Ini Alasan Keluarga Habib Abdullah Al-Qadri Tidur di Warung Kecil dan Sederhana
Merdeka.com - Menguak sebuah realita yang cukup pilu, bahwa masih ada para Dzurriyah Nabi Muhammad SAW yang berkehidupan apa adanya. Namun tetap tampil bahagia dalam menjalani hidup.
Habib Syarif Abdullah Al-Qadri bersama kedua buah hatinya kini tinggal di sebuah warung kecil. Putra keduanya sudah 9 tahun ini mengalami sakit kelainan, yang mengakibatkannya terus berbaring di kasur.
Meski begitu, Habib Syarif Abdullah terus mengurai senyum kala bercerita. Seakan menerima keadaan dengan lapang dada dan ikhlas.
Simak kisah inpiratifnya berikut ini, seperti dihimpun dari kanal YouTube fadhilah berbagi, Jumat (31/12).
Wanita Satu-satunya Sebagai Tulang Punggung
Kali ini Bang Man Mahdaly berkesempatan bertandang ke Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Seperti biasa, ia berniat silaturahmi dengan para Dzurriyah Nabi SAW.
Dalam kesempatan itu, Bang Man berjumpa dengan Ketua Rabithah Alawiyah di Mempawah, Habib Ustman Al-Qadri. Seperti diketahui, Rabithah Alawiyah merupakan organisasi massa Islam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, dan memiliki keturunan dari Rasulullah SAW.

Bang Man (kiri), Habib Ustman (kanan), Kanal YouTube fadhilah berbagi ©2021 Merdeka.com
Habib Ustman menceritakan ada salah seorang syarifah (sebutan untuk wanita Arab Hadrami yang memiliki nasab keturunan dari Nabi Muhammad), yang hidupnya begitu sederhana dan layak dibantu.
"Kebetulan ada seorang syarifah, tinggalnya bersama orangtua. Ibunya sudah meninggal, jadi sekarang bersama Abah dan saudara laki-lakinya. Namanya syarifah Aisyah, yang memang beliau ini sebagai tulang punggung," kata Ustman.
Tinggal di Gubuk Kayu Kecil

Kondisi belakang gubuk, Kanal YouTube fadhilah berbagi ©2021 Merdeka.com
Sebuah gubuk kayu kecil menjadi tempat berteduh sekaligus mencari nafkah. Ibunya telah meninggal dunia, kini Aisyah tinggal bersama ayah dan saudara laki-lakinya yang sakit.
Di gubuk tersebut juga mereka mencari pundi-pundi rupiah untuk menopang hidup. Sebuah warung sederhana yang menjual minuman dan camilan.
"Dan beliau ini menempati warung kecil. Bukan berarti punya dia sendiri, jadi dia numpang. Jadi selama beberapa tahun ini belum ada untuk pindah tempat dan belum ada rumah. Di situ juga jualan, di situ juga tinggal. Terlalu kecil seperti gubuk. Dan Abahnya ini sudah enggak bisa melihat jelas," terang Ustman.
Mata Tak Bisa Lihat Jelas

Kanal YouTube fadhilah berbagi ©2021 Merdeka.com
Tak berhenti di situ, kesederhanan keluarga Habib Abdullah juga kentara dari sikapnya. Sedari awal ia terus mengurai senyum ramah, seakan tak ada beban hidup.
Apalagi selama ini ia tengah mengalami sakit di bagian mata. Sehingga tak bisa melihat dengan jelas dan tidak bisa bekerja lagi selama 3 tahun.
"Enggak tahu ini, kata dokter ini mata sudah dari lahir. Sudah lama tak kerja, tiga tahunlah. Penghasilan satu-satunya warung ini. Di warung ini ada tiga orang, sama anak saya," kata Abdullah.
Anak Alami Kelainan

Menengok ruang sempit tempat anak kedua tidur, Kanal YouTube fadhilah berbagi ©2021 Merdeka.com
Disebutkan bahwa putra keduanya secara mendadak mengalami kelainan. Yang menyebabkannya hanya bisa berbaring di tempat tidur selama 9 tahun.
"Ini (warung) pas di pinggir jalan. Tapi kalau kena jembatan, berarti warung wassalam, habis. Tenang saja, nanti Allah siapkan tempat hidup kembali dan antum lebih nyaman," sambung Bang Man.
"Iya itu anak saya laki-laki saya, sudah sembilan tahun sakit," ujar Abdullah.
"Asalnya beliau (anak kedua) ini sehat betul. Lalu pernah pergi ke laut dan ke pulau, tapi setelah pulang sakit sudah 9 tahun tidak normal kembali seperti semula," papar Ustman.
(mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya