tubuh untuk mengeluarkan zat-zat racun dan berbahaya dalam tubuh.
Melalui sistem urinaria, zat-zat yang dianggap racun oleh tubuh kemudian dapat dikeluarkan dalam bentuk urine. Maka dari itu, fungsi ureter di sini sangat lah penting dan vital bagi tubuh.
Jika fungsi ureter dan sistem urinaria di dalam tubuh terganggu, maka tak mustahil bagian tubuh lainnya pun juga akan ikut mengalami gangguan. Sebab, racun di dalam tubuh tidak dapat dikeluarkan dengan baik.
Akibatnya, banyak gangguan mengenai fungsi ureter yang dapat dialami seperti batu ginjal hingga berujung pada gagal ginjal. Sebelum mengenal berbagai penyakitnya, ada baiknya bagi kita untuk memahami fungsi ureter hingga bagian-bagian lain dari sistem urinaria itu sendiri.
Lantas, apa saja bagian-bagian penting dari organ penting tersebut? Simak ulasan selengkapnya berikut ini mengenai fungsi ureter hingga penyakit yang dapat menyerang ureter, berhasil dirangkum dari berbagai sumber.
Fungsi Ureter

Liputan6.com ©2021 Merdeka.com
Ada banyak bagian dari sistem urinaria yang harus dilalui zat-zat beracun di dalam tubuh sebelum dikeluarkan dalam wujud urine. Dilansir dari alodokter, sistem urinaria tersebut terdiri dari sejumlah organ kecil namun vital seperti ginjal, kandung kemih, ureter, dan uretra atau saluran buang air kecil.
Sama halnya dengan bagian tubuh lainnya, setiap organ dari sistem urinaria tersebut pun juga memiliki fungsi dan perannya masing-masing. Saat urine dapat dikeluarkan dari tubuh, semua organ tersebut berarti dapat berfungsi dengan baik dan normal.
Ureter sendiri merupakan bagian dari sistem urinaria yang harus dilewati zat-zat racun setelah diproses dari organ ginjal. Umumnya, ureter berbentuk seperti tabung atau pipa. Fungsi ureter tak lain yaitu untuk menyalurkan urine yang berasal dari ginjal untuk selanjutnya dikumpulkan di dalam kandung kemih.
Setelah melalui kandung kemih, maka urine akan disalurkan kembali melalui uretra. Uretra merupakan saluran yang menghubungkan kandung kemih dan kemaluan untuk mengeluarkan urine dari tubuh.
Penyakit Saluran Ureter
Sistem urinaria yang normal tentu memberikan dampak baik bagi kesehatan tubuh secara umum. Saat sistem urinaria terkena gangguan, maka salah satu indikator yang dapat diamati adalah mengenai warna dan jumlah urine saat dikeluarkan.
Normalnya, urine yang sehat akan cenderung memiliki warna jernih, kekuningan, hingga kuning keemasan. Selain itu, gangguan pada sistem urinaria juga dapat dikenali melalui beberapa penyakit yang terjadi. Sejumlah penyakit tersebut antara lain sebagai berikut,
1. Batu Saluran KemihPenyakit pertama yang dapat menyerang sistem urinaria dan ureter adalah batu saluran kemih atau urolithiasis. Hal ini terjadi tatkala urine membentuk zat yang mengeras dan menjadi batu pada saluran kencing.
Kondisi ini dapat dikenali sebagai gangguan batu ginjal, batu ureter, hingga batu kandung kemih. Semakin lama kondisi tersebut terjadi di dalam sistem urinaria, maka akan semakin fatal pula akibat yang dapat terjadi pada kesehatan tubuh secara umum.

medicalnewstoday.com ©2020 Merdeka.com
2. Infeksi Saluran KemihSelain itu, sistem urinaria juga dapat mengalami gangguan infeksi saluran kemih. Gangguan ini disebabkan karena adanya infeksi yang diakibatkan oleh terkumpulnya urine hingga menyebabkan pertumbuhan bakteri.
Secara umum, infeksi saluran kemih cenderung berisiko untuk dialami para wanita dibandingkan pria. Sebab, saluran kemih pada wanita lebih dekat dengan lubang anus. Padahal, anus merupakan saluran terakhir yang membawa feses. Tak mustahil, banyak bakteri dan lainnya yang terkandung dalam feses manusia.
3. Uretritis
Penyakit lain yang dapat terjadi pada saluran urinaria adalah urethritis. Kondisi ini disebabkan karena ada proses inflamasi atau peradangan pada uretra yang dihasilkan dari aktivitas bakteri.
Gangguan yang satu ini seringkali membuat saluran kemih terasa sakit hingga nyeri saat buang air kecil. Jika terus dibiarkan tanpa tindakan, tak mustahil kondisi tersebut akan berlanjut hingga memicu berbagai gangguan lainnya.

Liputan6.com ©2021 Merdeka.com
4. Inkontinensia UrineSelain itu, saluran urinaria juga dapat mengalami inkontinensia urine. Gangguan ini terjadi saat fungsi otot atau saraf pada saluran kemih tak dapat berfungsi normal seperti biasa. Akibatnya, urine yang tertampung di dalam kandung kemih tidak dapat dikontrol.
Penderita seringkali mengalami kesulitan untuk mengendalikan waktu untuk buang air kecil. Maka dari itu, gangguan ini umumnya terjadi pada lansia. Kendati demikian, gangguan ini tak mustahil dapat dialami oleh generasi muda.
5. Sindrom Nefrotik
Peningkatan kadar protein di dalam urine menyebabkan gangguan yang disebut dengan sindrom nefrotik. Hal ini disebabkan oleh adanya kerusakan pada sejumlah pembuluh darah pada ginjal yang berperan untuk menyaring darah.
Gangguan ini dapat ditandai dengan rasa lelah berlebih, menurunnya nafsu makan, pembengkakan di beberapa bagian tubuh, dan urine yang nampak berbusa.

lifeline24.co.uk
6. Gagal GinjalGangguan paling fatal yang dapat dialami saluran urinaria adalah gagal ginjal. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan ginjal untuk menjalankan fungsinya yakni menyaring darah hingga mengenali racun-racun di dalamnya.
Gejalanya dapat dikenali berupa berkurangnya jumlah urine, pembengkakan kaki, lemas, hingga sesak napas. Ada baiknya bagi penderita untuk terus berkonsultasi pada dokter mengenai gangguan yang satu ini.
(mdk/mta)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya