Kehidupan Prajurit TNI Bertugas di Wilayah Perbatasan, Susah Cari Bahan Makanan
Merdeka.com - Bertugas di wilayah perbatasan RI dan Papua Nugini rupanya bukan perkara mudah. Kondisi geografis hingga sosial budaya mengharuskan para punggawa TNI harus tetap waspada. Butuh kelapangan hati pula saat hidangan di dalam pos tak selalu sesuai selera.
Terkadang, para prajurit merasa kesulitan untuk mencari bahan makanan. Sebab, semua bahan makanan yang segar justru baru bisa didapat apabila mereka beranjak dan pergi ke kota.
Namun, semua kesulitan itu seolah sirna oleh kebersamaan para prajurit TNI. Seperti apa kehidupan para prajurit tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.
Beli Ikan ke Kota
Satgas Pamtas RI-PNG Sektor Utara Pos Skorfo Lama Kostrad Yonif MR 413 diketahui bertugas di wilayah perbatasan antara RI dengan Papua Nugini. Untuk membeli kebutuhan pangan berupa lauk pauk, para prajurit harus rela untuk berangkat ke kota Jayapura yang cukup memakan waktu.

YouTube Pejuang NKRI ©2021 Merdeka.com
"Beli ikan dimana ini, pak?" tanya sang presenter dalam video yang diunggah pada kanal YouTube Pejuang NKRI.
"Beli ikan di Jayapura ini, pak. Dari kota ini," jawab salah satu prajurit sembari membersihkan ikan.
"Oh dari kota ya ini. Kalau di sini enggak ada yang jual kah memangnya?" kata sang presenter.
"Susah," singkatnya.
"Susah ya," ulang sang presenter.
Menu Sederhana Sehari-hari
Maka dari itu, para prajurit pun seringkali mengonsumsi makanan seadanya. Mie, telur, sayur-mayur menjadi teman makan sehari-hari saat bertugas di pos.

YouTube Pejuang NKRI ©2021 Merdeka.com
"Kalau di sini bahan makanannya apa saja yang ada?" tanya sang presenter.
"Di pos ya mie telur, kalau pagi mie telur, siang sayur sama ikan teri itu, terus sore sayur kangkung sama telur," jawabnya.
Tak Ada Kiriman, Makan Seadanya
Hal ini bisa terjadi lantaran habisnya pasokan ataupun kiriman bahan makanan yang dibutuhkan. Seringnya kehabisan pasokan membuat para prajurit harus bertahan hidup dengan menanam sayuran sendiri seperti kangkung dan kacang panjang.

YouTube Pejuang NKRI ©2021 Merdeka.com
"Kendalanya apa ini, pak?" tanya sang presenter.
"Kalau kendala ya kalau enggak ada kiriman dari bawah, ya enggak dapat masakan ini. Seadanya, paling-paling di sini cuma kangkung sama kacang panjang yang hidup," balas sang prajurit.
Jauh & Rindu Keluarga
Kesulitan tersebut semakin terasa tatkala kerinduan kepada keluarga dan sanak saudara tak lagi terbendung. Salah seorang prajurit mengaku, meski baru lima bulan bertugas di wilayah perbatasan, ia sudah merasa rindu kampung halaman.

YouTube Pejuang NKRI ©2021 Merdeka.com
"Di sini sudah berapa bulan, pak?" tanyanya.
"Di sini sudah lima bulan," katanya.
"Gimana rasanya, pak? Kangen keluarga?" tanyanya.
"Kangen keluarga, kangen orang tua, sama pacar juga," ungkapnya.
Masak Bersama-sama
Kendati merasa sulit lantaran kebutuhan pangan serta kerinduan dengan sanak saudara, namun semua hal itu langsung menghilang tatkala para prajurit menghabiskan waktu bersama. Salah satunya dengan memasak dan makan bersama-sama.

YouTube Pejuang NKRI ©2021 Merdeka.com
"Masak opor," kata salah satu prajurit.
"Untuk kapan ini, pak?" tanya sang presenter.
"Untuk makan siang. Masak opor ayam sama ikan ini," paparnya.
(mdk/mta)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya