Kenali Cara Bertayamum dengan Benar, Dilengkapi Niat Beserta Doanya
Merdeka.com - Bagi umat Islam, mengenal cara bertayamum sangat lah penting. Hal ini akan di butuhkan dalam beberapa kondisi tertentu. Mengambil air wudhu bisa digantikan dengan tayamum. Tak perlu khawatir, tujuan tayamum tetap sama yakni mensucikan diri.
Cara bertayamum juga begitu mudah untuk dilakukan. Namun harus diingat, tayamum hanya boleh dilakukan dalam kondisi-kondisi tertentu saja. Seperti dalam firman Allah di al-Qur’an surah keempat, an-Nisa ayat 43: "Jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu".
Melansir dari Liputan6.com, Senin (5/10/2020), simak ulasan informasi cara bertayamum yang benar berikut ini.
Sebab Dibolehkannya Bertayamum
Dari ayat Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 43, setidaknya terdapat dua alasan diperbolehkannya seseorang bersuci dengan cara bertayamum. Pertama, karena ketiadaan air serta dalam kondisi sakit. Kedua yakni dalam keadaan bepergian, sepulang dari junub atau buar air.

©2020 Merdeka.com
Perlu untuk diketahui, tayamum adalah salah satu cara menghilangkan hadast serta bisa dijadikan sebagai pengganti wudhu. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim dan muslimah sudah sepantasnya mengetahui tata cara bertayamum.
Cara bertayamum berbeda dengan wudhu. Mulai dari gerakan, niat hingga doa cukup berbeda dengan wudhu pada umumnya. Tak hanya itu, bersuci dengan cara bertayamum hanya akan berlaku untuk satu kali beribadah saja. Berbeda dengan wudhu yang bisa digunakan pada beberapa ibadah wajib asal belum batal.
Syarat Bertayamum
Adapun beberapa syarat atau aturan yang harus diperhatikan sebelum bertayamum.
- Bersuci dengan cara bertayamum harus dilakukan usai masuk waktu salat.
- Bila alasan bertayamum akibat ketiadaan air, maka harus dibuktikan dengan melakukan pencarian ketiadaan sumber air saat setelah masuk waktu salat.
- Cara bertayamum hanya bisa digunakan untuk satu kali salat fardhu. Berbeda halnya bila melanjutkan salat sunah, salat jenazah atau membaca Al-Quran usai salat fardhu. Sebab, rangkaian ibadah tersebut bisa dilakukan dengan satu kali tayamum.
- Tayamum hanya sebagai pengganti wudhu dan mandi besar saja. Bukan untuk pengganti menghilangkan najis. Itu berarti, sebelum bertayamum wajib menghilangkan najis terlebih dahulu.
- Tanah yang digunakan harus bersih, berdebu dan lembut. Tidak boleh menggunakan tanah yang basah, tercampur kotoran, batu, kapur hingga tepung.
- Bersuci dengan cara bertayamum hanya memiliki empat rukun berupa niat dalam hati, mengusap wajah, mengusap kedua tangan, tertib.
Doa dan Niat Bertayamum
Setelah mengetahui syarat atau aturan, kini mari mengetahui doa serta niat bertayamum dengan benar. Seperti hal nya wudhu, tayamum juga memiliki niat dan doa nya sendiri.

©2020 Merdeka.com
Niat Bertayamum:NAWAITUT TAYAMMUMA LISSTIBAAHATISH SHALAATI FARDLOL LILLAAHI TA’AALAAArtinya: Aku niat melakukan tayamum agar dapat mengerjakan shalat, fardlu karena Allah ta‘ala.Doa Usai Bertayamum:Asyhadu Allaa Ilaaha Illalloohu Wandahuu Laa. Syariika Lahu Wa Asyhadu Anna Muhammadan 'Abduhuuwa Rosuuluhuu, Alloohummaj'alnii Minat Tawwaabiina Waj'alnii Minal Mutathohhiriin.Artinya: Aku mengaku bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci (sholeh).
Tata Cara Bertayamum
Berikut tata cara bertayamum yang baik dan benar.
- Siapkan debu bersih atau tanah berdebu.
- Menghadap kiblat, ucapkan basmalah kemudian letakkan kedua telapak tangan dengan posisi jari dirapatkan pada debu atau tanah.
- Usapkan kedua telapak tangan ke seluruh wajah disertai niat dalam hati. Berbeda dengan wudhu, tayamum tidak disyaratkan mengusap debu pada bagian yang ada di bawah rambut atau bulu wajah. Baik itu tipis ataupun tebal, yang dianjurkan yakni berusaha meratakan debu di seluruh bagian wajah.
- Letakkan telapak tangan kembali pada debu. Kali ini renggangkan jari-jari serta lepaskan cincin atau aksesoris yang ada di jari.
- Tempelkan telapak tangan kiri pada punggung tangan kanan. Sekiranya ujung-ujung jari dari salah satu tangan tidak melebihi ujung jari telunjuk tangan lain.
- Dari situ usapkan telapak tangan kiri ke punggung lengan kanan hingga bagian siku. Balikkan telapak tangan kiri ke bagian dalam lengan kanan, lantas usapkan hingga bagian pergelangan.
- Usapkan bagian dalam ibu jari kiri ke bagian punggung ibu jari kanan. Lakukan hal sama pada tangan kiri.
- Pertemukan kedua telapak tangan serta usap-usap di antara jari.
Tata Cara Bertayamum di Kendaraan
Salah satu syarat bertaubat di kendaraan yakni sedang bepergian jauh selama lebih dari 8 jam dengan menggunakan mobil atau kereta hingga menabrak waktu salat fardhu. Asalkan selama perjalanan tidak menemukan sumber air atau masjid untuk beribadah sejenak.
raiyanfoundation.com
Cara bertayamum di mobil dan kereta tidak jauh berbeda. Pilih permukaan kendaraan seperti jendela atau kursi depan untuk mendapat debu. Kemudian lakukan tata cara bertayamum seperti di atas. Tak jauh berbeda pula bila ingin bertayamum di pesawat. Bisa menggunakan kaca pesawat, badan samping jendela atau bagian atas yang sekiranya terdapat debu bersih. Selanjutnya, lakukan tata cara bertaubat seperti pada umumnya.
(mdk/tan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya