Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan layanan Bank Emas atau bullion bank pertama dalam sejarah Indonesia, Rabu (26/2) di The Gade Tower, Jakarta.
Peresmian ini menjadi momen bersejarah bagi pengelolaan emas nasional, seiring dengan peningkatan produksi emas Indonesia yang kini mencapai 160 ton per tahun.
Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya adalah para duta besar negara sahabat, para Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hery Gunardi, dan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Sunarso.
Sejatinya, program tersebut sudah dirancang dalam kurun empat tahun terakhir di pemerintahan Presiden Jokowi. Namun baru di era pemerintahan Prabowo program ini diresmikan.
Hal menarik terjadi saat Prabowo menegur halus Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya lantaran tak mengundang Presiden Jokowi ke acara tersebut.
Apalagi, program Bank Emas merupakan hasil dari kerja keras Jokowi dan para menteri di masa pemerintahan sebelumnya.
Advertisement
Dalam pidatonya, Prabowo Subianto mengapresiasi terbentuknya Bank Emas pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Apalagi Indonesia dikenal memiliki cadangan emas yang besar selama ini.
"80 tahun kita merdeka dengan bangga pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia yang punya cadangan emas keenam terbesar di dunia untuk pertama kali akan memiliki bank emas," tulisnya.
Prabowo secara khusus juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk membentuk Bank Emas.
RI 1 sadar bahwa meski berdirinya Bank Emas merupakan hasil kerja keras pemerintahan sebelumnya, namun Prabowo lah yang diberi kesempatan meresmikan.
"Saya paham bahwa persiapan bank emas ini memakan waktu cukup lama, kalau tidak salah lebih dari 4 tahun. Takdir saya bahwa saya yang resmikan," ucap Prabowo.
Advertisement
Lebih lanjut, Prabowo juga menyayangkan ketidakhadiran Jokowi lantaran tidak mendapat undangan apapun dari pemerintah.
Ia pun memberikan masukan kepada Mayor Teddy agar presiden sebelumnya bisa diundang jika berkaitan dengan program yang merupakan hasil kerja keras dari pemerintah sebelumnya.
"Sekali lagi saya harus ucapkan terima kasih Pak Jokowi, tolong Seskab ya kalau ada program yang jasanya pemerintah sebelumnya banyak presiden sebelumnya harus dihadirkan juga seharusnya," tandasnya.
Mendengar teguran tersebut, Mayor Teddy hanya bisa tersenyum dan mengangguk di hadapan presiden.
Karenanya, Prabowo mengaku akan segera bertemu Jokowi untuk meminta maaf sekaligus berterima kasih karena beberapa menteri Jokowi masih berada di barisan pemerintahannya saat ini.
"Mungkin besok saya akan ketemu Pak Jokowi Saya akan minta maaf ke Pak Jokowi, bapak yang bekerja keras dengan menteri-menteri bapak padahal menteri-menteri Bapak banyak yang saya pakai juga."
"Kalau sudah timnya bagus ya kan kenapa harus diganti gitu benar enggak manajer boleh diganti kalau timnya pemainnya masih bagus ya dipakai terus asal kuat Gitu kan begitu kalau enggak kuat ya boleh mundur ya kan Tapi kayaknya masih kuat nih iya kan," sambungnya.