Momen keakraban mantan Panglima TNI, Hadi Tjahjanto, dengan anggota kepolisian menarik perhatian warganet. Usai menghadiri acara FORKI di Jakarta, Hadi menyempatkan diri menyapa dan berbincang santai dengan Aipda Agus di lapangan, menunjukkan sisi humanisnya di luar tugas resmi.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya @hadi.tjahjanto, Hadi terlihat menghampiri Agus yang sedang berjaga. Awalnya, Hadi mengira Agus adalah anggota Bhabinkamtibmas yang sedang berpatroli.
"Saya udah lama enggak salaman sama Bhabinkamtibmas. Siap? Di mana?" tanya Hadi sambil menjabat tangan Aipda Agus.
Advertisement
Percakapan pun mengalir santai. Hadi sempat memuji beratnya tugas Bhabinkamtibmas di Jakarta. Namun, dengan sopan Aipda Agus meluruskan bahwa dirinya bukan dari satuan tersebut.
"Izin, saya bukan Bhabinkamtibmas. Saya Ditpamobvit (Direktorat Pengamanan Objek Vital)," jawab Agus meluruskan.
Mengetahui hal tersebut, Hadi pun manggut-manggut paham. Aipda Agus menjelaskan bahwa dirinya merupakan personel BKO (Bawah Kendali Operasi) yang ditugaskan standby di pintu gerbang, khususnya untuk mengantisipasi jika ada unjuk rasa (Unras).
"Unras dan sebagainya, Bapak yang ini... yang bisa mengelola supaya damai. Selamat tugas, Pak Agus," ucap Hadi memberikan semangat
Advertisement
Di akhir video, Hadi Tjahjanto mengungkapkan alasan sederhana mengapa ia selalu menyempatkan diri menyapa aparat yang bertugas. Ternyata, hal itu membawanya pada kenangan saat masih menjabat sebagai Panglima TNI.
"Saya kalau melihat Pak Polisi... ingat Panglima dulu, selalu menyapa dulu," ujar Hadi sambil tertawa renyah kepada rekannya. Apresiasi untuk "Orang Biasa" dengan Tugas Luar Biasa.
Melalui keterangan unggahannya, Hadi menuliskan pesan menyentuh tentang sosok-sosok seperti Aipda Agus. Baginya, keamanan dan ketertiban kota tak lepas dari peran aparat yang bekerja dalam sunyi tanpa sorotan kamera.
"Awalnya saya kira beliau Bhabinkamtibmas yang sedang patroli, ternyata anggota Ditpamobvit Polda Metro Jaya. Senyumnya ramah, sikapnya sigap," tulis Hadi.
Ia juga menekankan bahwa negara bisa berdiri kuat karena orang-orang yang setia menjaga tugasnya, sekecil apapun peran tersebut.
"Terkadang yang terlihat biasa, justru memegang tugas yang tidak biasa. Terima kasih atas dedikasinya untuk Jakarta dan Indonesia," katanya.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie