Foto-foto Kondisi Pangkalan Militer AS Hancur Lebur Usai Dirudal Iran

Rabu, 15 Januari 2020 12:07 Reporter : Siwi Nur Wakhidah
Foto-foto Kondisi Pangkalan Militer AS Hancur Lebur Usai Dirudal Iran Pangkalan Militer AS yang Dirudal Iran di Irak. ©2020 REUTERS/John Davison

Merdeka.com - Konflik Iran-AS masih terus berlanjut. Setelah kematian Jenderal Qassim Sulaimani akibat serangan yang disengaja AS, Jumat (3/1) lalu, Iran menyerang balik markas AS di Irak Rabu (8/1).

Serangan balas dendam puluhan rudal yang menyebabkan dua markas AS di Irak hancur ini ditanggapi santai oleh AS. Donald Trump menulis cuitan yang mengatakan kepada warganya untuk tetap tenang.

"Semua baik-baik saja! Rudah-rudal diluncurkan dari Iran di dua pangkalan militer di Irak. Penilaian korban dan kerusakan sedang berlangsung sekarang. Sejauh ini bagus!" tulis Trump di akun Twitter resminya, Rabu (8/1).

Konflik Iran-AS belum juga mereda. Selang sepekan setelah dibombardir rudal di dua markas AS, Reuters berhasil mendapatkan foto terbaru kondisi markas AS di Irak yang sudah hancur.

1 dari 7 halaman

Iran Kembali Serang Markas AS di Irak

Serangan Iran ke AS belum usai, militer Iran kembali menembakkan rudal ke markas AS di Irak, Minggu (12/1) lalu. Delapan roket berjenis Katyusha diluncurkan ke markas AS Al Balad, Irak.

Serangan rudal ini membuat empat personel militer Irak yang sedang berjaga terluka. Di antaranya dua penerbang dan dua tentara Irak yang sedang bertugas di gerbang pangkalan udara AS.

2020 REUTERS/John Davison

Dilansir dari AFP, pihak AS langsung melakukan evakuasi beberapa saat setelah serangan tersebut. Sumber militer mengatakan pada AFP, tak banyak korban dari pasukan AS.

"Sekitar 90 persen penasihat AS, karyawan Sallyport dan Lockheed Martin yang ahli dalam pemeliharaan pesawat langsung mengundurkan diri ke Taji dan Erbil setelah ancaman Iran. Tidak ada lebih dari 15 tentara AS dan satu pesawat di Al-Balad," jelas sumber tersebut.

2 dari 7 halaman

Kondisi Pangkalan AS Setelah Dirudal Iran

Dilansir dari Reuters, foto hasil jepretan fotografer John Davison menjadi bukti pangkalan militer AS di Irak telah hancur setelah serangan balas dendam pertama Iran.

2020 REUTERS/John Davison

Terlihat bangunan markas AS hangus terbakar dan hanya menyisakan puing-puing saja. Di pangkalan militer yang sudah hancur itu, tampak beberapa prajurit militer AS berjaga.

2020 REUTERS/John Davison

Evakuasi dan penyisiran pasca serangan rudal Iran di Al-Asad dan Erbil, dilakukan beberapa saat setelah kejadian. Pihak AS mengatakan serangan tersebut tidak memberi dampak besar pada kekuatan pasukan AS.

3 dari 7 halaman

Alami Kerusakan Parah

Walau dari pihak AS, lewat cuitan Trump di hari yang sama dengan serangan mengatakan semua baik-baik, hal sebaliknya terlihat dari foto-foto Reuters yang dirilis, Selasa (14/1).

Yang tertinggal dari markas militer AS di Iran hanya puing-puing. Bentuk bangunan sudah tidak bisa digambarkan lagi. Seperti markas AS di Al-Asad, Anbar, Irak, yang rusak dan hangus.

2020 REUTERS/John Davison

Kerusakan dua pangkalan militer AS di Irak ini bertambah lagi, setelah Iran kembali menyerang markas AS di Al-Balad, Minggu (12/1). Pemerintah AS belum merilis keterangan mengenai kerusakan yang dialami.

Iran lewat Kolonel Mohammed Khalil mengatakan beberapa serangan tersebut menghantam landasan pacu, dan sebagian lagi mengenai gerbang pangkalan udara.

"Tentara Irak, yang berjaga-jaga di gerbang pangkalan udara terluka akiba penembakan itu," ujar Khalil dilansir dari Al Jazeera, Senin (13/1).

4 dari 7 halaman

Iran Dibantu Rusia

Di balik serangan Iran ke markas militer AS di Irak, ada peran Rusia yang membantu secara diam-diam. Di antaranya serangan balas dendam, Rabu (8/1) yang menyebabkan hancurnya markas AS di Al-Asad dan Erbil, dibantu Rusia.

narotama.ac.id

Laporkan media penerbangan Rusia, Avia.Pro yang mengutip dari Pravda TV mengatakan, serangan rudal Iran tersebut diduga memakai teknologi satelit Rusia.

"Itulah sebabnya, diyakini 17 dari 19 rudal balistik Iran sukses mengenai target yang berjarak beberapa ratus kilometer dari perbatasan Iran," tulis Avia.Pro dilansir dari Al Masdar, Senin (13/1).

5 dari 7 halaman

Trump Sebut Militer AS Kuat

Mendapat serangan rudal dua kali tidak membuat Trump pontang-panting. Di serangan rudal pertama, Trump masih santai menanggapinya lewat cuitan di Twitter.

Ia menuliskan kalau pasukan militer AS masih menjadi yang terkuat dan terlengkap dari seluruh militer di dunia.

"Sejauh ini, kita (AS) memiliki militer yang paling kuat dan lengkap di seluruh dunia! Saya akan membuat pernyataan besok pagi," tulis Trump, Rabu (8/1).

Keesokan harinya, Kamis (9/1), Trump memberikan pernyataan AS tidak akan menyerang balik Iran dengan kekuatan militer. AS justru memberikan sanksi ekonomi terkait ekspor impor minyak mentah kepada Iran.

6 dari 7 halaman

Iran-AS Kembali Tegang

Ketegangan antara dua negara ini memang sudah terjadi pasca Perang Dunia II. Hubungan Iran-AS selalu mengalami pasang surut, terkait industri nuklir, ekspor-impor minyak, hingga tuduhan terorisme.

Hubungan keduanya kembali memanas setelah AS melakukan serangan yang mengakibatkan dua pemimpin besar militer Iran tewas. Di antaranya Jenderal Qassim Sulaimani yang dinyatakan tewas, Jumat (3/1) lalu.


Iran memanas, dan menyerukan akan melakukan balas dendam. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Shamkhani mengatakan, ada belasan skenario yang sudah diusulkan untuk membalas serangan AS.


"Hingga saat ini, 13 skenario untuk balas dendam telah diusulkan. Bahkan jika ada konsesus tentang skenario terlemah, eksekusinya dapat berubah menjadi mimpi buruk bersejarah bagi AS," ujar Shamkhani.

7 dari 7 halaman

Dampak Ketegangan Iran-AS

Iran yang terus membombardir markas militer AS di Irak, tak membuat AS menyerang balik dengan kekuatan militer mereka. Trump lebih memilih jalur diplomasi ekonomi untuk menghukum Iran.

theguardian.com 2020 Merdeka.com

Lewat pidato singkatnya di Gedung Putih pasca serangan rudal Iran, Rabu (8/1) lalu, Trump menyebut telah mengevaluasi pilihan untuk merespon serangan Iran.

"Kami terus mengevaluasi opsi untuk menanggapi agresi Iran, AS akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi sebagai hukuman tambahan terhadap rezim Iran," tutur Trump dilansir dari CNBC, Kamis (9/1) lalu.

[snw]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini