Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ikut Rusia Perang, Ini Momen Tentara Chechnya Kibarkan Bendera di Markas Ukraina

Ikut Rusia Perang, Ini Momen Tentara Chechnya Kibarkan Bendera di Markas Ukraina Pasukan Tentara Chechnya Kibarkan Bendera di Markas Ukraina. Twitter/@Caucasuswar ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Nama Republik Chechnya mendadak ramai menjadi sorotan usai presidennya, Ramzan Kadyrov, mengirim pasukan tentaranya ke Ukraina. Kadyrov yang merupakan sekutu presiden Rusia Vladimir Putin, ikut mendesak warga Ukraina agar menggulingkan pemerintahan mereka.

Ribuan tentara Chechnya disebut sudah diberangkatkan untuk ikut bertempur menjaga wilayah perbatasan. Sebuah video yang merekam momen saat tentara Checnya tengah mengibarkan benderanya di markas militer Ukraina pun ramai beredar di media sosial. Simak ulasannya:

Tentara Checnya Kibarkan Bendera

Melansir dari akun Twitter @Caucasuswar, membagikan video merekam potret tentara Checnya tengah mengibarkan bendera Chechnya dan Rusia di markas Ukraina.

"Pasukan khusus Chechnya mengibarkan bendera Chechnya dan bendera Rusia di unit militer yang ditangkap Pengawal Nasional Ukraina No. 3018 di Gostomel," tulis keterangan unggahan.

Dalam video, tampak seorang tentara sengaja naik ke pagar perbatasan yang memisahkan dua negara itu dan mengibarkan bendera mereka di wilayah Ukraina.

pasukan tentara chechnya kibarkan bendera di markas ukraina

Twitter/@Caucasuswar ©2022 Merdeka.com

Tentang Pasukan Chechnya

pasukan tentara chechnya kibarkan bendera di markas ukraina

Twitter/@Caucasuswar ©2022 Merdeka.com

Sikap Chechnya yang berani terlibat dalam problematik yang dihadapi Rusia dan Ukraina pun cukup mengagetkan masyarakat dunia. Chechnya sendiri merupakan sebuah pemerintahan berbentuk republik yang berada di selatan Rusia. Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, yang merupakan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, ikut mendesak warga Ukraina  menggulingkan pemerintah mereka. Pemerintahan Kadyrov sendiri terpiih pada 2007 silam dan disebut berkat bantuan Putin.

Hal itulah yang membuat Kadyrov terdorong untuk membantu Rusia. Ia pun kemudian mengirimkan pasukannya agar ikut membantu Rusia dalam konflik ini.  Dalam sebuah video yang diunggah secara online, Kadyrov bahkan sempat mengklaim bahwa pasukannya sejauh ini belum terkalahkan.

Ia juga menyebut, jika pasukan Rusia sebenarnya dapat dengan mudah merebut kota-kota besar Ukraina termasuk ibukota Kiev. Namun, untuk saat ini ia mengatakan tugas utama tentaranya adalah menghindari hilangnya nyawa.

Rusia Lakukan Invasi

Seperti yang kita ketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin sempat mengumumkan perintah operasi militer di wilayah Donbas yang terletak di timur Ukraina pada Kamis, (24/2) lalu. Sejumlah ledakan pun dilaporkan terjadi di ibu kota Ukraina Kiev dan di Kota Kharkiv tak lama usai Putin mengumumkan perintah operasi militer itu.Mengutip dari kantor berita Ukraina Sabtu (26/2), otoritas Ukraina mengumumkan sedikitnya ada sekitar 198 orang tewas dalam invasi militer Rusia yang dimulai sejak Kamis (24/2). Sedangkan lebih dari seribu orang mengalami luka-luka.

Video

Berikut video tentara Chechnya kibarkan bendera negaranya di samping bendera Rusia yang ada di markas Ukraina:

Chechen special force raising the Chechen flag and Russian flag in a captured military unit of the Ukrainian National Guard No. 3018 in Gostomel. pic.twitter.com/u7nR9YitKb

— CaucasusWarReport (@Caucasuswar) February 26, 2022 (mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP