Cerita Dokter Isolasi Diri Sendiri Usai Rawat Pasien Virus Corona, Sedih Mengharukan
Merdeka.com - Virus corona masih menjadi momok menakutkan. Tidak hanya China, wabah penyakit ini juga meneror sejumlah negara di dunia. Saking menakutkannya, sebagian besar warga negara terjangkit memilih untuk mengurung diri di rumah.
Begitu pun dengan seorang dokter ahli jantung di Malaysia. Meski telah dinyatakan negatif terinfeksi virus corona, dokter ini dengan sukarela menjauhkan diri dari keluarga, klinik maupun rumah sakit.
Merawat Pasien Virus Corona
Melansir dari Free Malaysia Today, Rabu (4/3), seorang ahli jantung di Rumah Sakit Pantai, Kuala Lumpur secara sukarela menjauhkan diri dari keluarga, klinik maupun rumah sakit. Dokter yang dikenal sebagai Dr. Sanjiv Joshi ini mengkarantina dirinya sendiri selama 14 hari.

YONHAP/AFP
Bukan tanpa alasan, dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Direktur jenderal kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah di Facebook-nya mengatakan, Dr. Sanjiv Joshi sudah merawat kasus 29 virus corona.
Dr Sanjiv merawat Kasus 29 (seorang wanita berusia 35 tahun yang berbagi kamar dengan Kasus 24) yang kemudian dites positif untuk Covid-19. Dr Sanjiv kemudian secara sukarela menjauhkan diri (dari publik) selama 14 hari." ujar Dr Noor Hisham Abdullah.
Pasien Kasus ke-29
Dr. Sanjiv Joshi menjadi salah satu tim medis yang menangani pasien virus corona kasus ke-29. Diketahui, pasien ini merupakan seorang wanita berusia 35 tahun. Dalam menjalani perawatan, pasien kasus ke-29 rupanya berbagai kamar dengan pasien kasus ke-24. Pasien ini kemudian menjalani prosedur tes virus corona. Dan hasil yang didapat wanita berusia 35 tahun ini positif terinfeksi virus corona. Pasien ini dinyatakan positif pada 29 Februari 2020 dan kini berada di ruang isolasi di Rumah Sakit Sungai Buloh.
Hasil Tes Negatif
Sebelum menjauhkan diri, Dr. Sanjiv Joshi sempat menjalankan serangkaian prosedur tes virus corona. Hasilnya menunjukkan sang dokter negatif terinfeksi virus corona. Meski begitu, Dr. Sanjiv Joshi tetap melakukan masa inkubasi sebagai bentuk pencegahan.
STR/AFP
"Meskipun dites negatif untuk Covid-19, (Dr. Sanjiv Joshi) terus mengkarantina dirinya selama masa inkubasi sebagai 'pencegahan lebih baik daripada penyembuhan'." paparnya.
Staf dan Pasien Telah di Karantina
Berdasarkan pernyataan dari Rumah Sakit Pantai Kuala Lumpur, rumah sakit swasta telah mengkarantina semua pasien dan staf yang melakukan kontak dengan pasien asal Jepang sejak 26 Februari. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan uji COVID-19 dan membuahkan hasil seorang perawat mahasiswa dan pasien dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Menanggapi pernyataan tersebut, Dr Noor Hisham Abdullah memberikan tanggapannya.Semua staf dan pasien yang telah melakukan kontak dengan perawat mahasiswa telah ditelusuri dan ditempatkan di bawah karantina. Tes Covid-19 pendahuluan pada mereka telah negatif dan kondisinya akan terus dipantau," jelasnya.
Harapan Direktur Jenderal Kesehatan
Direktur jenderal kesehatan, Dr Noor Hisham Abdullah, memuji tindakan cepat yang diambil oleh ahli jantung Dr. Sanjiv Joshi. Dia berharap semua warga yang melakukan kontak dengan pasien terinfeksi virus corona bisa meniru tindakan yang dilakukan oleh ahli jantung Rumah Sakit Pantai Kuala Lumpur.
STR/AFP
"Saya berharap mereka yang melakukan kontak dekat dengannya akan meniru tindakannya untuk melakukan apa yang benar, sambungnya.
Rumah Sakit Terus Taat Aturan
Pihak Rumah Sakit Pantai Kuala Lumpur juga menyatakan akan terus mematuhi segala kebijakan. Selain itu, pihaknya juga tetap terus melakukan proses pengendalian infeksi dan mematuhi langkah-langkah pencegahan dengan sepenuhnya. Terutama untuk menjaga keselamatan pasien dan staf. Tentu saja, tindakan tersebut berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.Rumah sakit ini mempraktikkan beberapa tindakan pencegahan termasuk membatasi titik masuk ke rumah sakit dan memeriksa suhu dan gejala semua orang yang datang ke rumah sakit. Dengan demikian, layanan klinis di Rumah Sakit Pantai Kuala Lumpur tidak terpengaruh dan pasien dapat melanjutkan dengan rencana perawatan yang ada di rumah sakit," tulis isi pernyataan dari Rumah Sakit Pantai Kuala Lumpur.
(mdk/tan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya